CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

 

Oleh: Hamdan AA. dan Suwandi

 

       Gambar 1. Buah sukun gundul

Tanaman sukun adalah salah satu jenis tanaman kehutanan yang menghasilkan buah dengan kandungan gizi yang tinggi. Selain menghasilkan kalori (karbohidrat) yang cukup, buah sukun juga mengandung vitamin C, kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Oleh karena itu jenis ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman sukun adalah pengadaan bibit yang baik, karena jenis sukun tidak menghasilkan biji sehingga pembibitannya dilakukan secara vegetatif. Teknik pembiakan vegetatif yang dapat dilakukan antara lain pencangkokan, pemindahan tunas alami, stek akar dan stek pucuk. Akan tetapi teknik yang sudah biasa dilakukan adalah stek akar dan stek pucuk, karena dengan cara ini akan diperoleh bibit dengan jumlah yang mmadai.

 

Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 

  1. Pemilihan  pohon induk yang baik dengan ciri-ciri sehat /tidak terserang hama/penyakit, produktivitas buah tinggi dan rasa buah enak
  2. Pengambilan akar dipilih yang  menjalar dekat dengan permukaan tanah dengan diameter 1-3 cm
  3. Pembuatab persemaian : akar dipotong-potong sepanjang 10-15 cm, kemudian dicuci dengan air yang telah diberi zat pengatur tumbuh akar. Stek ditanam dengan posisi tegak pada media pasir di dalam bedengan yang diberi sungkup dari plastik untuk menjaga kelembaban sampai dengan 90%. Penyiraman dapat dilakukan 1-2 kali sehari (pagi dan sore hari). Dengan memelihara kelembaban yang baik maka keberhasilan stek akar rata-rata mencapai 80-95%.
  4. Penyapihan dan pemeliharaan bibit : setelah stek akar yang tumbuh berumur 3 bulan dilakukan penyapihan ke media tanah + pupuk kompos (3:1). Bibit dipelihara di persemaian yang di naungi paranet dengan intensitas cahaya 50%. Bibit sudah siap tanam setelah berumur 6 bulan

  Gambar 2. Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 Tahapan pebibitan sukun dengan stek pucuk:

 

  1. Pembuatan stek pucuk dari trubusan stek akar : biasanya pada stek akar tumbuh 2-5 tunas, untuk mendapatkan pertumbuhan bibit stek akar yang baik hanya dibiarkab satu buah tunas, sisanya dipangkas. Tunas-tunas yang tidak dimanfaatkan tersebut dapat ditanam sebagai stek pucuk dengan persen hidup rata-rata 90-100%.
  2. Pembuatan stek pucuk dari kebun pangkas : selain itu dapat pengambilan tunas dapat dilakukan dari tanaman sukun yang dipangkas. Pembuatan kebun pangkas dapat dilakukan di persemaian atau di lapangan. Tanaman sukun yang dipangkas setinggi 50 cm. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dari kebun pangkas mencapai 64,50%.

    Gambar 3. Tahapan pembibitan sukun dengan stek pucuk

  Pembuatan stek pucuk dilakukan dengan memotong tunas sepanjang 10 cm, memiliki 2-3 daun. Satu buah tunas dapat dibuat menjadi 2 stek pucuk (potongan ujung dan bagian pangkal). Penanaman stek dilkukan pada media pasir sungai di dalam bedengan bersungkup. Stek pucuk dapat disapih ke media tanah + kompos (3:1) setelah berumur 2-3 bulan. Bibit dipelihara di persemaian dengan naungan paranet 50% sampai siap tanam. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dapat mencapai 88,83%.

 Bahan bacaan

 Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K. dan Suwandi. 2004.Penggunaan Trubusan Stek Akar Tanaman Sukun Sebagai Bahan Stek Pucuk. Jurnal Penelitian Hutan tanaman vol. 1 no. 1, April 2004,   halaman 21-28. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K dan Ismail, B. 2004. Pengaruh Ukuran Stek Posisi dan Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Akar Sukun. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 1 No. 2, Agustus 2004,   halaman 79-86. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemu-liaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Setiadi, D. Dan Adinugraha, H.A. 2005Pengaruh Tinggi Pangkasan Induk Terhadap Kemampuan Bertunas Tanaman Sukun Pada Kebun Pangkas. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 2  No. 2, Agustus 2005,   halaman 13-20. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Gambar | Posted on by | Tag , , , , | 7 Komentar

PENELITIAN PEMULIAAN JENIS MERBAU (Instia bijuga)

Mahfudz

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

Koleksi Materi Genetik Merbau

Kegiatan pengumpulan materi genetik merbau berupa biji telah dilakukan di beberapa populasi alam di Papua yaitu Bintuni dan Manimeri, Sarmi (Jayapura), Babo, Manokwari, Nabire, Wasior, Sorong dan di Jawa (Carita) Jumlah materi genetik yang tekumpul sebanyak 150 famili. Diameter pohon induk di papua berkisar antara 80 – 200 cm dan tinggi pohon induk antara 26-40 m. Kegiatan koleksi materi genetik merbau dilakukan sejak tahun 2005 – 2006.

Tabel 1. Data kondisi pohon induk pada setiap populasi merbau

No

Populasi

Jumlah pohon induk

Rata-rata diameter (cm)

Rata-rata- tinggi (m)

1. Bintuni dan Manimeri

36

135,5

28,4

2.

Sarmi

29

115,7

24,7

3.

Babo

16

124,4

26,8

4.

Nabire/TandiaWasior

29

116,8

25,7

5.

Sorong

10

105,8

25,5

6

Manokwari

15

128,6

27,2

7.

Carita

15

64,2

23,6


Gambar 1. Seleksi pohon induk superior di hutan alam Papua

Teknologi Perbanyakan Tanaman

Telah dikuasai teknik perbanyakan tanaman merbau baik secara generatif maupun vegetatif. Penelitian teknik perbanyakan vegetatif yang dilakukan adalah sambungan dengan teknik top clept dan stek stek pucuk. Teknik pembiakan vegetatif dengn stek pucuk menunjukkan keberhasilan yang cukup tinggi dan bibit yang dihasilkan telah diuji tanam di dua lokasi (plot konservasi merbau) di Gunung Kidul dan Sobang-Banten.


Gambar 2. Bibit merbau di persemaian

Pembangunan Plot Uji Keturunan Merbau

Plot uji keturunan merbau di Sobang dibangun pada tahun 2007 dengan melibatkan 100 famili yang diuji. Penanaman disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RCBD) yang terdiri atas 6 blok yang pada masing-masing blok terdiri atas 4 treeplot, sehingga total unit pengamatan sebanyak 2.400 plot tanaman.

Hasil pengamatan pada umur 6 tahun menunjukkan persentase hidup tanaman rata-rata secara umum 56,63%. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa sampai dengan umur 4 tahun diketahui pertumbuhan tanaman uji keturunan merbau di Sobang adalah sebagai berikut: tinggi rata-rata bervariasi mulai 0,67 – 2,02 cm, diameter batang bervariasi dari 1,00 – 2,25 cm. Tinggi tanaman terbaik dapat mencapai 6,05 m dan diameter batang terbaik mencapai 9,74 cm. Besarnya variasi tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi lahan yang cukup bervariasi maupun oleh perbedaan provenan dan famili-famili yang digunakan.

Berdasarkan hasil penaksiran nilai heritabitas famili diperoleh bahwa untuk sifat tinggi diperoleh nilai heritabilitas 0,381 sedangkan untuk sifat diameter sebesar 0,426. Besaran nilai heritabilitas untuk sifat tinggi termasuk rendah dan untuk sifat diameter termasuk sedang (antara 0,4 – 0,6). Hal tersebut dimungkinkan karena adanya pengaruh interaksi yang cukup besar antara replikasi dengan famili yang diuji sehingga komponen varians interaksi cukup besar yang menyebabkan besarnya variasi pertumbuhan tanaman antar famili yang diuji.

Sumber

Laporan Hasil Penelitian Populasi Pemuliaan Jenis Kayu Pertuklangan Daur Panjang Tahun 2013. Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Dipublikasi di Artikel | Tag , , | Meninggalkan komentar

PENELITIAN PEMULIAAN JATI (Tectona grandis)

Mahfudz, Sugeng Pudjiono, Hamdan Adma Adinugraha dan M. Anis Fauzi

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuluiaan Tanaman Hutan Yogyakarta

Koleksi materi genetik jati

Kegiatan pengambilan materi genetik jati telah dilakukan dari beberapa populasi yaitu Gunung Kidul DIY, Jawa Tengah (Kendal, Donoloyo, Rembang), Jawa Timur (Cepu, Madiun, Mboto), Nusa Tenggara Timur (Kateri, Tasifeto Barat) dan Sulawesi Tenggara (Warangga, Wakuru, Matakidi, Buton). Materi genetik yang dikumpulkan berupa buah/benih maupun bahan vegetatif berupa cabang yang digunakan untuk bahan scion. Materi genetik benih dijadikan bahan untuk pembangunan kebun benih semai uji keturunan (SSO) sedangkan cabang dijadikan sumber scion untuk penyediaan materi uji klon di Gunung Kidul dan Wonogiri. Kegiatan koleksi materi genetik dilakukan sejak tahun 2002 s/d 2004.

Teknologi perbanyakan tanaman jati

Teknologi perbanyakan tanaman jati telah dikuasai baik secara generatif maupun vegetatif dengan cara sambungan (okulasi), stek pucuk dan kultur jaringan. Bibit yang dihasilkan dari perbanyakan vegetatif dijadikan materi untuk pembangunan kebun pangkas di arboretum Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta, pembangunan plot uji klon jati di Gunung Kidul dan Wonogiri serta pembangunan plotuji keturunan merbau di Gunung Kidul.

Pembangunan plot uji genetik jati

  1. Pembangunan plot uji klon jati di Watusipat Gunung Kidul pada tahun 2002 menggunakan 31 klon dengan luasan 2,5 ha. Rata-rata tinggi 12,71m, dbh12,80 cm,tinggi bebas cabang 4,81 m, skor kelurusan batang 2,46, volume individu pohon 0,126 m3 dengan taksiran riap 20,99 m3/ ha/tahun. Klon-klon terbaik yaitu nomor 3, 13, 18, 1, 34.
  2. Uji uji klon di Wonogiri yang luasnya 2,7 ha yaitu pada tahun 2002 menggunakan 20 klon dan pada tahun 2005 menggunakan 100 klon. Rata-rata tinggi 12,38 m, dbh 18,54 cm, tinggi bebas cabang 4,22 m, skor kelurusan batang 2,38, volume individu pohon 0,258 m3 dengan taksiran riap 21,49 m3/ ha/tahun. Klon-klon terbaik yaitu nomor 6, 7, 11, 12 dan 18. Pembungaan tanaman pada plot uji klon jati di Wongiri umur 9 tahun menunjukkan bahwa proses pembungaan belum berkembang dengan baik. Akan tetapi jumlah pohon yang telah berbunga masih terbatas dan penyebarannya belum merata yaitu baru 15%.

    Tanaman uji klon jati tahaun 2005 menunjukkan rata-rata tinggi pohon 8,52 m, dbh 10,16 cm, tinggi bebas cabang 3,72 m, skor kelurusan batang 1,97, volume individu pohon 0,061 m3 dengan taksiran riap volume 7,26 m3/ha/tahun. Klon-klon yang menunjukkan pertumbuhan terbaik yaitu nomor 23, 24, 41, 43 dan 44.

Gambar 1. Uji klon jati dan uji keturunan jati

  1. Pembangunan uji keturunan jati dilakukan di Petak 93 Playen, Gunung Kidul pada tahun 2006 seluas 2,7 ha dengan menggunakan 120 famili. Persentase hidup rata-rata 84,72%, bervariasi mulai 55,55-100%. Terdapat variasi yang signifikan antar family dan populasi Rata-rata tinggi 6,15 m, dbh 6,78 cm, tinggi bebas cabang 2,12 m, skor kelurusan batang.
  2. Selain itu dibangun pula ujiklon jati di Banjarbaru Kalimantan Selatan yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru menggunakan bibit hasil stek pucuk dan di Pendopo, Sumaterra Selatan bekerjasama dengan Balai Penelitian Kehutanan Palembang dengan menggunakan bibit jati hasil okulasi.

Sumber

Laporan Hasil Penelitian Populasi Pemuliaan Jenis Kayu Pertuklangan Daur Panjang Tahun 2013. Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Dipublikasi di Artikel | Tag , , | Meninggalkan komentar

KEBUTUHAN KAYU SECARA NASIONAL 5 TAHUN TERAKHIR

Oleh : Suwandi

  1. PENDAHULUAN

Secara umum industri kehutanan Indonesia (khususnya pengelolaan hutan alam) saat ini berada dalam kondisi yang “bergejolak dan penuh ketidak pastian” sehingga tidak heran bila sementara pihak mulai mengangkat isue “moratorium” dan menyebutnya sebagai “sunset industry”.

Melihat sejarahnya industri pengusahaan kayu bulat Indonesia bisa dilacak jauh ke belakang. Bahkan sejak kedatangan kolonialis Barat dari era abad ke 17 sampai 19 telah terjadi pengrusakan hutan jati di Jawa. Tahun 1743 terjadi kontrak karya antara VOC dengan Kerajaan Mataram yang menyebutkan seluruh jati adalah milik Kompeni sedangkan tanahnya tetap milik Kerajaan Mataram. Begitu juga di tahun 1849, Sultan Jogja diserahi hak mengelola hutan jati yang terletak di kesultanannya, namun karena sering terjadi penebangan tanpa ijin, maka pada tahun 1875 semua penebangan pohon harus seijin Pemerintah Hindia Belanda.

Tampaknya dalam upaya untuk menguasai seluruh lahan hutan yang ada, pemerintah di tahun 1870 menerbitkan UU Agraria “Agrariche Wet” yang mengatakan bahwa semua lahan yang tidak dibebani hak adalah milik negara. Bahkan UU No 5 Tentang Pokok-pokok Agraria Tahun 1960 juga tidak jauh berbeda dengan UU Agraria 1870. Ini adalah cikal bakal permasalahan pertanahan (dalam hal ini konflik sosial kehutanan) yang ada sampai saat ini. Bahkan UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia dan UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sepertinya memberi peluang bagi pembagian hak dengan masyarakat setempat tetapi juga pada kenyataannya tidak semulus itu. Maka pertentangan antara pemerintah dengan masyarakat adat maupun tarik menarik kewenangan antara pemerintah pusat dengan PEMDA semakin menjadi-jadi.

  1. ANALISA KOSUMSI KAYU

Pembangunan industri kehutanan (wood based industry) di Indonesia didorong oleh upaya pencapaian tujuan pembangunan ekonomi meningkatkan penghasilan devisa melalui eksport, meningkatkan penciptaan lapangan kerja, dan mencapai nilai tambah. Industri kehutanan selalu dianggap sebagai sektor ekonomi utama yang mempunyai keunggulan comparative karena melimpahnya bahan baku dan upah buruh yang murah.

Akibat adanya persepsi keunggulan comparative itulah maka terlihat kecenderungan industri kehutanan Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Kapasitas industri terpasang dari tahun ke tahun meningkat dengan pesat. Lihat Tabel di bawah ini. Kapasitas pabrik penggergajian kayu meningkat dari 8,8 juta m3 di tahun 1985 menjadi 11 juta m3 di tahun 2002. Pabrik plywood kapasitasnya relatif stabil di angka 9,4 juta m3, walaupun pernah melewati angka 10 juta m3 di tahun 1989 dan 1990. Walaupun demikian produksi dari industri penggergajian dan plywood memperlihatkan trend yang menurun. Kecuali industri pulp dan kertas, baik kapasitas industri terpasang maupun realisasi produksinya yang terlihat menaik.

Kondisi ini sebetulnya sudah menggambarkan realitas dimana produksi yang mengandalkan bahan baku kayu berukuran diameter besar dari hutan alam mulai berkurang, sedangkan industri yang tidak mengandalkan ukuran diameter kayu besar (yang bisa disupply dari kayu hutan tanaman dengan daur yang singkat) tetap terus tumbuh.

Kebutuhan akan bahan baku kayu dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pembangunanmasarakat, sedangkan areal hutan semakin menyusut, Menteri Kehutanan, M.S. Ka’ban, mengungkapkan, kebutuhan dunia atas bahan baku kayu pada tahun 2014 diperkirakan setidaknya mencapai 350 juta meter kubik per tahun. Permintaan bahan baku kayu itu diperkirakan cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pabrik kertas, mebel, pertukangan, dan lainnya,

Menurut Harian Umum Pelita Online kebutuhan kayu secara Nasional diperkirakan mencapai 60 juta m3, pertahun, sedangkan dari departemen kehutanan memberi jatah produksi kayu secara nasional berdasarkan Keputusan Menteri kehutanan lima tahun terakhir sebagai berikut:

No.

Tahun

SK Menhut. No.

Kebutuhan Kayu Nasional

1

2005

SK. 207/Menhut-II/2004

5.456.570 m3

2

2006

SK.357/MENHUT-VI/2005

8.152.250 m3
3

2007

SK.72/Menhut-VI/2007

12.428.000 m3
4

2008

SK.388/Menhut-VI/2007

9.100.000 m3

5

2009

SK. 400/Menhut-II/2008

9.100.000 m3

Jika dilihat dari jatah produksi yang di berikan oleh pihak Departemen Kehutanan seperti yang tertera pada tabel diatas sepertinya kebutuhan kayu secara nasinal belumlah terpenuhi rata-rata per tahun jatah produksi hanyalah sekitar 8. 847.364 m3

  1. KESIMPULAN

Untuk mencapai kondisi ideal dunia kehutanan, ada beberapa hal yang bisa menjadi dasar pertimbangan dalam membuat kebijakan yang bisa mengontrol dan atau mengendalikan sisi penawaran maupun permintaan kayu.

Pasar kayu nasional merupakan pasar yang regulated, dimana pemerintah menentukan berapa besaran produksi (JPT) setiap tahunnya. Namun seperti juga di tempat yang lain, pasar tidak bisa didikte begitu saja. Bila konsumsi meningkat, sementara potensi untuk meningkatkan produksi ada, sedangkan sisi aturan dan penerapan hukum lemah, maka akan terjadi “perlawanan” pasar, dalam hal industri kehutanan, sebagai illegal logging. Jadi pengawasan atau kontrol illegal logging bisa dilakukan melalui pendekatan regulasi pasar. Tetapi harus dipahami bahwa ekuilibirum pasar merupakan kondisi sesaat yang bisa berubah setiap saat. Sehingga regulasipun harus siap melakukan antisipasi setiap saat. Tidak ada regulasi yang bertahan lama, kecuali akan segera menjadi ketinggalan jaman, karena pasar pasti akan segera melakukan perlawanan mencari keuntungan bagi

pelaku pasar.

REFRENSI

Kayu di DKI Dapat Menutup, Kebutuhan Nasional (2009) Harian Umum Pelita Online. http://www.pelita.or.id/baca.php?id=5425/tgl28-10-2009

Sumardjani Lisman, et all (2007) Analisa Kosumsi Kayu Nasional http://www.rimbawan.com/kkn/KKN_02mei07_a.pdf/ di download tgl 28-10-2009

Sk Menhut : http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/mg58ufsc89hrsg/SK_72_2007.pdf/tgl 28-10-2009

http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/22431/tgl 28-10-2009

http://www.aceh-eye.org/data_files/bahasa_format/indo_gov_bhs/indgovt_decrees/indgovt_decrees_2005_10_13_00.pdf/ tgl 28-10-2009

http://www.dephut.go.id/files/388_07.pdf/ tgl 28-10-2009

http://www.dephut.go.id/files/400_08.pdf/26-10-2009

Dipublikasi di Artikel | Tag , ,

CONTOH RENCANA USAHA PEMBIBITAN TANAMAN SENGON

RENCANA USAHA

  1. UMUM
  1. Produk

Pada rencana usaha yang dibuat ini rencananya produk yang akan di jual ke pasar yaitu berupa bibit sengon yang unggul dari bibit sengon yang telah dijual kebanyakan pengusaha bibit sengon lainnya. Di sini dijelaskan secara umum keunggulan bibit yang nanti akan kami jual yaitu bibit setelah 6 bulan tinggi sekitar 70-125 cm dengan harga terjangkau oleh para petani.

Keunggulan lain dari bibit sengon dari pembibitan yang kami kelola yaitu bibit lurus, bebas dari hama dan penyakit dan subur, dengan memberi bibit label dengan tulisan bibit unggul, ini juga merupakan suatu usaha kami buat mengungguli pesaing yang menjual bibit sengon juga

  1. Nama Usaha

Usaha ini kami beri nama “Pembibitan Tanaman Sengon ” Mengapa kami memilih usaha pembibitan tanaman sengon, karena kami melihat potensi usaha ini khususnya di kota Yogyakarta ini cukup bagus, sebab kebutuhan akan bibit sengon cukup tinggi karena kebutuhan akan kayu sengon juga meningkat dikarenakan kayu sengon cepat besar rata-rata pada umur 5 tahun sudah bisa di panen.

  1. Lokasi Usaha

Usaha pembibitan tanaman sengon ini berlokasi di Jl. Palagan tentara Pelajar Km 15, Purwobinangun, Pakem Sleman, alasan memilih lokasi tersebut lumayan strategis dekat dari tempat tinggal penggagas usaha, banyak sumber air.


  1. Layout Fasilitas fisik
A
A
B
D
D

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

A                             Areal Penyemaian Biji

B                             Areal Penyapihan bibit

C                             Jl. Utama

D                            Jl. Cabang

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam usaha ini adalah :

  • Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan perekonomian di sektor riil.
  • Memperkenalkan bibit unggul baru tanaman sengon, kepada masyarakat umum.
  1. Proyeksi pasar

Kutub pertama dari model lingkungan bisnis adalah aspek pasar. Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan barang/jasa yang dihasilkan bisnis tersebut. Oleh karena itu, kami melakukan survei kecil untuk melihat potensi dari usaha kami.

Dari hasil survei kecil yang kami lakukan di sekitar lokasi usaha yang rencananya akan dijalankan, menunjukan sekitar 50,05% permintaan akan bibit sengon. Jadi kami berkesimpulan bahwa besarnya pasar usaha pembibitan sengon ini adalah ±50,05% itu.

  1. Aspek Manajemen

Usaha pembibitan tanaman sengon ini dimiliki bersama dengan sistem modal bersama, dan keuntungan serta kerugian dibagi dan ditanggung bersama.

  1. RENCANA PEMASARAN DAN PROMOSI
  1. Pemasaran
  1. Target Pembeli

Sasaran yang akan dibidik secara langsung adalah para petani dan pengusaha bibit tanaman hutan kelas menengah. Yang beraktivitas di Yogyakarta dan sekitarnya. Alasan pemilihan ini adalah karena Petani dan pengusaha bibit tanaman hutan kelas menengah merupakan konsumen paling potensial bagi usaha kami. Untuk kategori kedua, kami akan menargetkan kelompok/organisasi. Alasan pemilihan kelompok adalah untuk pengembangan kelanjutan usaha. Cara yang nantinya akan kami tempuh untuk menjaring kelompok/organisasi adalah dengan memberikan diskon ataupun potongan harga.

  1. Target penjualan

Dalam usaha pembibitan tanaman sengon ini kita mencoba mentargetkan penjualan bibit bisa terlaksana pada bulan ke-6 setelah penyemaian biji, dengan perkiraan bibit terjual pada pada bulan ke-6 s/d 12 rata-rata sekitar 22.667 bibit perbulan (cashflow terlampir)

  1. Promosi

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mempromosikan usaha pembibitan tanaman sengon ini yaitu melalui pembuatan leaflet, media massa serta dari mulut ke mulut artinya dari konsumen memberitahu ke konsumen yang lain.

 

  1. Aspek pembiayaan

 

  1. Rencana biaya usaha

Pada kegiatan usaha pembibitan tanaman sengon ini diperkirakan memerlukan biaya untuk 1 (satu) tahun kedepan sebesar Rp. 28.180.000, dengan asumsi pada bulan pertama/diawal usaha dimulai biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 20.590.000, untuk biaya produksi dan peralatan, dan biaya selanjutnya adalah sebesar Rp. 7.590.000, buat biaya operasional lainnya, untuk detailnya bisa dilihat pada data analisa usaha pembibitan tanaman sengon terlampir.

  1. Laporan Laba rugi

Dalam menjalankan usaha Pembibitan Tanaman Sengon memiliki prospek yang bagus hal itu terlihat dari rencana laporan laba rugi rata-rata per tahun yang di gambarkan dalam 1 (satu) tahun kedepan.

Laporan Rugi Laba Pembibitan Tanaman Sengon

Dalam 1 (satu) Tahun Ke depan

 

No. Uraian 1 Tahun ke depan
1 Pendapatan Rp. 68.000.000,-
2 Pengeluaran

  1. Biaya Produksi dan Peralatan
  2. Penyusutan
  3. Biaya operasional
 

Rp. 16.420.000,-

Rp. 4.170.000,-

Rp. 7.590.000,-

  JUMLAH Rp. 28. 180.000,-
  LABA Rp. 39.820.000,-

 

Dan untuk melihat data rugi laba lebih detail dapat di lihat pada lampiran II (CashFlow)

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan nilai

  1. BEP
  • BEP untuk volume Produksi = 56.360 bibit maka titik balik modal usaha produksi pembibitan bila jumlah produksi nya sekitar: 56.360 bibit
  • BEP untuk harga produksi Produksi = Rp. 207 maka titik balik modal usaha produksi pembibitan sengon bila harga produksi cukup dengan harga Rp 207.

 

 

  1. Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio) = Rp 2,4

Dari biaya yang di keluarkan sebesar Rp 28.180.000 akan diperoleh hasil penjualan 2 kali lipat,

  1. NPV (Net Present Value)

 

Dengan asumsi bunga bank 13% pertahun, penerimaan yang akan diperoleh 12 bulan yang akan datang senilai Rp 59.752.246

  1. IRR (Internal Rate of Return)

 

Sama seperti NPV metode tingkat pengembalian internal atau IRR juga merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Pada metode NPV tingkat bunga yang diinginkan telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan pada metode IRR, kita justru akan menghitung tingkat bunga tersebut.

Tingkat bunga yang akan dihitung ini merupakan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari tiap-tiap cash inflow yang didiskontokan dengan tingkat bunga tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cash outflow atau nilai usaha. Dengan kata lain tingkat bunga ini adalah merupakan tingkat bunga persis usaha bernilai impas, yaitu tidak menguntungkan dan juga tidak merugikan.

Pada usaha pembibitan sengon ini IRRnya adalah sebesar 13% yang berarti usaha ini akan menghasilkan keuntungan pada tingkat bunga 13%

  1. ROI (Return Of Investment)

Pada Usaha ini nilai ROI nya adalah 0,413059 atau 41.31%, ini berarti usaha pembibitan sengon ini dapat dilaksanakan, karena usaha ini akan memberikan keuntungan sebesar 41.31% dari total biaya investasinya.

  1. Payback Period Method

Pengembalian modal awal usaha pembibitan sengon ini dalam jangka 8 bulan 5 hari, jadi tidak sampai 1 tahun modal sudah bisa di kembalikan. Artinya usaha ini cukup bagus prospek kedepannya Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Artikel | Tag , , ,

PEMBANGUNAN KEBUN PANGKAS JATI

Oleh

Sugeng Pudjiono, Hamdan AA, Susanto, Maman Sulaeman

Hasil okulasi siap tanam

Hasil Okulasi Tanaman Jati siap Tanam

I.Pendahuluan

A.Latar belakang

Salah satu upaya mendapatkan klon unggul jenis Jati adalah melalui uji klon, yang dalam pengembangannya dapat diperbanyak dengan cara pembuatan Kebun Pangkas. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Permuliaan Tanaman Hutan pada tahun 2002 telah melakukan uji klon di Watusipat Gunung Kidul dan Wonogiri Jawa Tengah dan telah mendapatkan klon-klon terbaik dari kedua uji klon tersebut. Dalam pengembangan klon-klon terbaik tersebut maka Kebun Pangkas penting untuk dipersiapkan.

 B.Tujuan

Pembangunan Kebun Pangkas Jati ditujukan untuk mendapatkan bibit unggul Jati.

II.Persiapan Pembangunan Kebun Pangkas Jati

Klon-klon unggul dipilih dari uji klon umur 5 sampai 10 tahun, yang mempunyai pertumbuhan stabil dan terbaik, berupa 5 klon dari Watusipat dan 5 klon dari Wonogiri.

 

Klon-klon tersebut diperbanyak secara perbanyakan vegetatif dengan pembuatan budgraft dari ortet terpilih.

untuk lebih lengkapnya Klik disini

Dipublikasi di Artikel | Tag , , ,

Berita Dalam Gambar

Hutan Warisan Dunia terancam perambahan

26-1-Juni_agro-indonesia_hutan

Sumber : http://www.rimbawan.com/images/stories/Kumpulan_Berita/2015/mei/IV/26%201%20Juni_agro%20indonesia_hutan.pdf

 

 

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , , ,

Indonesia Kesulitan Bersihkan Sektor Kehutanan yang Korup

Kementerian Kehutanan dianggap sebagai lembaga terkorup di negara ini, menurut KPK, yang menemukan bahwa izin-izin penebangan hutan dibeli dari pejabat lewat sogokan.

Baca lebih lanjut disini

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , , ,

Daftar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia

Siti_Nurbaya_BakarPada Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Joko Widodo, Kementerian Lingkungan Hidup digabung dengan Kementerian Kehutanan, sehingga nama kementerian kemudian menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak tanggal 27 Oktober 2014. Berikut adalah daftar orang yang pernah menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

untuk lebih jelasnya Klik disini

Dipublikasi di Artikel, Kabar-kabari | Tag , , , ,

BBPBPTH (Yogyakarta, 01/06/2015)_Dalam rangka meningkatkan peranan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) sebagai sumber energi yang bisa diandalkan di masa yang akan datang, Tim Kajian Energi, Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan kunjungan ke Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2PBPTH) selama dua hari , Senin-Selasa (25-26 Mei 2015).

– See more at: http://www.forda-mof.org/index.php/berita/post/2109#sthash.etMzNsmg.dpuf

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag ,

TANAMAN LANGKA LOKAL PULAU JAWA KOLEKSI BBPBPTH YOGYAKARTA

Fasis Mangkuwibowo, Dwi Wahyudi, Mujiyono dan Miyanto

PENDAHULUAN

Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati. Sebanyak 5.131.100 keanekaragaman hayati di dunia, 15,3% nya terdapat di Indonesia (Anonimus, 2011). Luar biasanya, keanekaragaman hayati Indonesia banyak yang berpotensi untuk dijadikan obat, dan potensi hayati yang luar biasa ini perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat besar belum mampu dikelola secara benar sampai memberikan nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat secara berkelanjutan. Sumber daya biologi hayati yang dimiliki Indonesia, sebenarnya bernilai jauh lebih tinggi dari emas atau logam bahan bakar minyak mulia, terutama ketika dibawa dan dilakukan pengembangan lebih lanjut dalam produk turunan, namun hanya 6,2% saja produk yang telah dipatenkan. Potensi keanekaragaman hayati yang telah kita gunakan, rata-rata kurang dari 5% dari potensi yang kita miliki (Anonimus, 2011). Selain itu, dari 1.790 paten per tahun, paten yang dihasilkan dari aplikasi lokal hanya 117,3 saja, padahal potensi yang belum tereksplorasi masih sangat banyak. Dengan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, perlu adanya pemberdayaan yang lebih intensif untuk melakukan penelitian di bidang tanaman obat sebagai alternatif lain pengobatan di bidang kesehatan. Dari total 28.000 spesies tumbuhan obat di Indonesia, telah diidentifikasi 1.845 sifat obat. Hingga saat ini, telah 283 spesies yang telah dieksplorasi aktif senyawanya. (anonimus, 2011).

Dengan adanya program pembangunan yang mau tidak mau menimbulkan dampak makin menyempitnya ekosistem bagi keragaman hayati tersebut, menyebabkan potensi kehilangan jenis-jenis flora baik yang telah diidentifikasi manfaatnya maupun yang belum teridentifikasi. Pembalakan liar, alih fungsi lahan dari kehutanan menjadi perkebunan adalah contoh konkrit dari tindakan yang menyebabkan kemerosotan kehilangan kekayaan hayati. Tidak hanya itu, Indonesia juga belum memiliki data berapa banyak dan besar keanekaragaman hayati yang dimilikinya.

Untuk memanfaatkan kekayaan hayati tersebut harus ada yang melakukan pemetaan keanekaragaman hayati sebagai basis data untuk mengeksplorasi kekayaan hayati bangsa Indonesia. Selain itu perlu juga adanya upaya untuk melakukan penyelamatan jenis-jenis tanaman yang semakin langka keberadaannya dengan melakukan pembibitan jenis-jenis langka tersebut.

JENIS-JENIS YANG DIKOLEKSI

Di Balai Bear Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta sejak tahun 2008 telah dilakukan upaya penyelamatan beberapa jenis langka melalui kegiatan non penelitian sebagai kegiatan pendamping kegiatan penelitian. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan bagian generatif maupun vegetatif jenis-jenis tanaman yang dikategorikan sudah jarang ditemui untuk semaikan selanjutnya disistribusikan kepada pihak yang berminat dan peduli terhadap penyelamatan jenis tanaman langka tersebut. Sampai nsaat ini di BBPBPTH telah dikoleksi sebanyak lebih kurang 32 jenis tanaman. Berikut adalah jenis-jenis langka yang telah dikoleksi di BBPBPTH :

  1. KANTIL (Michelia alba)

  2. JAMBLANG/DUWET (Syzygium cumini (L.) Skeels)

  3. KLERAK (Sapindus rarak DC)

  4. ASAM LONDO (Pithecellobium dulce)

  5. JAMBU DERSONO MAWAR (Eugenia jambos Linn)

  6. MANGGU/MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

  7. KEPUNDUNG/MENTENG (Baccaurea racemosa (Reinw.))

  8. KUPA/GOWOK (Eugenia polycephala miq)

  9. KEMENYAN (Styracaceae Styrax spp)

  10. KEBEN (Baringtonia Asiatica )

  11. WARU (Hibiscus tiliaceus L.)

  12. JAMBU DERSONO (Eugenia malaccensis)

  13. GAYAM (Inocarpus fagiferus (Parkinson) Fosberg)

  14. MUNDU (Arcinia dulcis)

  15. KEPUH (Sterculia foetida Linn)

  16. Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol)

  17. TANJUNG (Mimusops elengi)

  18. SAWO BLUDRU (Chrysopyllum cainito)

  19. SAWO MANILA (Manilkara zapota)

  20. SAWO KECIK (Manilkara kauki)

  21. ASAM JAWA (Tamarindus indica)

  22. JAMBLANG PUTIH (Eugeniajambos Linn)

  23. KAYU MANIS (Cinnamomum cassia)

  24. KEMANG (Mangifera Kemang Caecea).

  25. KECAPI (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.)

  26. GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith)
  27. NAM-NAM (Cynometra cauliflora)

  28. Abiu (Pouteria caimito)

  29. KAPULASAN (Nephelium ramboutan-ake Blume)

  30. BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng)

  31. BISBUL/SAMOLO/ MONDOLIKO (Diospyros blancoi A. DC)

  32. BENTAWAS (Wrightia pubescens R.Br.)

  33. KENARI (Canarium amboinense)

DAFTAR DISTRIBUSI BIBIT BBPBPTH

Berikut adalah daftar instansi yang telah menerima bibit tanaman langka yang telah diperbanyak :

  1. Lingkup kantor BBPBPTH dalam rangka penanaman simbolis atau kunjungan tamu penting di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta
  2. SMKN I Pandak Bantul dalam rangka penanaman perindang di lingkungan sekolah
  3. Yayasan Yarsilk untuk penanaman di Agrowisata Karang Tengah
  4. Denpal “A” Kodam Diponegoro dalam rangka penghijauan di lokai latpur Salatiga
  5. Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dalam rangka penanaman perindang di Monumen Diponegoro
  6. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah dalam rangka penanaman di Cagar Alam Gunung Lawu
  7. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ciamis dalam rangka penanaman di sekolah dan pondok pesantren
  8. Badan Lingkungan Hidup Kotamadya Yogyakarta dalam rangka penanaman untuk taman kota
  9. Dinas Kehutanan Kabupaten Purwokerto dalam rangka penanaman untuk pembuatan kebun koleksi tanaman langka di Lokasi Wisata Batu Raden
  10. KHDTK Petak 93 Gunungkidul dalam rangka pengisian lahan kosong yang kurang termanfaatkan

PENUTUP

Keberadaan jenis tanaman langka yang keberadaan semakin sedikit mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. Tindakan awal yang perlu dilakukan dalah dengan mengkonservasi keberadaannya. Salah satu langkah kecil namun mempunyai manfaat yang besar dalam upaya konservasi tersebut adalah dengan melakukan ekplorasi bahan materi genetiknya baik secara generatif maupun vegetatif dan memperbanyaknya untuk dikembangkan dalam bentuk arboretum, hutan kota dan bentuk-bentuk upaya konservasi lainnya. Dengan telah dilakukannya penyemaian tanaman langka dan terdistribusikannya tanaman langka tersebut dalam upaya penyelamatan agar tidak pubah perlu didukung dengan menambah koleksi yang telah ada. Selain itu inventarisasi dan pemeliharaan tanaman yang telah didistribusikan diperlukan untuk menjamin keberadaannya.

Dipublikasi di Artikel | Tag , , , , , , , ,

Abiu (Pouteria caimito)

Pohon buah Abiu memiliki banyak kesamaan dengan sawo duren (Chrysophyllum cainito). Dari ukuran, bentuk, dan tekstur daging buah abiu, memang mirip kenitu-sebutan sawo duren di Jawa. Dagingnya sama-sama berwarna putih susu dan kulitnya mengkilap. Perbedaannya antara lain dari bentuk tajuk. Abiu bertajuk piramid sedangkan sawo duren membulat.

Abiu masuk kerabat sawo-sawoan, pohon ini memiliki karakter yang mirip dengan para kerabatnya. Pohon berkayu itu mampu mencapai tinggi 15 meter. Buahnya yang berbentuk lonjong sampai membulat berukuran panjang 6-12 cm dengan bobot 300-700 g. Buah abiu ada yang ujungnya bulat, ada pula yang lancip membentuk nipple.

Buah Abiu adaptif di iklim tropis dan subtropis itu tumbuh subur mulai dari dataran rendah seperti Jakarta sampai dataran tinggi. Cepat berbuah adalah salah satu keistimewaan utama abiu dibanding keluarga Sapotaceae lainnya. Umur 2 tahun, tanaman asal biji mulai bebunga. Dua bulan kemudian, bunga menjadi buah berwarna hijau dan berangsur kuning cerah kala masak.

Rasanya segar dan manis membuat orang yang mencecapnya tak cepat puas. Jika digambarkan rasanya seperti krim lembut paduan susu dan karamel dengan aroma segar. Karena daging buahnya yang lembek, abiu biasa dimakan dengan dibelah melintang maupun membujur, lalu daging buahnya disendok.

Kabarnya pohon ini dari Australia, tetapi sekarang ini mudah mendapatkannya. Datang saja ke taman buah Mekarsari. Di counter tanaman buah buah ini bisa dibeli.

Selamat menanam dan tunggu 2 atau 3 tahun Insya Allah akan berbuah. Tidak usah harus menunggu cucu yg menikmati, kita yang menanamnya Insya Allah juga bisa menikmatinya.

Dipublikasi di Tanaman Kategori A | Tag , , , ,

Herliyan Ingatkan Sekolah Berwawasan Lingkungan

27a5d4934e2f3c1598695b20b19eca08Kerusakan lingkungan saat ini sudah semakin mengancam kehidupan. Sebagai contoh, tingkat kadar CO2 di atmosfir akibat pencemaran udara, sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam keutuhan bumi.

”Kesadaran akan perlunya memelihara dan menyelamatkan lingkungan harus ditanamkan sejak dini pada setiap orang. Cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Baik itu pendidikan formal, non formal maupun informal,” ujar Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh dalam Sosialisasi Menuju Sekolah Adiwiyata Berkelanjutan. Pembukaan kegiatan yang ditaja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis itu di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut Bengkalis, Rabu (10/12/14).

Kepada BLH dan Dinas Pendidikan, Herliyan berharap agar dapat menyusun langkah-langkah strategis, konkrit dan mudah diterapkan. Sehingga sekolah-sekolah di daerah ini, baik negeri maupun swasta, sekolah umum maupun kejuruan, menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan. Seluruhnya mengikuti program adiwiyata.

”Tujuan program adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, semakin banyak sekolah yang mengikuti program adiwiyata semakin baik,” paparnya.

Adapun sekolah yang dinilai sukses melaksanakan program adiwiyata tingkat Kabupaten Bengkalis 2014 untuk tingkat SD sederajat, sekolah yang menerima penghargaan tersebut adalah SD Negeri 54 dan  SD Negeri 74 Balai Makam Kecamatan Mandau, serta SDN 20 Kecamatan Pinggir.

Untuk tingkat SMP sederajat, penghargaan itu diberikan kepada SMP Negeri 1 Bengkals, SMP Negeri 1 Kecamatan Siak Kecil dan SMP Negeri 1 Kecamatan Bantan. Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat diterima SMA Negeri 1 Kecamatan Bantan, SMA Negeri 2 Bengkalis dan SMA Negeri 1 Kecamatan Pinggir. [**grc]

http://metroterkini.com/berita-11868-herliyan-ingatkan-sekolah-berwawasan-lingkungan.html

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , ,

BNPB Riau Sosialisasi Pergub No27/2014 Pengendalian Karhutla di Kota Dumai

riaugreen_BNPBSesuai dengan peraturan Gubernur Riau No. 27 tahun 2014, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau menggelar sosialisasi Prosedur Tetap (Protap) mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tahun 2014.

Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Dumai, Selasa (9/12/14) dan secara langsung dihadiri Wakil Walikota Dumai Agus Widayat.

Dalam sambutannya Agus Widayat, mengatakan musibah kebakaran hutan dan lahan hampir setiap tahun terjadi di Kota Dumai dan Provinsi Riau pada umumnya, terutama pada saat musim kemarau.

Peristiwa ini merupakan isu lingkungan strategis sehingga sangat perlu untuk dilakukan pencegahan dan pengendaliannya. Dengan adanya peraturan Gubernur Riau No. 27 tahun 2014, maka peraturan ini akan dilaksanakan dan diterapkan dengan sebaik-baiknya.

Ditambahkannya, dampak negatif akibat kebakaran hutan dan lahan terutama pada lahan gambut sangatlah besar. Misalnya kerusakan ekologis, menurunnya nilai estetika, berkurangnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, serta menurunkan keanekaragaman hayati dan ekosistem.

“Setelah dibakar seharusnya perlu dilakukan rehabilitasi dengan cara menanam kembali pepohonan, agar ekosistemnya tidak rusak. Sebab selama ini yang terjadi, setelah dibakar langsung di tanam sawit dan dijadikan perkebunan,” ungkapnya.

Selain itu, asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat, sektor transportasi, sektor pendidikan dan melumpuhkan roda perekonomian.

Serta, asap yang ditimbulkan juga dapat melintas pada batas negara dan menjadi masalah serius di tingkat Regional maupun Internasional. Sejauh ini, untuk mencegah adanya kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Kota Dumai gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ancaman hukuman, maupun himbauan agar tidak membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Selain itu Pemko Dumai juga akan mengikut sertakan seluruh stakeholder untuk bersama-sama dalam berupaya melakukan pencegahan atas terjadinya Karhutla,” terangnya.

Terakhir dikatakannya, kendala yang selama ini dihadapi ketika dilapangan adalah selain akses ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, juga dikarenakan pasokan sumber air yang terbatas bahkan tidak ada karena kekeringan sehingga membuat petugas mengalami kesulitan.

“Ditambah lagi dengan kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung membuka lahan dengan cara membakar, sehingga menambah jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di daerah ini,” tutupnya. (dok)

 

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , , ,

Wawako Agus Widayat Dukung KLH Tutup PT IBP

riaugreen_WawakoWakil Wali Kota Dumai, Agus Widayat sebelumnya sudah menyatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan jika Kantor Lingkungan Hidup (KLH) dalam menindaklanjuti tumpahan minyak di perairan dengan menutup sementara operasional perusahaan.

“Keputusan diambil KLH dinilai tindakan spontan tapi bijak dan tepat karena akibat tumpahan bisa mencemarkan lingkungan perairan setempat dan badan jalan menjadi licin yang sangat membahayakan pengendara,” katanya kepada pers belum lama ini.

Dia menyebutkan, penghentian sementara operasional perusahaan merupakan peringatan sebagai penegasan dan terapi kejut dari pemerintah untuk perbaikan di masa mendatang.

Apalagi diketahuinya PT Inti Benua Perkasatama (IBP) telah beberapa kali terjadi insiden menimbulkan kegaduhan dalam industri kerja, seperti tumpahan minyak dan kejadian kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian pekerja.

“KLH diminta untuk memproses insiden ini sesuai prosedur dan mekanisme tetap agar ke depan tidak terulang lagi serta menimbulkan efek jera bagi perusahaan lain yang beroperasi di Dumai,” tegasnya.

Dia juga mengimbau pelaku bisnis dan industri yang menjalankan kegiatan pembangunan pabrik di wilayah operasi agar tertib dalam pelaporan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta selalu memperhatikan faktor keselamatan kerja.

Menurutnya, pemerintah menyambut baik dan membuka diri bagi kepentingan masuknya investasi ke daerah karena selain berdampak positif bagi kemajuan pembangunan, juga meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi masyarakat tempatan.

“Silahkan berinvestasi di Dumai karena pemerintah akan memudahkan seluruh kepentingan perizinan, namun diharapkan terus menjaga faktor lingkungan dan keselamatan kerja supaya tercipta rasa aman dan nyaman,” kata dia.

Sementara, Kepala KLH Dumai Bambang Suriyanto menyatakan, penghentian sementara operasional perusahaan saat ini masih diberlakukan hingga keluarnya kesimpulan hasil penyelidikan uji sampel minyak tumpah oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau.

“Hasil uji sampel BLH Riau belum ada, dan status penghentian sementara operasional perusahaan masih diterapkan hingga keluar kesimpulan resmi,” ungkapnya.(red)

http://riaugreen.com/view/Lingkungan/6166/Wawako-Agus-Widayat-Dukung-KLH-Tutup-PT-IBP.html

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , , , ,

Kasus pengajuan revisi Alih fungsi Hutan, Romahurmuziy dipanggil KPK

romahurmuziy-dipanggilKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan ketua Komisi IV DPR RI asal PPP Muchammad Romahurmuziy alias Romi.

Romi dipanggil untuk diperiksa dalam perkara dugaan dugaan tindak pidana korupsi terkait Pengajuan Revisi Alih fungsi Hutan Riau tahun 2014 kepada Kementerian Kehutanan dengan tersangka pengusaha Gulat Medali Emas Manurung.

Baca juga: DPP PPP: Langkah Menkumham berikan kepastian hukum dan PPP kubu Suryadharma Ali minta polisi segera periksa Romahurmuziy

“Romahurmuziy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka GM (Gulat Manurung),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Romahurmuziy yang biasa dipanggil Rommy tersebut sudah pernah dipanggil KPK dalam kasus yang sama pada 18 November 2011 yang lalu, namun ia tidak memenuhi panggilan karena mengaku menghadiri rapat di DPR.

“Saya minta dijadwalkan kembali karena pemanggilan baru saya terima kemarin sore jam 15.00 WIB, sementara hari ini sudah terjadwal momen krusial di DPR yang harus saya hadiri, yaitu Rapat Paripurna pertama pascarekonsiliasi KMP-KIH (Koaliasi Merah Putih-Koalisi Indonesia Hebat). Rapat ini perdamaian skala nasional, harus betul- betul terkawal, agar DPR segera dapat bekerja untuk rakyat,” kata Rommy melalui pesang singkat mengenai ketidakhadirannya pada 18 November 2014 lalu.

Rommy adalah Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya pada Oktober 2014, namun hingga saat ini ia belum tiba di gedung KPK.

Dalam perkara ini, KPK juga memeriksa Gubernur Riau Annas Maamun sebagai saksi dan Gulat Manurung sebagai tersangka.

Selain Gulat, KPK juga menetapkan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai tersangka dalam perkara ini.

KPK menyangkakan Annas dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk melakukan atau tidak melakukan terkait jabatannya.

Bila terbukti melanggar pasal tersebut dapat dipidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun kurungan ditambah denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau yang diduga menyuap Annas Gulat Medali Emas Manurung disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengenai orang yang memberikan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan jabatan penyelenggara negara tersebut.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan pada 25 September dan didapatkan barang bukti berupa uang sebanyak 150 ribu dolar Singapura dan Rp500 juta sehingga bila dijumlahkan total uangnya adalah sekitar Rp2 miliar.

Pemberian dilakukan Gulat agar kebun kelapa sawit miliknya seluas 140 hektare yang masuk dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam Area Peruntukan Lainnya (APL).

Kebun kelapa sawit itu berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

KPK juga menduga uang itu digunakan sebagai ijon proyek-proyek lain di Riau karena saat penangkapan dan pemeriksaan kita temukan daftar beberapa proyek yang nanti akan dilaksanakan di provinsi Riau.

http://www.lensaindonesia.com/2014/11/28/kasus-pengajuan-revisi-alih-fungsi-hutan-romahurmuziy-dipanggil-kpk.html

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , , ,

Dua Tersangka Kasus Hutan Riau Rekonstruksi Perkara di Pekanbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan rekonstruksi kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 di Kementerian Kehutanan. Rekonstruksi di beberapa lokasi di Pekanbaru, Riau, Selasa (25/11/2014) siang.

“Terkait tindak pidana korupsi suap alih fungsi hutan Riau, penyidik melakukan rekonstruksi di Pekanbaru,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Selasa.

Priharsa mengatakan, penyidik membawa dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Gubernur nonaktif Riau Annas Maamun dan pengusaha bernama Gulat Medali Emas Manurung, untuk melakukan rekonstruksi. Tempat yang dijadikan lokasi rekonstruksi adalah rumah dinas Gubernur Riau dan kantor Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Penyidik KPK juga telah melakukan rekonstruksi di lokasi tangkap tangan Annas dan Gulat di Perumahan Citra Gran Blok RC 3 Nomor 2, RT 05 RW 11, Cibubur, Jakarta Timur (baca: KPK Rekonstruksi Tangkap Tangan Gubernur Riau di Cibubur). Rekonstruksi tersebut melibatkan Annas dan Gulat yang diduga memberi dan menerima suap beserta keluarga dan sopir Annas yang turut dijaring dalam tangkap tangan pada 25 September silam.

Dalam kasus ini, Annas diduga menerima suap dari Gulat agar status hutan tanaman industri (HTI) seluas 140 hektar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, diubah menjadi area peruntukan lainnya. Dalam operasi tangkap tangan, KPK menyita uang 156.000 dollar Singapura dan Rp 500 juta yang diduga diberikan Gulat kepada Annas. Jika dikonversi ke dalam rupiah, jumlahnya sekitar Rp 2 miliar.

Selain itu, KPK mengamankan uang 30.000 dollar AS dalam operasi tangkap tangan yang sama. Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Annas mengaku bahwa uang 30.000 dollar AS ini miliknya dan bukan pemberian Gulat.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/11/25/14360591/Dua.Tersangka.Kasus.Hutan.Riau.Rekonstruksi.Perkara.di.Pekanbaru

 

Dipublikasi di Kabar-kabari | Tag , , ,

KEMANG (Mangifera Kemang Caecea)

Buah kemang yang masak coklat agak hijau kusam, berbincul di pangkalnya. Tak seperti binjai, buah kemang yang muda dapat dimakan, meski amat masam rasanya. Sebagaimana binjai, kemang terutama ditanam untuk buahnya, yang biasa dimakan segar setelah buah itu masak atau dijadikan campuran es. Buah kemang juga biasa dijadikan sari buah. Buah kemang yang muda disukai untuk bahan rujak. Demikian pula bijinya, yang dalam keadaan segar diiris-iris dan dimakan setelah dibumbui serta ditambah kecap. Daun kemang yang masih muda (kuncup) digunakan untuk lalap dan kerap dihidangkan di rumah-makan Sunda.

Kemang menyebar secara alami di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya; dan banyak dibudidayakan di Jawa bagian barat, terutama dekat Bogor. Tumbuhan ini terutama menyebar di dataran rendah di bawah 400 m, jarang hingga 800 m dpl. Jenis ini tahan terhadap penggenangan, dan seringkali didapati tumbuh dekat tepi sungai.

 

Dipublikasi di Tanaman Kategori K | Tag , ,