KAYU MANIS (Cinnamomum cassia)

 

Kayu manis termasuk famili Lauraceae, dengan jumlah produksi sekitar 2000 kg tiap hektar. Pohon kayu manis menghendaki iklim yang basah dan banyak hujan, kurang baik pada daerah dengan musim kemarau panjang. Pohon kayu manis dapat tumbuh sampai 2000 meter diatas permukaan laut, akan tetapi dapat tumbuh baik pada ketinggian 500 sampai 1500 meter dipermukaan laut. Tanah yang dikehendaki pohon kayu manis adalah tanah berpasir yang mudah melepaskan air, dan banyak mengandung zat hara dan humus. Di dataran rendah, pohon kayu manis dapat tumbuh lebih cepat daripada dataran tinggi, akan tetapi kulitnya lebih tipis dan baunya kurang harum. Di atas ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut, pertumbuhannya labih labat, tetapi mutunya lebih baik.

Pembiakan pohon kayu manis dapa dilakukan dengan cara stek, tetapi yang terbaik adalah bijinya. Untuk mendapatkan bibit kayu manis dilakukan persemaian dan untuk itu dipilih tanah yang subur dan terletak dengan air. Tanahnya harus dicangkul dalam serta batu dan sisa akar harus dibuang. Kemudian dibuat tempat persemaian dengan lebar 100 – 150 cm, yang ditimbun tanah yang berasal dari parit yang dibuat diantara tempat persemaian.

Biji yang telah cukup masak dapat diseberkan dan sesudah 5 – 15 hari, biasanya biji tersebut bertunas. Biji-biji yang dipergunakan utntuk bibit adalah biji yang berasal dari pohon yang tumbuh baik, tidak terlalu muda, kulit batangnya cukup tebal dan mempunyai aroma kayu yang manis keras; biji yang jatuh dari pohon tidak dapat digunakan sebagai bibit.

Waktu panen yang pertama dimulai setelah pohon tanaman tumbuh lebat dan pertumbuhan selanjutnya tidak menguntungkan. Pemanenan pertama ini dilakukan dalam rangka penjarangan, dengan tujuan agar diperoleh dengan produksi yang lebih tinggi. Penjarangan dilakukan pada saat berumur 3 tahun, sedangkan panen tahap kedua pada 4 – 5 tahun, menghasilkan kulit yang memenuhi persyaratan ekspor.

Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan 4 sistim, yaitu sistim ditebang sekaligus, sistim ditumbuk, sistim dipukul-pukul sebelum ditebang dan sistim Vietnam. Pengulitan dapat dilakukan sebelum atau sesudah ditebang dengan cara dikupas atau dipukul-pukul. Musim panen yang baik adalah pada awal musim hujan atau pada waktu daun tanaman seluruhnya berwarna hijau tua. Pada keadaan tersebut aliran getah antara kayu dengan kulit cukup banyak, sehingga memudahkan pengupasan kulit.

Bahan yang disuling biasanya berupa campuran daun, ranting dan sisa potongan kulit. Rendemen minyak yang dihasilkan sekitar 0,3 – 0,7 persen. Khususnya penyulingan dari bahan daun saja menghasilkan rendemen minyak sekitar 0,45 persen sedangkan dari ranting menghasilkan rendemen sekitar 0,2 persen. Mutu minyak yang dihasilkan tergantung dari bahan (daun) yang disuling dan musim panen. Pada musim hujan dan musim semi, rendemen minyak dari daun dan ranting lebih tinggi dibandingkan dengan daun pada musim panas dan musim gugur. Kadar aldhida (terutama smamat aldehida) dalam minyak kayu manis Tiongkok berkisar antara 70 – 95 persen.

Ditulis dalam Tanaman Kategori K. Tag: , , . Komentar Dimatikan

Instia bijuga /Merbau

 


 

Merbau termasuk famili Leguminosae (Caesalpiniaceae) merupakan pohon raksasa yang tingginya mencapai 40m dan diameternya bisa mencapai 200 cm. Penyebaran di dunia yaitu di Amerika Samoa, Australia, Birma, Kamboja, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Myanmar, Pulau-pulau di daerah Pasifik, Philipina, Vietnam, Papua Nugini, Thailand dll. Sebaran di Indonesia ada di Papua seperti di Manokwari, Sorong, Jayapura, Serui, Nabire dan Jayawijaya. Selain itu ditemukan di Maluku yaitu Seram dan Halmahera (Mahfudz et al.) potensi merbau terus menurun akibat eksploitasi yang tinggi, sehingga upaya dan pembangunan hutan tanaman merbau perlu dilakukan (Tokede et.al, 2006).

 

Pembibitan

Pembibitan merbau dapaat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Penyemaian benih merbau dilakukan pada media pasir sungai dengan perlakuan skarifikasi benih dengan cara mengikir kulit biji (Suripati et al dalam Untarto,199t) atau direndam air dingin 4 x 24 jam (Martawijaya et al, 1992). Teknik pembiakan vegetatif yang bisa dilakukan adalah dengan penyambungan/grafting dan stek pucuk (Mahfudz et al, 2006). Pembibitan di persemaian juga sering dilakukan dengan memanfaatkan anakan alam (wildlings) yang banyak ditemukan di hutan alam.

 

Kegunaan

Kayu merbau biasa digunakan sebagai bahan veneer, plywood, konstruksi rumah, jembatan, bantalan kereta api, kapal, lantai, meubel, interior kendaraan dll. Kayunya tergolong kelas kuat I-II dan kelas awet I-II (Martawijaya et al, 1992).

 

Bahan Bacaan

Mahfudz, Isnaini dan Moko, H. 2006. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Merbau. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman vol. 3 No. 1. Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta.

Martawijaya, A., Kartasujana, I., Kadir, K. Dan Prawira, AP. 1992. Indonesian Wood Atlas. Volume 2. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Tokede,M,B.V. Mambai, L.B. Pangkali dan Zulfikar Mardiya. 2006. Persediaan Tegakan Alam dan analisis Perdagangan Merbau di Papua, WWF Region Sahul, Papua. Jayapura

Untarto, TM. 1997. Merbau Jenis Andalan Yang Unggul (AYU) Irian Jaya. Matoa. Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manokwari.

Artocarpus camansi / Keluwih

Tanaman keluwih (Artocarpus camansi Blanco) adalah salah satu jenis tanaman dari famili moraceae yang banyak ditanam oleh masyarakat. Buahnya biasa dimanfaatkan pada waktu masih muda sebagai bahan sayur. Tumbuhnya tanaman keluwih merupakan indikator bahwa sukun juga bisa tumbuh dengan baik di daerah tersebut (Alrasjid, 1993). Tanaman keluwih tersebar di negara-negara tropis dan Pasifik. Pertumbuhan terbaik umumnya pada tanah yang subur dengan soil dalam di dataran rendah di ekuator yaitu pada ketinggian tepat kurang dari 600-650 m dpl dengan curah hujan rata-rata 1300-3800 mm/tahun. Namun demikian tanaman keluwih memiliki daya adapatasi yang relatif luas terhadap berbagai kondisi lingkungan (Ragone, 2006). Tinggi pohon mencapai lebih dari 15 meter dengan diameter batang yang relatif besar.

 

Gambar. Tanaman keluwih berbuah dan perkecambahan biji keluwih (Ragone, 2006)

Pemanfaatan tanaman kluwih umumnya buahnya dipanen sebagai bahan makanan dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, namun kayunya juga sering digunakan karena bersifat ringan dan mudah dikerjakan, antara lain untuk membuat patung, kerajinan, perahu dan lain-lain. Bunga jantannya yang kering bisa dimanfaatkan sebagai obat anti nyamuk dengan cara dibakar (Ragone, 2006). Bibit keluwih bisa dimanfaatkan sebagai tanaman batang bawah/rootstock pada pembibitan sukun dengan cara okulasi (Pitojo, 1992).

Bahan Bacaan

Alrasjid, H. 1993. Pedoman Penanaman Sukun (Arthocarpus altilis Fosberg). Informasi Teknis No. 42. Pusat Penelitian Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor

Ragone, D. 2006. Artocarpus camansi (Breadnut). Species profiles for Pacific Island Aroforestry (WWW. Traditionaltree.org) diakses 19 Nopember 2008.

Pitojo. S. 1992. Budidaya Sukun. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Ditulis dalam Tanaman Kategori K. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

 

Oleh: Hamdan AA. dan Suwandi

 

 

       Gambar 1. Buah sukun gundul

Tanaman sukun adalah salah satu jenis tanaman kehutanan yang menghasilkan buah dengan kandungan gizi yang tinggi. Selain menghasilkan kalori (karbohidrat) yang cukup, buah sukun juga mengandung vitamin C, kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Oleh karena itu jenis ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman sukun adalah pengadaan bibit yang baik, karena jenis sukun tidak menghasilkan biji sehingga pembibitannya dilakukan secara vegetatif. Teknik pembiakan vegetatif yang dapat dilakukan antara lain pencangkokan, pemindahan tunas alami, stek akar dan stek pucuk. Akan tetapi teknik yang sudah biasa dilakukan adalah stek akar dan stek pucuk, karena dengan cara ini akan diperoleh bibit dengan jumlah yang mmadai.

 

Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 

  1. Pemilihan  pohon induk yang baik dengan ciri-ciri sehat /tidak terserang hama/penyakit, produktivitas buah tinggi dan rasa buah enak
  2. Pengambilan akar dipilih yang  menjalar dekat dengan permukaan tanah dengan diameter 1-3 cm
  3. Pembuatab persemaian : akar dipotong-potong sepanjang 10-15 cm, kemudian dicuci dengan air yang telah diberi zat pengatur tumbuh akar. Stek ditanam dengan posisi tegak pada media pasir di dalam bedengan yang diberi sungkup dari plastik untuk menjaga kelembaban sampai dengan 90%. Penyiraman dapat dilakukan 1-2 kali sehari (pagi dan sore hari). Dengan memelihara kelembaban yang baik maka keberhasilan stek akar rata-rata mencapai 80-95%.
  4. Penyapihan dan pemeliharaan bibit : setelah stek akar yang tumbuh berumur 3 bulan dilakukan penyapihan ke media tanah + pupuk kompos (3:1). Bibit dipelihara di persemaian yang di naungi paranet dengan intensitas cahaya 50%. Bibit sudah siap tanam setelah berumur 6 bulan

  Gambar 2. Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 Tahapan pebibitan sukun dengan stek pucuk:

 

  1. Pembuatan stek pucuk dari trubusan stek akar : biasanya pada stek akar tumbuh 2-5 tunas, untuk mendapatkan pertumbuhan bibit stek akar yang baik hanya dibiarkab satu buah tunas, sisanya dipangkas. Tunas-tunas yang tidak dimanfaatkan tersebut dapat ditanam sebagai stek pucuk dengan persen hidup rata-rata 90-100%.
  2. Pembuatan stek pucuk dari kebun pangkas : selain itu dapat pengambilan tunas dapat dilakukan dari tanaman sukun yang dipangkas. Pembuatan kebun pangkas dapat dilakukan di persemaian atau di lapangan. Tanaman sukun yang dipangkas setinggi 50 cm. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dari kebun pangkas mencapai 64,50%.

    Gambar 3. Tahapan pembibitan sukun dengan stek pucuk

  Pembuatan stek pucuk dilakukan dengan memotong tunas sepanjang 10 cm, memiliki 2-3 daun. Satu buah tunas dapat dibuat menjadi 2 stek pucuk (potongan ujung dan bagian pangkal). Penanaman stek dilkukan pada media pasir sungai di dalam bedengan bersungkup. Stek pucuk dapat disapih ke media tanah + kompos (3:1) setelah berumur 2-3 bulan. Bibit dipelihara di persemaian dengan naungan paranet 50% sampai siap tanam. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dapat mencapai 88,83%.

 Bahan bacaan

 Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K. dan Suwandi. 2004.Penggunaan Trubusan Stek Akar Tanaman Sukun Sebagai Bahan Stek Pucuk. Jurnal Penelitian Hutan tanaman vol. 1 no. 1, April 2004,   halaman 21-28. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K dan Ismail, B. 2004. Pengaruh Ukuran Stek Posisi dan Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Akar Sukun. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 1 No. 2, Agustus 2004,   halaman 79-86. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemu-liaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Setiadi, D. Dan Adinugraha, H.A. 2005Pengaruh Tinggi Pangkasan Induk Terhadap Kemampuan Bertunas Tanaman Sukun Pada Kebun Pangkas. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 2  No. 2, Agustus 2005,   halaman 13-20. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Ditulis dalam Artikel. Tag: , , , , . 7 Comments »

Bak Menapak di Atas Awan di Gunung Cikuray

Bak Menapak di Atas Awan di Gunung CikurayDalam setahun terakhir, kawasan Gunung Cikuray Kabupaten Garut mulai dibanjiri para pendaki dari berbagai daerah.

Kondisi gunung kerucut cukup ekstrem dengan ketinggian mencapai sekitar 2.841 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan tantangan sekaligus merupakan daya tarik utama para pendaki merasakan keindahan alam Cikuray. Apalagi bagi para pehobi fotografi, berada di Gunung Cikuray dapat merasakan sensasi bak menapak di atas awan karena kerap terlihat gulungan awan memenuhi sekitar.

Para pendaki dapat menikmati keelokan bentangan perkebunan teh serta kawasan kota Garut, lengkap dengan latar belakang rangkaian pegunungan yang mengelilinginya, mulai Gunung Papandayan, Guntur, Mandalawangi, Kaledong, Haruman, Sadakeling, Sadahurip, hingga Gunung Karacak. Bahkan Gunung Galunggung Tasikmalaya dan Gunung Ciremai Cirebon pun dapat terlihat jelas jika cuaca cerah.

Dari atas Gunung Cikuray, para pendaki juga bisa menyaksikan panorama matahari terbit atau terbenam yang menakjubkan. Ada tiga jalur pendakian menuju Gunung Cikuray, yakni jalur Cikajang, Cigedug, dan PTPN VIII Kebun Teh Dayeuhmanggung Cilawu.

Dari ketiganya, akses termudah dan paling favorit adalah jalur Dayeuhmanggung. Sebab di sana sudah tersedia jalan melintasi tengah-tengah kawasan perkebunan teh, dan terhubung langsung ke pemancar stasiun televisi yang merupakan pos pertama menuju pendakian.

Pihak PTPN VIII Kebun Teh Dayeuhmanggung pun terus berupaya melakukan berbagai penataan bekerjasama dengan masyarakat serta pemerintah daerah setempat untuk pengembangan potensi kepariwisataan kawasasan Cikuray tersebut. Diharapkan aktivitas kepariwisataan di sana dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus mendatangkan pemasukan bagi pendapatan asli daerah Pemkab Garut.

“Untuk menyambut pengunjung, kita jajaki kerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, kita berusaha melakukan penataan, mulai perbaikan infrastruktur jalan, sejumlah fasilitas, kebersihan yang selama ini tak tersentuh. Memang kita minta pengunjung kerelaannya pas masuk kawasan, tapi itu pun pada dasarnya dikembalikan untuk mereka sendiri. Dan ternyata pengunjung semakin banyak,” tutur Administratur PTPN VIII Dayeuhmanggung Umar Hadikusumah.

Dia menyebutkan, jumlah pengunjung dalam setahun terakhir mencapai sekitar 200-300 orang per pekan, dengan puncak keramaian terutama pada Sabtu dan Minggu.

Senada dikemukakan Dede Rohana (37), koordinator relawan di kawasan wisata Gunung Cikuray. Menurutnya, jumlah pengunjung termasuk para pendaki ke Gunung Cikuray terus mengalami peningkatan dalam enam bulan terakhir. Bahkan pada libur panjang hari Nyepi beberapa waktu lalu, jumlahnya mencapai sekitar 2.100 orang, setara jumlah pengunjung ke kawasan obyek wisata Situ Bagendit.

“Sampai saat ini jumlah pengunjung baru 40% dari potensi yang ada. Saya yakin jumlahnya akan terus bertambah kalau akses jalan diperbaiki. Karenanya saya berharap perbaikan akses jalan ini menjadi prioritas dalam penataan kawasan wisata Cikuray,” ujarnya.

Dede mengakui, seiring bertambahnya jumlah pendaki ke Gunung Cikuray, persoalan sampah pun menjadi hal mutlak diperhatikan. Karenanya, setiap pendaki selalu diwanti-wanti agar selalu menjaga lingkungan alam Gunung Cikuray, serta tidak meninggalkan sampah di sana.

Dari titik pendakian di stasiun pemancar TVRI, dan televisi swasta, ada sedikitnya 6 pos pendakian sebelum mencapai puncak Gunung Cikuray. Masing-masing pos memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri dengan kelebatan hutan yang dipenuhi ragam flora dan faunanya. Jenis satwa liar yang masih kerap terlihat di sana antara lain merak, babi hutan, kera, dan macan tutul.

Di Pos Pemancar TV juga selalu siaga sejumlah sukarelawan yang siap menjadi penunjuk jalan sekaligus membawakan barang bawaan mereka hingga ke pos tujuan. Mencapai lokasi Pos Pemancar TV di Dayeuhmanggung kaki Gunung Cikuray, dari Terminal Guntur Garut, wisatawan atau pendaki dapat menggunakan jasa angkutan kota jurusan Terminal Guntur-Cilawu, dan turun di pertigaan menuju perkebunan Dayeuhmanggung atau di daerah Patrol Desa Dawungsari.

Dari sana wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek dengan ongkos sekitar Rp35.000 per orang. Atau bisa juga dari Terminal Guntur Garut langsung menuju Pemancar TV dengan menggunakan jasa angkutan pikap pelat hitam dengan ongkos sekitar Rp40.000 per orang.

sumber : http://dishut.jabarprov.go.id/?mod=detilBerita&idMenuKiri=&idBerita=4065

Akhirnya Seluruh Anggota Komite Pengarah Nasioanal DGM Terisi

Evaluasi_3-300x211Setelah pelaksanaan musyawarah regional masyarakat adat dan komunitas lokal di tujuh regio serta musyawarah nasional perempuan adat dan komunitas lokal akhirnya seluruh anggota Komite Pengarah Nasional DGM terisi. Dalam masa transisi diharapkan ada pertemuan dimana ada pembahasan internal tentang kelembagaan Komite Pengarah Nasional DGM dan mekanisme dalam kelembagaan serta bagaimana relasinya dengan Kamar Masyarakat DKN dan Konstituen, termasuk bagaimana posisinya terhadap FIP.

Agar proses yang dibangun tidak terlepas dari konstituen Kamar Masyarakat DKN maka Komite Pengarah Nasional DGM harus melakukan pertemuan di tingkat regio untuk menjelaskan apa yang telah disusun sebagai mandat yang diberikan kepadanya. Selain itu juga menyelenggarakan pertemuan tahunan untuk evaluasi kinerja Komite Pengarah Nasional DGM.

Sebagai langkah awal, Komite Pengarah Nasional DGM diberikan informasi mengenai FIP sampai mereka memahami betul apa itu FIP dan bagaimana peran dalam skema besar FIP ke depan. Hal tersebut mengemuka saat evaluasi proses pelaksanaan musyawarah regional masyarakat adat dan komunitas lokal yang diselenggarakan Kamar Masyarakat DKN, Jumat (20/6) di Legian-Bali.

Persoalan lain yang juga banyak mendapat sorotan dari peserta evaluasi adalah mengenai Komite Transisi DGM yang seharusnya bisa menempatkan diri untuk bertanggungjawab mengawal proses secara subtantif sampai selesai. Selain itu adanya upaya intervensi dari pihak lain dalam penentuan peserta, di mana seharusnya hal tersebut menjadi wewenang Kamar Masyarakat DKN sebagai penyelenggara kegiatan. Hal ini menimbulkan permasalahan, khususnya terkait dengan representasi masyarakat adat yang hadir sebagai peserta. Masalah lain terkait dengan peserta adalah sulitnya mencari peserta perempuan.

Kemudian, narasumber dari daerah juga dinilai ‘gagap’ dalam menanggapi issue nasional, hal itu disinyalir karena koordinasi/ komunikasi internal di pemerintah yang kurang maksimal. Sementara, di beberapa regio juga ada persoalan dengan narasumber, seperti terjadi di regio Sumatera yang dinilai tidak ada benang merah antara tiga narasumber yang dihadirkan. Sehingga ke depan perlu adanya pertanyaan panduan untuk narasumber agar dapat lebih fokus pada tujuan.

Selain itu ke depan perlu ada panduan fasilitasi agar proses bisa berjalan sesuai tujuan. Hal ini disebabkan karena masih ada fasilitator yang belum paham tentang DGM, serta kurang memiliki kemampuan untuk mendampingi penyusunan program. Padahal fasilitator seharusnya mendampingi peserta dan memberikan arahan dalam diskusi di Sidang Komisi.

Terkait dengan substansi pertemuan, ada dua hal yang meleset dari rencana awal yaitu tentang Putusan MK 35 dan UU Desa. Kedua hal tersebut awalnya direncanakan untuk menjadi substansi yang dibahas dalam musyawarah regional masyarakat adat dan komunitas lokal di setiap regio. Namun kenyataannya hal tersebut tidak terlaksana karena kalah dengan issue konflik kehutanan.

Sumber : http://dkn.or.id/akhirnya-seluruh-anggota-komite-pengarah-nasioanal-dgm-terisi/

“Prestasi Nol Besar, Bubarkan Kementerian Kehutanan!”

1037529hutan780x390Kementerian Kehutanan dinilai sebagai instansi minim prestasi. Karena itu, kementerian ini disarankan untuk dibubarkan saja.

“Kemenhut harus dibubarkan. Prestasinya mana selama ini?” ujar Koordinator Hukum dan Politik Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi, di sela diskusi acara Forests Asia Summit 2014, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Jika Kementerian Kehutanan memang berfungsi, kata Rukka, maka seharusnya tak akan ada pembalakan liar. Kenyataannya, sebut dia, hutan habis dibabat dan konflik meluas di masyarakat terkait pengelolaan hutan.

Rakyat, ujar Rubka, tidak mendapat kepastian tentang keuntungan dari perusahaan swasta yang mengeruk lahan masyarakat. Bagi negara pun, keuntungannya tidak jelas. Malah keuntungan itu dinikmati oknum-oknum TNI dan polisi yang mengambil kesempatan dari pemberian izin dan pengawalan perusahaan.

Sebagai contoh, sebut Rubka, pada Senin (5/5/2014), Perusahaan Munte Waniq Jaya Perkasa membuldoser sejumlah perkebunan kelapa sawit rakyat di Muara Tae, Kalimantan Timur. Tindakan ini dikawal oleh TNI dan Brimob.

Menurut Rubka, tindakan tersebut menguatkan tudingan bahwa Kementerian Kehutanan justru menghalangi kemajuan negeri karena menciptakan konflik di tanah sendiri. Pada saat yang sama, prestasi kementerian itu menurut dia nol besar.

“Mana ada (prestasi Kementerian Kehutanan)? Tunjukin di mana? Itu kan retorika Presiden saja,” tepis Rukka saat wartawan bertanya pendapatnya soal program penanaman 4 miliar pohon dalam 4 tahun sebagaimana pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/05/07/0544407/.Prestasi.Nol.Besar.Bubarkan.Kementerian.Kehutanan.

EFEK RUMAH KACA

Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia.

Penyebab :

Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas bahan bakar minyak, batu ber-karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.

Energi yang masuk ke Bumi:

  • 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
  • 25% diserap awan
  • 45% diserap permukaan bumi
  • 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi

Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan klorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar karbondioksida diudara, diantaranya :

Pertama, aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan adanya industri yang menggunakan bahan bakar yang terbuat dari batu bara, minyak bumi dan gas alam dalam skala yang besar. Kedua, tidak teratur dan tingginya pertumbuhan penduduk. Ketiga, penebangan pohon-pohon di hutan. Keempat, meningkatnya pemakaian kendaraan bermotor. Bahan bakar minyak bumi yang dikonsumsi oleh kendaraan bermotor akan menghasilkan gas buangan yang menambah kadar karbondioksida diudara.

Akibat :

Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.

Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.

Upaya Penanggulangan :

Untuk kendaraan bermotor, perlu digunakan alat penyaring khusus gas buangan pada bagian knalpot yang dapat menetralisir dan mengurangi dampak negatif gas buangan tersebut. Bisa juga dengan mengganti bahan bakar dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, seperti tenaga surya (matahari) atau biodisel. Perlu dikeluarkan regulasi tentang usia kendaraan bermotor yang boleh beroperasi agar tidak menimbulkan pencemaran.

Untuk skala industri, perlu dibuat sistem pembuangan dan daur ulang gas buangan yang baik. Saluran buangan perlu diperhatikan, kearah mana akan dibuang dan haruslah memperhatikan lingkungan sekitar.

Reboisasi lahan yang gundul/kosong merupakan salah satu langkah untuk menahan laju karbondioksida yang berlebih diudara. Termasuk penanaman pohon-pohon di sepanjang jalan raya yang dapat menetralisir pencemaran udara di sepanjang jalan raya.

Sumber: http://dishut.jatimprov.go.id/berita2.php?id=78

Presiden Setujui Pembentukan Holding Perkebunan dan Kehutanan BUMN

Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan pembentukan holding BUMN perkebunan dan holding kehutanan bakal rampung sebelum terbentuknya pemerintahan baru. Dalam waktu dekat Peraturan Pemerintah (PP) pembentukan dua holding tersebut akan keluar. Bahkan, kementerian telah mengantongi surat persetujuan pembentukan holding BUMN kebun dan kehutanan dari Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY).

“PP pembentukan holding kebun dan kehutanan diperkirakan keluar akhir September 2014. Pak presiden juga sudah menyetujui, suratnya disetujui tanggal 8 Agustus kemarin, tinggal menunggu PP nya saja,” ucap Dahlan di Jakarta, Minggu (17/8).

Menindaklanjuti kabar membahagiakan itu, pada Sabtu (16/8) kemarin ia telah memanggil seluruh direksi dan komisaris PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I-XIV, dan PT Inhutani I-IV. Dari pertemuan itu kata Dahlan, semua pihak tidak ada yang keberatan.

“Semua pertanyaan soal pembentukan holding dari direksi, termasuk dari Serikat Pekerja kedua BUMN tersebut sudah dijelaskan. Semuanya ‘clear’, pasti dilaksanakan. Ini keputusan negara,” tegas Dahlan.

Dahlan meyakini setelah dua tahun terbentuknya Holding Perkebunan tersebut, maka kinerja keuangannya mampu menyamai perkebunan swasta terbaik di Indonesia, yang rata-rata tumbuh 16 persen per tahun. “Semua yang berakal sehat pasti setuju terbentuknya holding ini,” tutupnya.

Pembentukan holding BUMN Perkebunan dan Kehutanan ini, merupakan bagian dari program perampingan jumlah BUMN, agar lebih efisien dan menciptakan perusahaan kebun milik negara yang berskala besar.

sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/08/17/252293/Presiden-Setujui-Pembentukan-Holding-Perkebunan-dan-Kehutanan-BUMN-

Percuma Rajin Minum Tapi Isi Ulang Botol Plastik Kemasan

n-REFILL-WATER-BOTTLE-large570Oke, mungkin sebagian besar dari Anda telah mengetahui bahaya mengisi ulang air dalam kemasan botol plastik. Selain menjadi tempat berkembang biak bakteri, botol kemasan yang diisi ulang juga dapat membahayakan kesehatan.

Seperti diungkapkan salah seorang peneliti pada studi geosains di University of Calgary, Prof Cathy Ryan bahwa bakteri akan tumbuh jika memasukkan air dalam kelembaban dan suhu yang tidak tepat. Dalam air yang dikemas botol plastik, industri telah menghitung kemungkinan termarnya bakteri. Sementara Anda memasukkan air minum ke dalam botol plastik dan meminumnya kembali.

Di sisi lain, Richard Wallace, MD, dari University of Texas Health Center juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, bakteri yang masuk saat kita mengisi ulang air minum dalam kemasan botol plastik akan membuat Anda sangat sakit dan bisa keracunan makanan.

“Dalam sebuah artikel yang diterbitkan jurnal Gastroenterology pada 2007 silam menemukan bahwa semua produsen air minum kemasan komersial juga sama sekali tidak menyarankan konsumen menggunakan kembali botolnya untuk minum. Penggunaan kembali botol air plastik dapat menyebabkan kontaminasi bakteri,” ungkapnya, dalam wawancara pada Huffingtonpost, Sabtu (16/8/2014).

Seorang profesor farmakologi di University of Cincinnati, Scott Belcher, Ph.D. juga sepaham. Ia mengatakan, air minum dalam kemasan plastik itu hanya untuk sekali pakai dan kemudian dibuang. Jadi masih mengisi air minum dari botol plastik kemasan?

Sumber : http://health.liputan6.com/read/2091894/percuma-rajin-minum-tapi-isi-ulang-botol-plastik-kemasan

Peneliti Litbang Kehutanan Menerima Apresiasi Iptek “19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa”

FORDA (Jakarta, 11/08/2014)_Badan Litbang Kehutanan kembali menerima apresiasi terkait hasil litbangnya. Senin (11/8) di Gedung II Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, dua peneliti Badan Litbang Kehutanan, Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA dan Prof. Riset. Dr. Gustan Pari, M.Si mewakili timnya menerima apresiasi Iptek berupa plakat dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) setelah hasil litbangnya terpilih sebagai 19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa.

Penyerahan apresiasi Iptek oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS kepada 19 inovator dari berbagai institusi litbang tersebut diberikan menyusul penyerahan Buku Sumber Inspirasi Indonesia “19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa” oleh Menristek kepada Wakil Presiden, Prof. Dr. H. Boediono pada puncak acara memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-19 tahun 2014, Senin (11/8) di Auditorium BPPT, Jakarta.

Kedua hasil litbang kehutanan yang ditampilkan pada Buku Sumber Inspirasi Indonesia “19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa” tersebut yaitu bidang pangan: Pengelolaan Koleksi dan Pengembangan Database  Mikroba Hutan Tropika Indonesia (INTROF CC-Indonesian Tropical Forest Culture Collections) dan bidang material maju: Carbon Sphere Nano-Porous untuk Baterai Lithium Mobil Listrik dari Pati/Selulosa.

Pengelolaan Koleksi dan Pengembangan Database Mikroba Hutan Tropica Indonesia (INTROF CC – Indonesian Tropical Forest Culture Collection) karya Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA, dkk, Peneliti Pusitbang Konservasi dan Rehabilitasi ini merupakan upaya mengkonservasi mikroba-mikroba potensial dari hutan tropis Indonesia ke dalam wadah bank mikroba yang berguna untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan lingkungan seperti di bidang pangan, obat-obatan dan bahan kimia, pupuk dan pembenahan tanah, pendegradasi limbah, perbaikan lingkungan dan bioenergi.

Karya lainnya, Carbon Sphere Nano-Porous untuk Baterai Lithium Mobil Listrik dari Pati/Selulosa dari Singkong Racun oleh Prof. Riset. Dr. Gustan Pari, M.Si dan Saptadi Darmawan, S.Hut. M.Si, Peneliti Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan merupakan paket teknologi yang akan digunakan sebagai bahan aktif baterai lithium dalam proyek pembuatan Mobil Listrik Nasional (konsorsium nasional riset baterai lithium).

19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa 2014 ini merupakan hasil seleksi dari 800 karya unggulan dari berbagai institusi litbang Kementerian/Non Kementerian, pusat atau daerah, perguruan tinggi, BUMN, dan industri. Kriteria penilaian dalam seleksi ini berdasarkan academic excellent, economic benefit dan social impact.

Penyusunan buku “19 Karya Unggulan Iptek Anak Bangsa” oleh Kemenristek merupakan suatu upaya untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada pengiat Iptek untuk terus memajukan Iptek dan meningkatkan kualitas penguasaan dan pemanfaatan Iptek sekaligus menunjukkan kepada masyarakat nasional maupun internasional bahwa bangsa Indonesia mampu menciptakan karya  yang unggul.

Dalam sambutannya, Menristek, Gusti Muhammad Hatta mengemukakan bahwa setiap tahun teknologi yang dihasilkan anak bangsa terus bertambah. Untuk itu, Gusti berharap Kemenristek tetap mendorong supaya hasil karya anak bangsa yang terus berkembang ini bisa diproduksi secara massal.

“Tugas kita bersama adalah bagaimana hasil-hasil teknologi bisa diproduksi secara massal. Ini yang penting, sebab tanpa ke sana, belum bisa dirasakan di masyarakat. Itu yang ingin kita dorong terus,” harap Gusti.

Oleh karena itu, Gusti mengajak seluruh masyarakat Indonesia tidak ragu-ragu mencintai hasil karya anak bangsa. “Bagaimana bangsa kita meyakinkan industri kita untuk menerapkan hasil karya anak bangsa,” kata Gusti di akhir sambutannya.

Pada acara tersebut juga diberikan apresiasi Iptek kepada pemerintah provinsi pemrakarsa penguatan SIDA (Sistem Inovasi Daerah) dan kepada pemenang lomba penulisan dan foto iptek untuk kategori wartawan dan umum. Selain itu juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara industri nasional dengan Kemenristek.***

Sumber: http://www.forda-mof.org/index.php/berita/post/17883352

The Green Blog

Motorcycle, Car, Sport, Politics, Bicycle, Photography, Travel & Culinary (Available in various languages​​. Please refer to the translator widget)

KabarNet.in

Aktual Tajam

F O R S A

Fans Of Rhoma and Soneta

Soedoet Pandang

Setiap Berita Banyak Cerita

in parentheses

new modernism

Before the Downbeat

Thoughts on music, creativity, imagination, and exploring the space between the notes.

Life Inspired

Home | Family | Style

wordssetmefreee

Making sense of the world through words

The Rational Optimist

Frank S. Robinson's blog on life, society, politics, and philosophy

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 540 pengikut lainnya.