CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

 

Oleh: Hamdan AA. dan Suwandi

 

 

       Gambar 1. Buah sukun gundul

Tanaman sukun adalah salah satu jenis tanaman kehutanan yang menghasilkan buah dengan kandungan gizi yang tinggi. Selain menghasilkan kalori (karbohidrat) yang cukup, buah sukun juga mengandung vitamin C, kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Oleh karena itu jenis ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman sukun adalah pengadaan bibit yang baik, karena jenis sukun tidak menghasilkan biji sehingga pembibitannya dilakukan secara vegetatif. Teknik pembiakan vegetatif yang dapat dilakukan antara lain pencangkokan, pemindahan tunas alami, stek akar dan stek pucuk. Akan tetapi teknik yang sudah biasa dilakukan adalah stek akar dan stek pucuk, karena dengan cara ini akan diperoleh bibit dengan jumlah yang mmadai.

 

Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 

  1. Pemilihan  pohon induk yang baik dengan ciri-ciri sehat /tidak terserang hama/penyakit, produktivitas buah tinggi dan rasa buah enak
  2. Pengambilan akar dipilih yang  menjalar dekat dengan permukaan tanah dengan diameter 1-3 cm
  3. Pembuatab persemaian : akar dipotong-potong sepanjang 10-15 cm, kemudian dicuci dengan air yang telah diberi zat pengatur tumbuh akar. Stek ditanam dengan posisi tegak pada media pasir di dalam bedengan yang diberi sungkup dari plastik untuk menjaga kelembaban sampai dengan 90%. Penyiraman dapat dilakukan 1-2 kali sehari (pagi dan sore hari). Dengan memelihara kelembaban yang baik maka keberhasilan stek akar rata-rata mencapai 80-95%.
  4. Penyapihan dan pemeliharaan bibit : setelah stek akar yang tumbuh berumur 3 bulan dilakukan penyapihan ke media tanah + pupuk kompos (3:1). Bibit dipelihara di persemaian yang di naungi paranet dengan intensitas cahaya 50%. Bibit sudah siap tanam setelah berumur 6 bulan

  Gambar 2. Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 Tahapan pebibitan sukun dengan stek pucuk:

 

  1. Pembuatan stek pucuk dari trubusan stek akar : biasanya pada stek akar tumbuh 2-5 tunas, untuk mendapatkan pertumbuhan bibit stek akar yang baik hanya dibiarkab satu buah tunas, sisanya dipangkas. Tunas-tunas yang tidak dimanfaatkan tersebut dapat ditanam sebagai stek pucuk dengan persen hidup rata-rata 90-100%.
  2. Pembuatan stek pucuk dari kebun pangkas : selain itu dapat pengambilan tunas dapat dilakukan dari tanaman sukun yang dipangkas. Pembuatan kebun pangkas dapat dilakukan di persemaian atau di lapangan. Tanaman sukun yang dipangkas setinggi 50 cm. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dari kebun pangkas mencapai 64,50%.

    Gambar 3. Tahapan pembibitan sukun dengan stek pucuk

  Pembuatan stek pucuk dilakukan dengan memotong tunas sepanjang 10 cm, memiliki 2-3 daun. Satu buah tunas dapat dibuat menjadi 2 stek pucuk (potongan ujung dan bagian pangkal). Penanaman stek dilkukan pada media pasir sungai di dalam bedengan bersungkup. Stek pucuk dapat disapih ke media tanah + kompos (3:1) setelah berumur 2-3 bulan. Bibit dipelihara di persemaian dengan naungan paranet 50% sampai siap tanam. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dapat mencapai 88,83%.

 Bahan bacaan

 Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K. dan Suwandi. 2004.Penggunaan Trubusan Stek Akar Tanaman Sukun Sebagai Bahan Stek Pucuk. Jurnal Penelitian Hutan tanaman vol. 1 no. 1, April 2004,   halaman 21-28. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K dan Ismail, B. 2004. Pengaruh Ukuran Stek Posisi dan Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Akar Sukun. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 1 No. 2, Agustus 2004,   halaman 79-86. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemu-liaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Setiadi, D. Dan Adinugraha, H.A. 2005Pengaruh Tinggi Pangkasan Induk Terhadap Kemampuan Bertunas Tanaman Sukun Pada Kebun Pangkas. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 2  No. 2, Agustus 2005,   halaman 13-20. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Ditulis dalam Artikel. Tag: , , , , . 7 Comments »

CARA MUDAH DAN MURAH MEMPRODUKSI BIBIT JATI BERKUALITAS

CARA MUDAH DAN MURAH MEMPRODUKSI BIBIT JATI BERKUALITAS

 

Oleh :  Mahfudz dan  M. Anis Fauzi

Tulisan 2. Pembuatan stek pucuk Jati

 Stek pucuk adalah metode perbanyakan vegetatif  secara konvensional  dengan  menumbuhkan terlebih dahulu  tunas-tunas axilar pada media  persemaian sampai berakar sebelum dipindahkan ke lapangan. Keberhasilan   stek pucuk tergantung pada beberapa faktor  dalam  dan luar.  Yang termasuk faktor dalam  diantaranya  adalah tingkat  ketuaan donor  stek,  kondisi fisiologi stek, waktu pengumpulan stek, dsb.   Sedangkan yang termasuk faktor luar antara lain adalah  media perakaran,  suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan  hormon pengatur tumbuh.

Gambar 2. Stek pucuk dan hasil  stek umur 2 bulan

 Tahapan yang perlu diperhatikan dalam  pembuatan stek pucuk : Pengguntingan stek, Pemberian hormon tumbuh, Penanaman stek, Aklimatisasi dan Pemeliharaan stek.

 Tahapan yang perlu diperhatikan dalam  pembuatan stek pucuk :

A. Peralatan stek  :

1.      Gunting  stek  untuk memotong   batang stek ,  pisau atau cutter   untuk  memperhalus permukaan  stek, timbangan analitik, cetok, sekop, ayakan pasir, gembor, sprayer.

2.      Tempat / bak stek yang memperhatikan  drainase guna  menghindarkan adanya genangan air (bak perakaran dengan ukuran 500 x 600x 20 cm), plastik sungkup, ember plastik, bak plastik.

3.      Peneduh / sharlon dan sungkup untuk menjaga suhu dan kelembaban udara rata-rata 80%  dalam bak  serta mengurangi  intensitas cahaya matahari secara langsung (± 25%.)

4.      Label yang memadai untuk memberikan informasi   yang jelas dari perlakuan  yang digunakan dan  tanggal pelaksanaan

5.      Media yang sesuai untuk stek, yaitu media yang mampu  menahan kelembaban air, cukup aerasi  dan dapat menahan dengan  baik  kedudukan stek yang ditanam (media stek yaitu pasir, kompos dan topsoil dengan perbandingan  2 : 2 : 1).

6.      Fasilitas penunjang diperlukan untuk memproduksi stek dalam jumlah besar dan  jangka panjang,  antara lain adalah :  pengaturan suhu,  pengaturan naungan, pengaturan ventilasi, pengaturan penyiraman dan pengaturan kelembaban  ruangan yang dijalankan  secara  otomatis   merupakan suatu hal   yang menunjang keberhasilan pembuatan stek .

B.  Medium  stek

Umumnya   media yang digunakan  untuk penyetekan adalah media yang mampu  menahan kelembaban air, cukup aerasi  dan dapat menahan dengan  baik  kedudukan stek yang ditanam.   Media tersebut dapat menggunakan   pasir dan kompos  dengan  perbandingan  2 : 1 atau menggunakan  pasir, kompos dan topsoil dengan perbandingan 2:2:1.  Penempatan medium  stek  dapat     menggunakan bak stek  atau  langsung  menggunakan polybag  yang selanjutnya  ditempatkan  pada  bak stek permanen.

C.  Metode  pengguntingan  stek

Metoda  pengguntingan  stek  yang dilakukan ada dua cara  yaitu menggunting pada kebun pangkas  berdasar pertumbuhan  kebun pangkas dan cara untuk menggunting  untuk stek dari tunas  di kebun pangkas.

Pengguntingan pada setiap sumbu pokok  atau tunas dilakukan  pada sekitar 1 cm  diatas mata /nodum (duduk daun) karena zat auksin yang membantu pertumbuhan jaringan baru terletak di bawah nodum tersebut. Pada prinsipnya  setiap mata akan  menghasilkan tunas baru  asalkan dijaga  pertumbuhan dominansi apikalnya. Pada cabang yang tertinggal  di sumbu pokok dibiarkan tumbuh  sampai mempunyai  3-5  daun dewasa baru  digunting ujung cabangnya.Daun pada stek dikurangi hingga tinggal 2/3nya.

D.  Metode pemberian hormon

Pemberian hormon dalam bentuk larutan IBA ( Indole Buteric Acid), NAA (Naftalene Acetic Acid ) dan IAA (Indole Acetic Acid), biasanya menggunakan konsentrasi  10 sampai 30  ppm  dan direndam  selama beberapa saat.   Cara  pembuatan hormon   dalam bentuk larutan ini  pertama – tama adalah  melarutkan hormon dengan sedikit alkohol, kemudian ditambahkan air  sedikit demi sedikit  dengan pipet sesuai dengan  konsentrasi yang diinginkan. Pemberian dengan cara bubuk  dapat dilakukan  dengan  cara  mencampur  hormon tersebut dengan  bubuk (talk) sesuai dengan konsentrasi yang diinginkan dan langsung dioleskan  pada stek secara langsung atau terlebih dahulu dibuat pasta.

E.  Cara penanaman stek jati

Pada dasarnya penanaman stek memerlukan  syarat-syarat tertentu  antara lain :

a.       Kelembaban  tinggi  ( > 80 %), disemprot dengan sprayer 2x sehari (pagi dan siang).

b.      Suhu lingkungan berkisar antara 24 – 32º Celcius.

c.       Media tanah mempunyai aerasi yang baik dan terjaga  kelembabannya dengan baik.

d.      Intensitas cahaya matahari yang masuk 25%.

Beberapa cara penanaman stek yang umum  digunakan  adalah :

a.         Penanaman langsung pada bedengan , dengan  membuat gundukan dibawah rimbunan  tanaman  yang sengaja dibuat untuk peneduh dan akan lebih baik bila tanahnya  disterilkan terlebih dahulu.

b.         Penanaman dengan menggunakan bak tabur.  Umumnya  media yang  digunakan adalah  dibuat sedemikian rupa  sehingga mempunyai kemampuan  untuk menahan air dengan baik  dan darinase yang baik.  Bak tabur dapt dilengkapi sungkup  plastik dan jaring  naungan untuk menjaga suhu dan kelembaban  serta intensitas cahaya.

c.         Penanaman dengan menggunakan polybag secara langsung yang mana  kantong tersebut  setelah ditanami  diletakkan dibawah sungkup  plastik dengan  diberi naungan. Penanaman stek dengan polybag lebih praktis dan efisien, karena stek yang berakar tidak perlu disepih lagi.

F.  Pemeliharaan dan penyapihan stek

Pemeliharaan stek terdiri atas  penyiraman  secara rutin pagi dan sore,  penyiangan  dari  rumput/ lumut  serta penyemprotan dari hama  dan penyakit.  Penyapihan stek dilakukan   apabila  stek yang ditanam sudah berakar dan siap diaklimatisasi pada tempat diluar bedeng dengan intensitas cahaya yang bervariasi

Daftar Bacaan

Hartmann, H.T., D.E Kester and Davies, F.T,  1990.  Plant Propagatio  Principle and  Paractice.  Prentice Hall. Inc. ,  Englewood Cliffs.  New Jersey

Kaosa-ard, A., V. Suangtho and E.d Kjaer. 1998.  Experience From Tree Improvement of  Teak (Tectona grandis) in Thailand.  Danida Forest Tree Seed Centre .

Leksono, B.,  2001.   Pentingnya Benih Unggul  Dalam Program Penanaman Jati  dan strategi Pencapaiannya.  Makalah dalam Workshop Nasional Jati 2001 tanggal 4-6 September 2001.  Universitas Sumatera Utara.  Medan

Mahfudz,   2003.   Sekilas  Tentang Jati.   Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.  Yogyakarta.

Na,iem,  M. 2003.  Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Jati  Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.  Makalah dalm Ekspose Hasil-Hasil Penelitian P3BPTH ,  Yogyakarta.

               , M., 2003.  Pembiakan Vegetatif dan Implementasinya  dalam Skala Operasional  di Kehutanan.  Diskusi Hasil-Hasil Litbang Pusat Penelitian dan Konservasi Alam.  Bogor.

Wudianto,  1995.  Membuat Stek, Cangkok dan Okulasi.  Penebar Swadaya, Jakarta

Zobel, B.J. and J. Talbert, 1984.  Aplied Forest Tree Improvement.  John Wiley and  Sons, New York.

Novilita

Blog Pribadi, suka-suka Gue..

Sampaikan Walau Satu Ayat

DIPERSILAHKAN JIKA INGIN MENGCOPY DAN MENYEBARLUASKAN ARTIKEL PADA BLOG INI.

HighTalk

Everything Digital Content

Poetry, Prose & Memoir

by Terah Van Dusen

Edo Rusyanto's Traffic

Edo Rusyanto's Traffic

5osial's Blog

kecanduan dunia mesin, ora lali sekolah

satuaspal.com

OTOmotif dan OOT ^_^

Simple Error

1 Foto, 101 Kisah

racemotogp.com

Berita Seputar MotoGP

Indomoto.com

Blog otomotif, sepeda motor, lalu lintas, internet, musik, #whatever

Rudy SouL Blog

Blog Motor ++

MasAffan Blog's

Suka Suka !

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 554 pengikut lainnya.