KAYU MANIS (Cinnamomum cassia)

 

Kayu manis termasuk famili Lauraceae, dengan jumlah produksi sekitar 2000 kg tiap hektar. Pohon kayu manis menghendaki iklim yang basah dan banyak hujan, kurang baik pada daerah dengan musim kemarau panjang. Pohon kayu manis dapat tumbuh sampai 2000 meter diatas permukaan laut, akan tetapi dapat tumbuh baik pada ketinggian 500 sampai 1500 meter dipermukaan laut. Tanah yang dikehendaki pohon kayu manis adalah tanah berpasir yang mudah melepaskan air, dan banyak mengandung zat hara dan humus. Di dataran rendah, pohon kayu manis dapat tumbuh lebih cepat daripada dataran tinggi, akan tetapi kulitnya lebih tipis dan baunya kurang harum. Di atas ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut, pertumbuhannya labih labat, tetapi mutunya lebih baik.

Pembiakan pohon kayu manis dapa dilakukan dengan cara stek, tetapi yang terbaik adalah bijinya. Untuk mendapatkan bibit kayu manis dilakukan persemaian dan untuk itu dipilih tanah yang subur dan terletak dengan air. Tanahnya harus dicangkul dalam serta batu dan sisa akar harus dibuang. Kemudian dibuat tempat persemaian dengan lebar 100 – 150 cm, yang ditimbun tanah yang berasal dari parit yang dibuat diantara tempat persemaian.

Biji yang telah cukup masak dapat diseberkan dan sesudah 5 – 15 hari, biasanya biji tersebut bertunas. Biji-biji yang dipergunakan utntuk bibit adalah biji yang berasal dari pohon yang tumbuh baik, tidak terlalu muda, kulit batangnya cukup tebal dan mempunyai aroma kayu yang manis keras; biji yang jatuh dari pohon tidak dapat digunakan sebagai bibit.

Waktu panen yang pertama dimulai setelah pohon tanaman tumbuh lebat dan pertumbuhan selanjutnya tidak menguntungkan. Pemanenan pertama ini dilakukan dalam rangka penjarangan, dengan tujuan agar diperoleh dengan produksi yang lebih tinggi. Penjarangan dilakukan pada saat berumur 3 tahun, sedangkan panen tahap kedua pada 4 – 5 tahun, menghasilkan kulit yang memenuhi persyaratan ekspor.

Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan 4 sistim, yaitu sistim ditebang sekaligus, sistim ditumbuk, sistim dipukul-pukul sebelum ditebang dan sistim Vietnam. Pengulitan dapat dilakukan sebelum atau sesudah ditebang dengan cara dikupas atau dipukul-pukul. Musim panen yang baik adalah pada awal musim hujan atau pada waktu daun tanaman seluruhnya berwarna hijau tua. Pada keadaan tersebut aliran getah antara kayu dengan kulit cukup banyak, sehingga memudahkan pengupasan kulit.

Bahan yang disuling biasanya berupa campuran daun, ranting dan sisa potongan kulit. Rendemen minyak yang dihasilkan sekitar 0,3 – 0,7 persen. Khususnya penyulingan dari bahan daun saja menghasilkan rendemen minyak sekitar 0,45 persen sedangkan dari ranting menghasilkan rendemen sekitar 0,2 persen. Mutu minyak yang dihasilkan tergantung dari bahan (daun) yang disuling dan musim panen. Pada musim hujan dan musim semi, rendemen minyak dari daun dan ranting lebih tinggi dibandingkan dengan daun pada musim panas dan musim gugur. Kadar aldhida (terutama smamat aldehida) dalam minyak kayu manis Tiongkok berkisar antara 70 – 95 persen.

Ditulis dalam Tanaman Kategori K. Tag: , , . Komentar Dimatikan

Instia bijuga /Merbau

 


 

Merbau termasuk famili Leguminosae (Caesalpiniaceae) merupakan pohon raksasa yang tingginya mencapai 40m dan diameternya bisa mencapai 200 cm. Penyebaran di dunia yaitu di Amerika Samoa, Australia, Birma, Kamboja, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Myanmar, Pulau-pulau di daerah Pasifik, Philipina, Vietnam, Papua Nugini, Thailand dll. Sebaran di Indonesia ada di Papua seperti di Manokwari, Sorong, Jayapura, Serui, Nabire dan Jayawijaya. Selain itu ditemukan di Maluku yaitu Seram dan Halmahera (Mahfudz et al.) potensi merbau terus menurun akibat eksploitasi yang tinggi, sehingga upaya dan pembangunan hutan tanaman merbau perlu dilakukan (Tokede et.al, 2006).

 

Pembibitan

Pembibitan merbau dapaat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Penyemaian benih merbau dilakukan pada media pasir sungai dengan perlakuan skarifikasi benih dengan cara mengikir kulit biji (Suripati et al dalam Untarto,199t) atau direndam air dingin 4 x 24 jam (Martawijaya et al, 1992). Teknik pembiakan vegetatif yang bisa dilakukan adalah dengan penyambungan/grafting dan stek pucuk (Mahfudz et al, 2006). Pembibitan di persemaian juga sering dilakukan dengan memanfaatkan anakan alam (wildlings) yang banyak ditemukan di hutan alam.

 

Kegunaan

Kayu merbau biasa digunakan sebagai bahan veneer, plywood, konstruksi rumah, jembatan, bantalan kereta api, kapal, lantai, meubel, interior kendaraan dll. Kayunya tergolong kelas kuat I-II dan kelas awet I-II (Martawijaya et al, 1992).

 

Bahan Bacaan

Mahfudz, Isnaini dan Moko, H. 2006. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Merbau. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman vol. 3 No. 1. Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta.

Martawijaya, A., Kartasujana, I., Kadir, K. Dan Prawira, AP. 1992. Indonesian Wood Atlas. Volume 2. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Tokede,M,B.V. Mambai, L.B. Pangkali dan Zulfikar Mardiya. 2006. Persediaan Tegakan Alam dan analisis Perdagangan Merbau di Papua, WWF Region Sahul, Papua. Jayapura

Untarto, TM. 1997. Merbau Jenis Andalan Yang Unggul (AYU) Irian Jaya. Matoa. Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manokwari.

Artocarpus camansi / Keluwih

Tanaman keluwih (Artocarpus camansi Blanco) adalah salah satu jenis tanaman dari famili moraceae yang banyak ditanam oleh masyarakat. Buahnya biasa dimanfaatkan pada waktu masih muda sebagai bahan sayur. Tumbuhnya tanaman keluwih merupakan indikator bahwa sukun juga bisa tumbuh dengan baik di daerah tersebut (Alrasjid, 1993). Tanaman keluwih tersebar di negara-negara tropis dan Pasifik. Pertumbuhan terbaik umumnya pada tanah yang subur dengan soil dalam di dataran rendah di ekuator yaitu pada ketinggian tepat kurang dari 600-650 m dpl dengan curah hujan rata-rata 1300-3800 mm/tahun. Namun demikian tanaman keluwih memiliki daya adapatasi yang relatif luas terhadap berbagai kondisi lingkungan (Ragone, 2006). Tinggi pohon mencapai lebih dari 15 meter dengan diameter batang yang relatif besar.

 

Gambar. Tanaman keluwih berbuah dan perkecambahan biji keluwih (Ragone, 2006)

Pemanfaatan tanaman kluwih umumnya buahnya dipanen sebagai bahan makanan dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, namun kayunya juga sering digunakan karena bersifat ringan dan mudah dikerjakan, antara lain untuk membuat patung, kerajinan, perahu dan lain-lain. Bunga jantannya yang kering bisa dimanfaatkan sebagai obat anti nyamuk dengan cara dibakar (Ragone, 2006). Bibit keluwih bisa dimanfaatkan sebagai tanaman batang bawah/rootstock pada pembibitan sukun dengan cara okulasi (Pitojo, 1992).

Bahan Bacaan

Alrasjid, H. 1993. Pedoman Penanaman Sukun (Arthocarpus altilis Fosberg). Informasi Teknis No. 42. Pusat Penelitian Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor

Ragone, D. 2006. Artocarpus camansi (Breadnut). Species profiles for Pacific Island Aroforestry (WWW. Traditionaltree.org) diakses 19 Nopember 2008.

Pitojo. S. 1992. Budidaya Sukun. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Ditulis dalam Tanaman Kategori K. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

 

Oleh: Hamdan AA. dan Suwandi

 

 

       Gambar 1. Buah sukun gundul

Tanaman sukun adalah salah satu jenis tanaman kehutanan yang menghasilkan buah dengan kandungan gizi yang tinggi. Selain menghasilkan kalori (karbohidrat) yang cukup, buah sukun juga mengandung vitamin C, kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Oleh karena itu jenis ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman sukun adalah pengadaan bibit yang baik, karena jenis sukun tidak menghasilkan biji sehingga pembibitannya dilakukan secara vegetatif. Teknik pembiakan vegetatif yang dapat dilakukan antara lain pencangkokan, pemindahan tunas alami, stek akar dan stek pucuk. Akan tetapi teknik yang sudah biasa dilakukan adalah stek akar dan stek pucuk, karena dengan cara ini akan diperoleh bibit dengan jumlah yang mmadai.

 

Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 

  1. Pemilihan  pohon induk yang baik dengan ciri-ciri sehat /tidak terserang hama/penyakit, produktivitas buah tinggi dan rasa buah enak
  2. Pengambilan akar dipilih yang  menjalar dekat dengan permukaan tanah dengan diameter 1-3 cm
  3. Pembuatab persemaian : akar dipotong-potong sepanjang 10-15 cm, kemudian dicuci dengan air yang telah diberi zat pengatur tumbuh akar. Stek ditanam dengan posisi tegak pada media pasir di dalam bedengan yang diberi sungkup dari plastik untuk menjaga kelembaban sampai dengan 90%. Penyiraman dapat dilakukan 1-2 kali sehari (pagi dan sore hari). Dengan memelihara kelembaban yang baik maka keberhasilan stek akar rata-rata mencapai 80-95%.
  4. Penyapihan dan pemeliharaan bibit : setelah stek akar yang tumbuh berumur 3 bulan dilakukan penyapihan ke media tanah + pupuk kompos (3:1). Bibit dipelihara di persemaian yang di naungi paranet dengan intensitas cahaya 50%. Bibit sudah siap tanam setelah berumur 6 bulan

  Gambar 2. Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 Tahapan pebibitan sukun dengan stek pucuk:

 

  1. Pembuatan stek pucuk dari trubusan stek akar : biasanya pada stek akar tumbuh 2-5 tunas, untuk mendapatkan pertumbuhan bibit stek akar yang baik hanya dibiarkab satu buah tunas, sisanya dipangkas. Tunas-tunas yang tidak dimanfaatkan tersebut dapat ditanam sebagai stek pucuk dengan persen hidup rata-rata 90-100%.
  2. Pembuatan stek pucuk dari kebun pangkas : selain itu dapat pengambilan tunas dapat dilakukan dari tanaman sukun yang dipangkas. Pembuatan kebun pangkas dapat dilakukan di persemaian atau di lapangan. Tanaman sukun yang dipangkas setinggi 50 cm. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dari kebun pangkas mencapai 64,50%.

    Gambar 3. Tahapan pembibitan sukun dengan stek pucuk

  Pembuatan stek pucuk dilakukan dengan memotong tunas sepanjang 10 cm, memiliki 2-3 daun. Satu buah tunas dapat dibuat menjadi 2 stek pucuk (potongan ujung dan bagian pangkal). Penanaman stek dilkukan pada media pasir sungai di dalam bedengan bersungkup. Stek pucuk dapat disapih ke media tanah + kompos (3:1) setelah berumur 2-3 bulan. Bibit dipelihara di persemaian dengan naungan paranet 50% sampai siap tanam. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dapat mencapai 88,83%.

 Bahan bacaan

 Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K. dan Suwandi. 2004.Penggunaan Trubusan Stek Akar Tanaman Sukun Sebagai Bahan Stek Pucuk. Jurnal Penelitian Hutan tanaman vol. 1 no. 1, April 2004,   halaman 21-28. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K dan Ismail, B. 2004. Pengaruh Ukuran Stek Posisi dan Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Akar Sukun. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 1 No. 2, Agustus 2004,   halaman 79-86. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemu-liaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Setiadi, D. Dan Adinugraha, H.A. 2005Pengaruh Tinggi Pangkasan Induk Terhadap Kemampuan Bertunas Tanaman Sukun Pada Kebun Pangkas. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 2  No. 2, Agustus 2005,   halaman 13-20. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Ditulis dalam Artikel. Tag: , , , , . 7 Comments »

NAM-NAM (Cynometra cauliflora)

Namnam atau anjing-anjing atau Sawo Pancukan adalah nama sejenis pohon buah dari suku polong-polongan (Leguminosae alias Fabaceae). Pohon berbuah masam ini dikenal pula dengan beberapa nama lain seperti namu-namu (Man.), namo-namo (Ternate), namet (Hal.), namute, lamute, lamuta, klamute (beberapa bahasa di Maluku tengah). Juga puki anjing (Mal.), pukih (Sd.), kopi anjing (Sd., Jw.), puci anggi (Bima), puti anjeng (Mak). [1] [2]

Nama ilmiahnya adalah Cynometra cauliflora, merujuk pada bunga dan buahnya yang muncul di batang (cauliflory). Termasuk golongan perdu atau pohon kecil, tinggi antara 3-15 m. Batang berbonggol-bonggol, dengan kulit batang yang halus berbintil, kecoklatan atau abu-abu. Bertajuk agak rapat, dengan ranting yang berkelak-kelok zigzag.

Daun majemuk dengan sepasang anak daun, bertangkai 2-8 mm. Anak daun lonjong sampai bundar telur miring tidak simetris, 5,5-16,5 x 1,5-5,5 cm, hampir tak bertangkai, seperti jangat, menggantung, hijau tua berkilap. Daun muda berwarna putih atau merah jambu terang, menggantung lemas serupa saputangan.

Karangan bunga berupa tandan kecil dengan deretan daun pelindung, 4-5 tandan berjejal pada tonjolan-tonjolan yang muncul di batang, hingga dekat ke tanah. Bunga kecil-kecil; kelopaknya berwarna merah jambu pucat atau putih, berbagi dalam menjadi 4, panjang taju kelopak 2-4 mm; mahkota bentuk lanset, putih, 5 helai, panjang 3-4 mm. Benang sari lepas-lepas, 8-10 helai; tangkai putik lk. 5-6 mm.

Buah polong berdaging tebal, berbentuk ginjal keriput berujung meruncing, 3-9 x 2-6 x 1-4 cm, bergantungan di batang, coklat bersisik ketika muda dan kehijauan atau kekuningan apabila masak, masam sampai masam manis. Berbiji sebutir, berbentuk ginjal pipih, 3-6 x 2-4 cm.

Ditulis dalam Tanaman Kategori N. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

SAWO MANILA (Manilkara zapota)

Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m. Bercabang rendah, batang sawo manila berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua. Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.

Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.

Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6. Kelopak biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.

Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm, coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar coklat yang mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan terkadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah. Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.

Sawo manila merupakan buah yang sangat populer di Asia Tenggara. Wilayah ini adalah produsen dan sekaligus konsumen utama buah ini di dunia. Sawo disukai terutama karena rasanya yang manis dan daging buahnya yang lembut.

Kebanyakan buah sawo manila dimakan dalam keadaan segar. Akan tetapi sawo dapat pula diolah menjadi serbat (sherbet), dicampurkan ke dalam es krim, atau dijadikan selai. Sari buah sawo dapat dipekatkan menjadi sirup, atau difermentasi menjadi anggur atau cuka.

Getah pohon sawo disadap di Amerika, dikentalkan menjadi chicle yang merupakan bahan permen karet alami. Getah ini juga diolah menjadi aneka bahan baku industri sebagai pengganti getah perca dan bahan penambal gigi.

Kayu sawo berkualitas bagus, tergolong kayu keras dan berat, dengan tekstur halus dan pola warna yang menarik. Kayu ini terutama disukai sebagai bahan perabot dan ukir-ukiran, termasuk untuk pembuatan patung, karena sifatnya yang mudah dikerjakan dan mudah dipelitur dengan hasil yang baik. Kayu sawo memiliki keawetan yang baik, tahan terhadap serangan jamur dan serangga. Kayu ini juga merupakan favorit anak-anak di Jawa untuk membuat gasing.

Kulit kayunya menghasilkan tanin, yang secara tradisional digunakan nelayan sebagai bahan pencelup (ubar) layar dan alat pancing. Beberapa bagian pohon sawo juga digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk mengatasi diare (tanin), demam (tanin dan biji), dan bahan bedak untuk memulihkan tubuh sehabis bersalin (bunga).

Sawo manila banyak ditanam di daerah dataran rendah, meski dapat tumbuh dengan baik hingga ketinggian sekitar 2500 m dpl. Pohon sawo tahan terhadap kekeringan, salinitas yang agak tinggi, dan tiupan angin keras. Tanah yang paling cocok adalah tanah lempung berpasir yang subur dan berpengairan baik.

Sawo dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, akan tetapi pada umumnya terdapat satu atau dua musim berbuah puncak. Di Thailand, musim puncak ini berkisar antara bulan September hingga Desember, sedangkan di Filipina antara Desember – Februari.

Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah Guatemala, Meksiko dan Hindia Barat. Para penjajah bangsa Spanyol membawanya dari Meksiko ke Filipina, dan kemungkinan dari sana menyebar ke Asia Tenggara.

Kini sawo manila telah ditanam di banyak daerah tropis di dunia. Koleksi plasma nutfah sawo manila terdapat di Los Banos (Filipina), Queensland (Australia), India, Kuba, Brazil, Kosta Rika, Florida dan Hawaii (Amerika Serikat) dan beberapa negara lain.

Ditulis dalam Tanaman Kategori S. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

KLERAK (Sapindus rarak DC)

Tumbuhan ini berbentuk pohon tinggi, besar. Tingginya mencapai ± 42 m dengan diameter batang ± 1 m. Daun bentuknya bundar telur sampai lanset. Perbungaan majemuk, malai, terdapat di ujung batang warna putih kekuningan. Bentuk buah bundar seperti kelereng kalau sudah tua/masak warnanya coklat kehitaman, permukaan buah licin/mengkilat. Biji bundar juga warna hitam. Antara buah dan biji terdapat daging buah berlendir sedikit dan aromanya wangi.

Kategori : Biopestisida

Deskripsi :     Tumbuhan ini berbentuk pohon tinggi, besar. Tingginya mencapai ± 42 m dengan diameter batang ± 1 m. Daun bentuknya bundar telur sampai lanset. Perbungaan majemuk, malai, terdapat di ujung batang warna putih kekuningan. Bentuk buah bundar seperti kelereng kalau sudah tua/masak warnanya coklat kehitaman, permukaan buah licin/mengkilat. Biji bundar juga warna hitam. Antara buah dan biji terdapat daging buah berlendir sedikit dan aromanya wangi.

Distribusi/Penyebarannya terdapat di seluruh Indonesia, terutama di hutan-hutan daerah Jawa dan Sumatera.

Habitatnya liar di hutan-hutan pada ketinggian antara 450 sampai 1500 m dari permukaan laut.

Perbanyakannya dii Indonesia belum pernah dibudidayakan. Dijumpai ditanam penduduk 1 – 2 pohon saja di pekarangan rumahnya.

Buah lerak dipergunakan untuk mencerahkan warna yang diperoleh dari soga alam / pewarna alami. Selain itu dipergunakan untuk mencuci kain batik, supaya awet dan warnanya tetap baik/tidak luntur. Daging buahnya mengandung zat saponin (beracun), sedangkan bijinya mengandung minyak. Lerak sangat baik sebagai obat pembunuh serangga, dan sangat baik untuk membasmi cacing tanah. Biasa juga dipergunakan sebagai sabun wajah untuk mengurangi jerawat.

Ditulis dalam Artikel. Tag: , , . Komentar Dimatikan

JAMBLANG/DUWET (Syzygium cumini (L.) Skeels)

 

 

Nama Latin : Syzigium cumini (L.) Skeels. Eugenia jambolana Lmk.

Nama Daerah : Jamblang, Dalas, Dhuwak atau Juwet

KEGUNAAN : Dalam pengobatan Alternatif Herbal :

Ngompol, Mencret karena masuk angin, Diabetes

Manfaat Buah-buahan :

Buah JamblangJamblang tergolong tumbuhan buah-buahan yang berasal dari Asia dan Australis tropik. Biasa ditanam di pekarangan atau tumbuhan liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

Pohon dengan tinggi 10-20 m ini berbatang tebal, tumbuhan bengkok dan bercabang banyak. Daun tunggal , tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. helai daun lebar berbentuk baji, tetapi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 7-16 cm, lebar -9 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjatuhan, bunga duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih buah hijau, setelah masak warnanya merah putih. Berakar tunggang, bercabang – cabang, berwarna cokelat muda dan biasanya buah jamblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam sepat, kulit kayu bisa digunakan sebagai pewarna.

Daging buah rasanya asam manis, sifatnya sejuk, astrigen kuat, berbau aromatic. Berkasiat melumas organ paru, menghentikan batuk, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), memperbaiki gangguan pencernaan, merangsang keluarnya air liur, dan menurunkan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Kulit kayu berkasiat untuk peluruh haid.

Jamblang mengandung minyak asiri, fenol (methylxanthoxylin), alkaloid (jambosine), asam organic, triterpenoid, resin yang berwarna merah tua mengandung asam elagat dan tanin.

Bagian tanama yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, daging buah dan bijinya. Daging buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan. Jika daging buah dimakan, akan menyebabkan rongga mulut dan lidah berwarna ungu.

Ditulis dalam Tanaman Kategori J. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

BENTAWAS (Wrightia pubescens R.Br.)

 

Nama lokalnya mentaos (Jawa), bintaos (Sunda, Madura), benteli lalaki (Sunda), bentawas, tawas (Bali), dediteh (Timor).

Tersebar di selatan Cina, Kamboja, Vietnam, Thailand hingga daratan Malaysia (kemungkinan tidak tumbuh di Kalimantan) menuju Pulau Solomon dan utaraAustralia.

Tumbuh di hutan musim, semak belukar dan savana dengan kondisi lahan kering periodic atau permanent hingga ketinggian lebih dari 1.000 m dpi. Di Bali, bentawas banyak dijumpai di pekarangan rumah penduduk, tegalan dan pinggir jalan. Belum diketahui informasi mengenai kondisi ikiim dan jenis tanah yang spesifik untuk tempat tumbuhnya.

Banyak digunakan terutama kayunya sebagai bahan konstruksi, pensil, instrument musik, wayang dan sarung keris. Kayu mempunyai berat jenis rata-rata 0,54 dan kelas awet IV- V. Di Bali, kayu bentawas banyak digunakan untuk patung dan perkakas kecil. Kayu berwama putih, bertekstur halus dan lunak, mudah dikerj akan, tidak mudah retak. Getah yang terdapat dalam kulit batang dapat digunakan sebagai obat disentri dan daun yang telah diremas dapat digunakan sebagai obat anti radang pada mata. Di Indonesia, kulit batang juga umum digunakan sebagai koagulan pada industri ‘litsusu’ semacam keju tradisional.

Berbentuk pohon dengan tinggi mencapai 35 meter, diameter mencapai 50 cm. Kulit batang berwama abu-abu pucat hinga kuning kecoklatan, beralur agak dalam, permukaan cabang/ranting muda tidak berbulu atau sedikit berbulu halus. Daun majemuk bersilang, berbentuk bulat telur, oval memanjang atau jorong, berukuran 5-15 cm x 2-7 cm dengan jumlah tulang daun 8-15 pasang dan tidak ada daun penumpu. Bunga biseksual, berwama putih kekuning-kuningan atau merah muda hingga merah tua, terdapat dalam bentuk malai pada ujung ranting, umumnya mengeluarkan bau khas, mempunyai dua daun buah (karpel) yang berhimpitan sepanjang tangkai kepala putik (stilus).

Ditulis dalam Tanaman Kategori B. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith)

Gandaria (Bouea macrophylla Griffith)atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand. Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Bauh Gandaria berbentuk bulat lonjong, berukuran kecil. Buah yang telah masak berwarnaa kuning atau merah muda. Daging buahnya tebal, berair, rasanya ada yang asam dan ada pula yang manis. Buah Gandaria yang telah masak , setelah dikupas dapat dimakan dalam keadaan segar. Dapat juga sebagai bahan pembuatan sirup, dan sari buah-buahan. Buah yang masih muda dapat digunakan unutk rujak dan asinan. Dapat juga dipakai sebagai pengganti jeruk nipis atau asam.

Tanaman berupa pohon dengan ketinggian hingga 27 m dengan tajuk rapat. Daunnya tunggal, berbentuk bundar telur-lonjong sampai bentuk lanset atau jorong. Waktu muda berwarna putih, kemudia berangsur ungu tua, lalu menjadi hijau tua. Perbungaannya malai, muncul di ketiak daun, Buahnya bertipe buah batu, berbentuk agak bulat, berdiameter 2,5-5 cm, berwarna kuning sampai jingga, daging buahnya mengeluarkan cairan kental; buahnya tidak berbulu, rasanya asam sampai manis, dengan bau yang khas agak mendekati bau terpentin. Keping biji berwarna lembayung. Tanaman Gandaria berbunga pada bulan Agustus September. Dan buahnya akan masak pada bulan Desember Januari.

Gandaria adalah tumbuhan tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah yang ringan dan subur. Tumbuh liar di hutan dataran rendah di bawah 300 m dpl., tetapi dalam pembudidayaan telah berhasil ditanam pada ketinggian sekitar 850 m dpl. Gandaria (Bouea macrophylla Griff), termasuk salah satu anggota Anacardiaceae.

Tanaman Gandaria dapat diperbanyak dengan menanam biji atau mencangkok. Kayu tanaman ini dapat digunakan untuk sarung keris dan untuk bahan bangunan. Gandaria merupakan tanaman buah yang patut dilestarikan

Ditulis dalam Tanaman Kategori G. Tag: , , , . Komentar Dimatikan
KabarNet.in

Aktual Tajam

F O R S A

Fans Of Rhoma and Soneta

Soedoet Pandang

Setiap Berita Banyak Cerita

in parentheses

new modernism

Before the Downbeat

Thoughts on music, creativity, imagination, and exploring the space between the notes.

Life Inspired

Home | Family | Style

wordssetmefreee

Making sense of the world through words

The Rational Optimist

Frank S. Robinson's blog on life, society, politics, and philosophy

Chronicles of an Anglo Swiss

Welcome to the Anglo Swiss World

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 547 pengikut lainnya.