Perbanyakan Tanaman Pulai

Perbanyakan Tanaman Pulai

(Oleh:Suwandi)

I. PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Pulai (Alstonia spp.) sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan berupa kulit,daun dan kayunya bisa dipergunakan untuk ; mainan anak-anak,papan gambar,bingkai gambar,kerajinan seperti topeng,kotak korek api,perabotan rumah tangga dan batang korek api.(Samingan,1982). Pohon ini mulai dikhawatirkan keberadaannya di hutan alam, karena banyak penembangan liar yang tidak terkendalikan oleh pihak-pihak yang berwenang,jenis ini termasuk dalam famili/suku Apocynaceae,di indonesia dan juga di beberapa negara seperti; Papua New Guinea,Philipina,india,Vietnam,Malaisya,Afrika Barat,Burma dan Thailand,dikenal jenis-jenis  Alstonia scholaris, Alstonia angustiloba,Alstonia spatulata,Alstonia congensis,Alstonia actinophylla dan Alstonia angustifolia.

Hampir seluruh wilayah di indonesia di tumbuhi oleh jenis pulai (Alstonia sp),diantarnya adalah: Kalimantan (Kalimantan Barat,Kalimantan Tengan dan Selatan),Sumatra (Sumtra Barat,Sumtra Utara,Sumtra Selatan,Aceh,Riau, Jambi dan Bengkulu), Jawa (Jawa Barat,Jawa Timur,Jawa Tengan dan Daerah Istimewa Yogyakarta).

Sedangkan di Pulau Dewata (Bali) pohon pulai dianggap keramat, sampai pohon pulai dibiarkan dipura mereka mencapai diameter 200 cm.

Ada beberapa marga yang tumbuh di daerah darat/dataran tinggi,berbukit dengan ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Diantaranya marga Alstonia scholaris,sebagaian dari masyarakat di indonesia menyebut marga scholaris yaitu Pulai gading untuk sementara ini yang paling diminati masyarakat pulai gading karena kayunya berserat halus dan tempat tumbuhnya pun tidak selalu di daerah rawa.

Perbanyakan Pulai dengan stek cabang dan stek pucuk banyak mengalami kegagalan terutama materi yang diambil jauh dari lokasi penyetekan dilakukan. Kalau perbanyakan dengan benih memang tidak banyak mengalami kegagalan namun kesulitannya yaitu penentuan kepastian informasi kapan pulai mulai berbuah, dari masyarakat setempat dimana daerah yang dituju untuk mengeksplorasi buah tersebut.

Sehingga dalam juknis ini disajikan bagaimana tehnik perbanyakan dengan cara vegetatif dan dengan Generatif.

B. Tujuan

Tehnik stek cabang dan tehnik stek pucuk bisa diterapkan untuk beberapa keperluan yaitu untuk mendapatkan bibit unggul yang fenotipnya sama dengan pohon induknya,supaya mempercepat perbanyakan bibit dalam jangka waktu relatif tidak begitu lama. Juknis ini ditulis untuk memberikan informasi tehnis tentang perbanyakan tanaman pulai kepada masyarakat umum.

 

II. TEHNIK PERBANYAKAN

1.      Cara generatif

Buah pulai (Alstonia spp), berbentuk polong,persis seperti buah kacang panjang,kalau buah yang sudah masak kulit buah berwarna hitam kecoklatan,dan permukaan kulit polong mulai mengeras.biji berbentuk kapuk jika ditiup angin akan mudah terbang. Dari itu jika ingin mengunduh buahnya jangan tunggu sampai kulit buah pecah.

Panjang buah antara 25 cm-35 cm,dengan diameter 1,5 cm. Pengunduhan buah sebaiknya dengan cara memanjat pohon yang sedang berbuah dan buahnya sudah agak tua,khusus untuk pohon-pohon yang tinggi dan berdiameter besar perlu menggunakan alat panjat yang memadai.

Ektrasi buah dapat dilakukan dengan cara dijemur dibawah sinar mata hari selama lebih kurang 5 hari atau 7 hari,biasanya buah akan membelah (pecah) biji akan keluar berhamburan karena biji pulai tipis bersayap atau mempunyai kapas seperti kapuk.(Danu dan Nurhasbi,1998). Untuk mengkecambahkan biji pulai (Alstonia spp), tersebut adalah sebagai berikut:

a)      Media tabur

Media yang digunakan untuk penaburan biji pulai (Alstonia spp), adalah bisa dari gambut halus,tanah campur pasir dengan perbandingan 1:1,sabut kelapa halus dan bisa dengan pasir saja tanpa campuran apa-apa.

Sebaiknya sebelum penaburan dilakukan media yang akan digunakan untuk penaburan biji pulai tersebut terlebih dahulu disiram dengan fungisida ( Benlate atau Dithane 45),tujuannya agar media tersebut tidak terserang oleh jamur. Unutk meletakan media bisa kita gunakan bok dari plastik. Dan media dibiarkan untuk beberapa saat agar zat-zat beracun hilang.

b)      Penaburan/pengecambahan

Benih yang sudah di ektrasi bisa langsung di tabur di media tabur tanpa memberi perlakuan, dan juga bisa biji pulai tersebut sebelum ditabur terlebuh dahulu direndam dengan air dingin selama 24 jam,kemudian ditiriskan. Selanjutnya biji di tabur pada secara merata pada media yang telah disediakan terlebih dahulu

Benih yang telah ditabur dimedia tabur disiram 2 kali sehari pagi dan sore hari dan bak taburnya ditutup dengan plastik bening agar penguapannya terjaga,dan juga supaya biji tidak terlalu kepanasan.

 c)      Media sapih

Media sapih dapat menggunakan tanah campur pasir campur kompos (1:1:1),kemudian dimasukan kedalam kantong plastik(polybag) ukuran 15×25 cm. Setelah 3 minggu penyapihan dilakukan baru media sapi diberi pupuk NPK 2-3 butir/polybag dan Furadan 3G 2-3 butir/polybag. Dan disiram setiap hari sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore hari.

2.      Cara Vegetatif

Bibit pohon pulai dapat diproduksi dengan perbanyakan secara vegetatif,terutama berupa setek pucuk dan setek cabang atau ranting pohon pulai. Kita sudah berbicara tentant setek tetapi apa sebenarnya setek itu, setek itu sering di defenisikan oleh orang-orang pandai sebagai suatu perlakuan pemisahan,pemotongan beberapa bagian dari tanaman (akar,batang,daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar. dengan dasar itu maka muncullah istilah setek akar,setek batang,setek cabang,setek daun,setek umbi, dan sebagainya.(Wudianto, 2002)

Sedangkan keuntungan dari mengembangbiakan tanaman secara vegetatif (Pracaya,1999) adalah sebagai berikut:

-          Tanaman yang terbentuk mempunyai sifat-sifat yang sama seperti pohon induknya. Bila dari biji mungkin akan terjadi tanaman yang berbeda sifatnya.

-          Tanaman cepat berbunga dan cepat berbuah.

-          Bila biji tanaman tidak bisa tumbuh atau lemah perkecambahannya,atau tidak berbiji maka dikembangbiakan secara aseksual(vegetatif).

Tata cara memproduksi bibit pulai dengan cara vegetatif (setek) adalah sebagai berikut;

(a)    Pemilihan pohon induk

Pemilihan pohon induk pohon pulai (Alstonia spp), dengan cara mengekplorasi pohon pulai ke beberapa daerah yang ada di wilayah indonesia.mengambil berupa cabang dan pucuknya. Syarat pohon induk yang baik adalah tumbuh subur dan normal,sehat,serta produktif berbunga dan berbuah.

(b)   Persiapkan Alat dan Bahan
1)      Alat

Alat yang disiapkan untuk melakukan kegiatan penyetekan adalah sbb:

-          Karung plastik

-          Ember/Baskom untuk penampungan air

-          Bak pasir

-          Gergaji

-          Parang/Golok

-          Gunting setek

-          Cangkul,Skop

2)      Bahan

-          Tanah,Pasir Pupuk kompos,Pupuk kandang

-          Fungisida,Rhotone F dan Rhizatun F untuk perangsang akar

(c)    Pelaksananan penyetekan/menyetek

1). Setek cabang.

Sebagain orang menyebut setek cabang dengan setek kayu,karena umumnya tanaman yang dikembang biakandengan setek cabang  adalah tanaman yang berkayu. Setek cabang ini meliputi setek cabang yang telah tua dan cabang setengah tua. Digolongkan demikian karena ada beberapa tanaman yang hanya di kembangbiakan dengan stek cabang yang telah tua,tapi ada juga yang hanya dapat di setek dengan cabang setengah tua,(Wudianto.R,2002) namun lain halnya dengan tanaman pulai (Alstonia spp),cabang yang bisa di setek yaitu cabang dari hasil terubusan tanaman tua. Itu pun tingkat keberhasilannya belum begitu memuaskan. Adapun tata cara pelaksanan penyetekkan cabang adalah sbb:

  1. Pilih cabang pohon pulai (Alstonia spp),yang sehat dan berwarna hijau muda. Potong cabang menjadi beberapa potongan sepanjang ±15 cm-20 cm atau tiap potong mengandung dua ruas mata tunas.kalau bisa usahakan cabang dari tanaman yang tidak terlalu tua trubus dari pohon pulai yang sudah ditebang tapi masih mengeluarkan trubus.
  2. Celupkan setek tadi kedalam larutan fungisida (Benlate atau Dikthane 45),dengan kosentrasi ±0,2% untuk menghindari adanya serangan jamur terhadap setek tersebut.
  3. Rendam pangkal setek dalam larutan Rhootone F (kosentrasi 100 gram/5 liter air selama 1 jam),atau dengan larutan Athonik 100cc/5 liter air selama 2 jam.

2). Setek pucuk.

Sesuai dengan namanya,setek pucuk ini diambil dari pucuk-pucuk batang yang masih muda dan masih dalam masa pertumbuhan. Banyak jenis tanaman yang dapat diperbanyak dengan setek pucuk.

Untuk jenis tanaman kehutanan khususnya,ada beberapa tanaman yang bisa dikembang biakan dengan setek diantaranya; Acacia mangium,Eucalyptus pellita,Pulai(Alstonia sp,shorea sp,dan sebagainya. Unutuk penyetekan pucuk sbenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan cara penyetekan dari cabang,adapun cara penyetekan pucuk adalah sbb;

  1. Pilih pucuk pulai (Alstonia spp),yang segar atau yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda serta masih dalam masa pertumbuhan.
  2. Buang 2/3 dari daun(Maksimal tinggal 2 helai daun),kemudian daun yang masih tersisa tiap daun dipotong ½ daun bertujuan untuk mengurangi penguapan.
  3. Panjang setek ±10 cm atau disesuaikan dengan kondisi pucuk yang ada.
  4. Pemotongan pangkal setek pucuk diusahakan dibawah ketiak daun,karena biasanya akar paling cepat keluar dari bawah ketiak daun tersebut.
  5.  Sebelum setek ditanam terlebih dahulu bagian pangkal setek di celupkan kedalam hormon Rootone F atau Rizatun.

III.PENANAMAN SETEK

 Setelah kegiatan penyetekan selesai,selanjutnya kitan akan segera melakukan penanaman setek tersebut. Sebenarnya sebelum melakukan penyetekan kita terlebih dahulu menyiapkan tempat untuk penanaman setek tersebut. Diantaranya;

  1. Menyiapkan media

Kalau yang kita setek itu adalah cabang dari pohon pulai (Alstonia spp),maka media yang kita gunakan untuk penanaman setek ada dua alternatif yaitu: 1. Pasir sungai 2. Tanah :Pasir:Kompos (2:1:1).semua media dimasukan kedalam kantong plastik (polybag) baik yang bening atau yang gelap dengan diameter 60 cm x 40 cm.

Sedangkan jika setek pucuk tidak menggunakan tanah sebagai media, soalnya takut setek pucuk terserang jamur. Media yang digunakan cukup pasir saja kalau stek pucuk tidak harus menggunakan polybag sebagai tempat media,cukup dengan bak yang telah di isi dengan pasir.

  1. Menyiapkan bedengan dan Sungkup

Dalam penyiapan bedengan yang harus kita perhatikan adalah letak bedengan,dan harus ada sumber air,jika sumber air tidak ada atau jauh bedengan nanti akan mengalmi kesulitan dalam penyiraman setek,terutama setek cabang.

Bedengan bisa dibuat permanen dan semi permanen,jika bedengan itu dibuat permanen bedengan dibuat dari batu bata dan di semen,untuk menahan sinar mata hari agar tidak terkena langsung terhadap setek,dan untuk mengurangi tekanan air hujan maka bedengan diberi tiang dari besi dan di tutup dengan sarloon dan di bawah sarloon dibuat lagi penutup dari plastik bening agar penguapan terjaga penutup tersebut dinamai sungkup.

Sedangkan bedengan semi permanen pembatasnya cukup dibuat dari kayu,juga tiang untuk penutup bedengan terbuat dari kayu.

Bedengan di buat membujur utara-selatan,bedengan menghadap kearah timur lebar bedengan 1 m2 dan panjang 5 m2 atau sesuai keinginan kita.

  1. Penanaman setek

Sebelum setek-setek kita tanam media yang telah disiapkan itu di siram dengan air sampai jenuh,barulah setek mulai ditanam

Setek yang sudah direndam (Setek cabang) atau dicelupkan (Setek pucuk) dalam laruan hormon Rootone F di tanam di media yang sudah disediakan tersebut.seperti yang telah disebutkan diatas setelah semua setek di tanam maka bedengan ditutup dengan plastik bening(Sungkup),kalau menggunkan bak maka baknya juga ditutp dengan plastik bening.

IV. PEMELIHARAAN DAN PENYAPIHAN SETEK

 Agar setek yang sudah  ditanam dapat bertunas dengan baik kita perlu melakukan pemelihraan setek-setek tersebut. Disini pemiliraan stek digolongkan kedalam dua bagian sesua dengan jenis seteknya.diantanya;

  1. Pemeliharaan
  1. Pemiliharaan setek cabang

Pemeliharan setek cabang agak berbeda sedikit dengan setek pucuk terutama dalam hal penyiraman,setek batang cukup disiram dua kali sehari,pagi dan sore hari,akan tetapi apabila media masih kelihatan basah kita tidak perlu menyiram dua kali dalam sehari cukup sekali saja. Alat yang digunakan untuk penyiraman setek batang bisa menggunakan slang air atau gembor dengan cara menyiramkan langsung pada setek tersebut.

Jika media setek kelihatan berwarna hitam seperti limbah berarti media tersebut telah diserang oleh jamur maka kita perlu menyemprot fungisida kemedia tersebut dengan menggunakan Benlate atau dithane 45.

  1. Pemeliharaan setek pucuk (cutting)

Pemeliharaan stek pucuk harus agak ekstra hati-hati karena setek pucuk lebih gampang busuk jika terlalu banyak air dan juga pucuk akan kering apabila kekurangan air.

Terus alat penyiraman juga harus yang semprotan airnya halus,supaya setek tidak bergoyang atau bergeser dari tempat dimana setek ditanam. Alat yang digunakan biasanya sprayer,bisa disiram dua kali sehari ada juga sitem penyiraman berinterval sperti yang dilakuna oleh perusahaan untuk memproduksi setek pucuk dalam berskala besar.

            Seperti yang dilakukan PT Arara Abadi diriau tapi yang diproduksi adalah stek pucuk Acacia mangium,penyiraman dilakuan sebagai berikut;

-          Setek umur 0-21 hari dengan lama penyiraman 7-10 detik dengan interval 7-10 menit (artinya penyiraman dilakukan setelah 7-10 menit sekali).

-          Setek berumur 4 minggu lama penyiraman 15-20 detik dengan interval 15-20 menit

-          Setek berumur 5 minggu lama penyiraman 20-30 detik dengan interval 30 menit.

-          Setek ber umur di atas 7 cukup disaram du kali sehari.

Perlu diketahui penyiraman dengan sistem menit dan berinterval hanya dapat digunakan dipersemaian permanen dan menggunakan alat pengabutan(sumber dari mandor lapangan Nusery PT Arara Abadi hasil wawancara tahun 2000).

  1. Penyapihan

Setelah setek ber umur 2-4 bulan jika sudah ada yang berakar kita pindahkan ke polybag. Kemudian kita siram media dengan air bersih secukupnya. Ini apa bial media seteknya cuma pasir saja biasanya yang sering dilakukan penyapihan adalan setek pucuk,karena disamping polybagnya kecil juga medianya cum pasir saja sedangkan setek cabang yang medianya sudah ada campuran tanah:pupuk kompos:pasir(2:1:1),hanya kita keluarkan saja dari sungkup agar mendapat cahaya yang cukup.

V. KESIMPULAN

 Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perbanyakan pulai (Alstonia Sp),dengan tehnik generatif tidak mendapat kesulitan yang berarti. Cuma kesulitannya dalam hal pengambilan buah karena biasanya buah diambil dari pohon induk yang telah di tunjuk, kebetulan tempatnya jauh dari lokasi dimana tempat perbanyakan dilakukan.

Cuma yang ada mengalami kesulitan dalam perbanyakan dengan tehnik vegetatif, baik stek cabang maupun steek pucuk,kesulitannya hampir sama.akan tetapi jika materi setek pucuk yang diambil dari kebun pangkas tingkat keberhasilannya lumayan cukup bagus.

DAFTAR PUSTAKA

 Danu dan Nurhasybi. 1998. Dari Benih ke Penanaman Jelutung Untuk Hutan Tanaman Rawa Gambut. TEKNO BENIH Vol. III No. 1, 1998. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Balai Teknologi Perbenihan. Bogor

A. A Hamdan, Siagian. T. Y. dan Suwandi. 2003. Pengembangan Produksi Bibit Tanaman  Kayu putih (Melaleuca cajuputi) Wana Benih vol. 4 No. 1, Juni 2003 P3BPTH Yogyakarta.

A. A. Hamdan, Moko. H. dan Suwandi. 2002. Efek Pemberian Pupuk Majemuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Shorea javanica K&V Asal Pucuk. Buletin Penelitian Pemuliaan Pohon.  Vol. 6 No. 2, 2002 P3BPTH, Yogyakarta.

Rukmana, Rahmat. 1997. Soka, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Pracaya. 1999. Jeruk Manis, P. T. Penebar Swadaya, Jakarta.

Wudianto, R. , 1992, Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi, P. T. Penebar Swadaya, Jakarta.

Anonim. 1987. Pengaruh Hormon Dan Konsentrasi Pada Pembiakan Vegetatif Acacia mangium di Kaliurang, Yogyakarta. Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan Bagian Proyek Pusat Produksi Benih dan Pemuliaan Pohon. Laporan Proyek.

About these ads
Ditulis dalam Artikel. Tag: , , . Komentar Dimatikan
The Green Blog

Automotive, Politics, Sport, Travel, Photography, Food & Health (Available in various languages​​. Please refer to the translator widget)

KabarNet.in

Aktual Tajam

F O R S A

Fans Of Rhoma and Soneta

Soedoet Pandang

Setiap Berita Banyak Cerita

in parentheses

new modernism

Before the Downbeat

Thoughts on music, creativity, imagination, and exploring the space between the notes.

Life Inspired

Home | Family | Style

wordssetmefreee

Making sense of the world through words

The Rational Optimist

Frank S. Robinson's blog on life, society, politics, and philosophy

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 540 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: