TANAMAN LANGKA LOKAL PULAU JAWA KOLEKSI BBPBPTH YOGYAKARTA

Fasis Mangkuwibowo, Dwi Wahyudi, Mujiyono dan Miyanto

PENDAHULUAN

Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati. Sebanyak 5.131.100 keanekaragaman hayati di dunia, 15,3% nya terdapat di Indonesia (Anonimus, 2011). Luar biasanya, keanekaragaman hayati Indonesia banyak yang berpotensi untuk dijadikan obat, dan potensi hayati yang luar biasa ini perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat besar belum mampu dikelola secara benar sampai memberikan nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat secara berkelanjutan. Sumber daya biologi hayati yang dimiliki Indonesia, sebenarnya bernilai jauh lebih tinggi dari emas atau logam bahan bakar minyak mulia, terutama ketika dibawa dan dilakukan pengembangan lebih lanjut dalam produk turunan, namun hanya 6,2% saja produk yang telah dipatenkan. Potensi keanekaragaman hayati yang telah kita gunakan, rata-rata kurang dari 5% dari potensi yang kita miliki (Anonimus, 2011). Selain itu, dari 1.790 paten per tahun, paten yang dihasilkan dari aplikasi lokal hanya 117,3 saja, padahal potensi yang belum tereksplorasi masih sangat banyak. Dengan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, perlu adanya pemberdayaan yang lebih intensif untuk melakukan penelitian di bidang tanaman obat sebagai alternatif lain pengobatan di bidang kesehatan. Dari total 28.000 spesies tumbuhan obat di Indonesia, telah diidentifikasi 1.845 sifat obat. Hingga saat ini, telah 283 spesies yang telah dieksplorasi aktif senyawanya. (anonimus, 2011).

Dengan adanya program pembangunan yang mau tidak mau menimbulkan dampak makin menyempitnya ekosistem bagi keragaman hayati tersebut, menyebabkan potensi kehilangan jenis-jenis flora baik yang telah diidentifikasi manfaatnya maupun yang belum teridentifikasi. Pembalakan liar, alih fungsi lahan dari kehutanan menjadi perkebunan adalah contoh konkrit dari tindakan yang menyebabkan kemerosotan kehilangan kekayaan hayati. Tidak hanya itu, Indonesia juga belum memiliki data berapa banyak dan besar keanekaragaman hayati yang dimilikinya.

Untuk memanfaatkan kekayaan hayati tersebut harus ada yang melakukan pemetaan keanekaragaman hayati sebagai basis data untuk mengeksplorasi kekayaan hayati bangsa Indonesia. Selain itu perlu juga adanya upaya untuk melakukan penyelamatan jenis-jenis tanaman yang semakin langka keberadaannya dengan melakukan pembibitan jenis-jenis langka tersebut.

JENIS-JENIS YANG DIKOLEKSI

Di Balai Bear Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta sejak tahun 2008 telah dilakukan upaya penyelamatan beberapa jenis langka melalui kegiatan non penelitian sebagai kegiatan pendamping kegiatan penelitian. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan bagian generatif maupun vegetatif jenis-jenis tanaman yang dikategorikan sudah jarang ditemui untuk semaikan selanjutnya disistribusikan kepada pihak yang berminat dan peduli terhadap penyelamatan jenis tanaman langka tersebut. Sampai nsaat ini di BBPBPTH telah dikoleksi sebanyak lebih kurang 32 jenis tanaman. Berikut adalah jenis-jenis langka yang telah dikoleksi di BBPBPTH :

  1. KANTIL (Michelia alba)

  2. JAMBLANG/DUWET (Syzygium cumini (L.) Skeels)

  3. KLERAK (Sapindus rarak DC)

  4. ASAM LONDO (Pithecellobium dulce)

  5. JAMBU DERSONO MAWAR (Eugenia jambos Linn)

  6. MANGGU/MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

  7. KEPUNDUNG/MENTENG (Baccaurea racemosa (Reinw.))

  8. KUPA/GOWOK (Eugenia polycephala miq)

  9. KEMENYAN (Styracaceae Styrax spp)

  10. KEBEN (Baringtonia Asiatica )

  11. WARU (Hibiscus tiliaceus L.)

  12. JAMBU DERSONO (Eugenia malaccensis)

  13. GAYAM (Inocarpus fagiferus (Parkinson) Fosberg)

  14. MUNDU (Arcinia dulcis)

  15. KEPUH (Sterculia foetida Linn)

  16. Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol)

  17. TANJUNG (Mimusops elengi)

  18. SAWO BLUDRU (Chrysopyllum cainito)

  19. SAWO MANILA (Manilkara zapota)

  20. SAWO KECIK (Manilkara kauki)

  21. ASAM JAWA (Tamarindus indica)

  22. JAMBLANG PUTIH (Eugeniajambos Linn)

  23. KAYU MANIS (Cinnamomum cassia)

  24. KEMANG (Mangifera Kemang Caecea).

  25. KECAPI (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.)

  26. GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith)
  27. NAM-NAM (Cynometra cauliflora)

  28. Abiu (Pouteria caimito)

  29. KAPULASAN (Nephelium ramboutan-ake Blume)

  30. BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng)

  31. BISBUL/SAMOLO/ MONDOLIKO (Diospyros blancoi A. DC)

  32. BENTAWAS (Wrightia pubescens R.Br.)

  33. KENARI (Canarium amboinense)

DAFTAR DISTRIBUSI BIBIT BBPBPTH

Berikut adalah daftar instansi yang telah menerima bibit tanaman langka yang telah diperbanyak :

  1. Lingkup kantor BBPBPTH dalam rangka penanaman simbolis atau kunjungan tamu penting di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta
  2. SMKN I Pandak Bantul dalam rangka penanaman perindang di lingkungan sekolah
  3. Yayasan Yarsilk untuk penanaman di Agrowisata Karang Tengah
  4. Denpal “A” Kodam Diponegoro dalam rangka penghijauan di lokai latpur Salatiga
  5. Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta dalam rangka penanaman perindang di Monumen Diponegoro
  6. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah dalam rangka penanaman di Cagar Alam Gunung Lawu
  7. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ciamis dalam rangka penanaman di sekolah dan pondok pesantren
  8. Badan Lingkungan Hidup Kotamadya Yogyakarta dalam rangka penanaman untuk taman kota
  9. Dinas Kehutanan Kabupaten Purwokerto dalam rangka penanaman untuk pembuatan kebun koleksi tanaman langka di Lokasi Wisata Batu Raden
  10. KHDTK Petak 93 Gunungkidul dalam rangka pengisian lahan kosong yang kurang termanfaatkan

PENUTUP

Keberadaan jenis tanaman langka yang keberadaan semakin sedikit mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. Tindakan awal yang perlu dilakukan dalah dengan mengkonservasi keberadaannya. Salah satu langkah kecil namun mempunyai manfaat yang besar dalam upaya konservasi tersebut adalah dengan melakukan ekplorasi bahan materi genetiknya baik secara generatif maupun vegetatif dan memperbanyaknya untuk dikembangkan dalam bentuk arboretum, hutan kota dan bentuk-bentuk upaya konservasi lainnya. Dengan telah dilakukannya penyemaian tanaman langka dan terdistribusikannya tanaman langka tersebut dalam upaya penyelamatan agar tidak pubah perlu didukung dengan menambah koleksi yang telah ada. Selain itu inventarisasi dan pemeliharaan tanaman yang telah didistribusikan diperlukan untuk menjamin keberadaannya.

KAYU MANIS (Cinnamomum cassia)

 

Kayu manis termasuk famili Lauraceae, dengan jumlah produksi sekitar 2000 kg tiap hektar. Pohon kayu manis menghendaki iklim yang basah dan banyak hujan, kurang baik pada daerah dengan musim kemarau panjang. Pohon kayu manis dapat tumbuh sampai 2000 meter diatas permukaan laut, akan tetapi dapat tumbuh baik pada ketinggian 500 sampai 1500 meter dipermukaan laut. Tanah yang dikehendaki pohon kayu manis adalah tanah berpasir yang mudah melepaskan air, dan banyak mengandung zat hara dan humus. Di dataran rendah, pohon kayu manis dapat tumbuh lebih cepat daripada dataran tinggi, akan tetapi kulitnya lebih tipis dan baunya kurang harum. Di atas ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut, pertumbuhannya labih labat, tetapi mutunya lebih baik.

Pembiakan pohon kayu manis dapa dilakukan dengan cara stek, tetapi yang terbaik adalah bijinya. Untuk mendapatkan bibit kayu manis dilakukan persemaian dan untuk itu dipilih tanah yang subur dan terletak dengan air. Tanahnya harus dicangkul dalam serta batu dan sisa akar harus dibuang. Kemudian dibuat tempat persemaian dengan lebar 100 – 150 cm, yang ditimbun tanah yang berasal dari parit yang dibuat diantara tempat persemaian.

Biji yang telah cukup masak dapat diseberkan dan sesudah 5 – 15 hari, biasanya biji tersebut bertunas. Biji-biji yang dipergunakan utntuk bibit adalah biji yang berasal dari pohon yang tumbuh baik, tidak terlalu muda, kulit batangnya cukup tebal dan mempunyai aroma kayu yang manis keras; biji yang jatuh dari pohon tidak dapat digunakan sebagai bibit.

Waktu panen yang pertama dimulai setelah pohon tanaman tumbuh lebat dan pertumbuhan selanjutnya tidak menguntungkan. Pemanenan pertama ini dilakukan dalam rangka penjarangan, dengan tujuan agar diperoleh dengan produksi yang lebih tinggi. Penjarangan dilakukan pada saat berumur 3 tahun, sedangkan panen tahap kedua pada 4 – 5 tahun, menghasilkan kulit yang memenuhi persyaratan ekspor.

Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan 4 sistim, yaitu sistim ditebang sekaligus, sistim ditumbuk, sistim dipukul-pukul sebelum ditebang dan sistim Vietnam. Pengulitan dapat dilakukan sebelum atau sesudah ditebang dengan cara dikupas atau dipukul-pukul. Musim panen yang baik adalah pada awal musim hujan atau pada waktu daun tanaman seluruhnya berwarna hijau tua. Pada keadaan tersebut aliran getah antara kayu dengan kulit cukup banyak, sehingga memudahkan pengupasan kulit.

Bahan yang disuling biasanya berupa campuran daun, ranting dan sisa potongan kulit. Rendemen minyak yang dihasilkan sekitar 0,3 – 0,7 persen. Khususnya penyulingan dari bahan daun saja menghasilkan rendemen minyak sekitar 0,45 persen sedangkan dari ranting menghasilkan rendemen sekitar 0,2 persen. Mutu minyak yang dihasilkan tergantung dari bahan (daun) yang disuling dan musim panen. Pada musim hujan dan musim semi, rendemen minyak dari daun dan ranting lebih tinggi dibandingkan dengan daun pada musim panas dan musim gugur. Kadar aldhida (terutama smamat aldehida) dalam minyak kayu manis Tiongkok berkisar antara 70 – 95 persen.

Ditulis dalam Tanaman Kategori K. Tag: , , . Komentar Dimatikan

Instia bijuga /Merbau

 


 

Merbau termasuk famili Leguminosae (Caesalpiniaceae) merupakan pohon raksasa yang tingginya mencapai 40m dan diameternya bisa mencapai 200 cm. Penyebaran di dunia yaitu di Amerika Samoa, Australia, Birma, Kamboja, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Myanmar, Pulau-pulau di daerah Pasifik, Philipina, Vietnam, Papua Nugini, Thailand dll. Sebaran di Indonesia ada di Papua seperti di Manokwari, Sorong, Jayapura, Serui, Nabire dan Jayawijaya. Selain itu ditemukan di Maluku yaitu Seram dan Halmahera (Mahfudz et al.) potensi merbau terus menurun akibat eksploitasi yang tinggi, sehingga upaya dan pembangunan hutan tanaman merbau perlu dilakukan (Tokede et.al, 2006).

 

Pembibitan

Pembibitan merbau dapaat dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Penyemaian benih merbau dilakukan pada media pasir sungai dengan perlakuan skarifikasi benih dengan cara mengikir kulit biji (Suripati et al dalam Untarto,199t) atau direndam air dingin 4 x 24 jam (Martawijaya et al, 1992). Teknik pembiakan vegetatif yang bisa dilakukan adalah dengan penyambungan/grafting dan stek pucuk (Mahfudz et al, 2006). Pembibitan di persemaian juga sering dilakukan dengan memanfaatkan anakan alam (wildlings) yang banyak ditemukan di hutan alam.

 

Kegunaan

Kayu merbau biasa digunakan sebagai bahan veneer, plywood, konstruksi rumah, jembatan, bantalan kereta api, kapal, lantai, meubel, interior kendaraan dll. Kayunya tergolong kelas kuat I-II dan kelas awet I-II (Martawijaya et al, 1992).

 

Bahan Bacaan

Mahfudz, Isnaini dan Moko, H. 2006. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Merbau. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman vol. 3 No. 1. Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta.

Martawijaya, A., Kartasujana, I., Kadir, K. Dan Prawira, AP. 1992. Indonesian Wood Atlas. Volume 2. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Tokede,M,B.V. Mambai, L.B. Pangkali dan Zulfikar Mardiya. 2006. Persediaan Tegakan Alam dan analisis Perdagangan Merbau di Papua, WWF Region Sahul, Papua. Jayapura

Untarto, TM. 1997. Merbau Jenis Andalan Yang Unggul (AYU) Irian Jaya. Matoa. Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manokwari.

Artocarpus camansi / Keluwih

Tanaman keluwih (Artocarpus camansi Blanco) adalah salah satu jenis tanaman dari famili moraceae yang banyak ditanam oleh masyarakat. Buahnya biasa dimanfaatkan pada waktu masih muda sebagai bahan sayur. Tumbuhnya tanaman keluwih merupakan indikator bahwa sukun juga bisa tumbuh dengan baik di daerah tersebut (Alrasjid, 1993). Tanaman keluwih tersebar di negara-negara tropis dan Pasifik. Pertumbuhan terbaik umumnya pada tanah yang subur dengan soil dalam di dataran rendah di ekuator yaitu pada ketinggian tepat kurang dari 600-650 m dpl dengan curah hujan rata-rata 1300-3800 mm/tahun. Namun demikian tanaman keluwih memiliki daya adapatasi yang relatif luas terhadap berbagai kondisi lingkungan (Ragone, 2006). Tinggi pohon mencapai lebih dari 15 meter dengan diameter batang yang relatif besar.

 

Gambar. Tanaman keluwih berbuah dan perkecambahan biji keluwih (Ragone, 2006)

Pemanfaatan tanaman kluwih umumnya buahnya dipanen sebagai bahan makanan dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, namun kayunya juga sering digunakan karena bersifat ringan dan mudah dikerjakan, antara lain untuk membuat patung, kerajinan, perahu dan lain-lain. Bunga jantannya yang kering bisa dimanfaatkan sebagai obat anti nyamuk dengan cara dibakar (Ragone, 2006). Bibit keluwih bisa dimanfaatkan sebagai tanaman batang bawah/rootstock pada pembibitan sukun dengan cara okulasi (Pitojo, 1992).

Bahan Bacaan

Alrasjid, H. 1993. Pedoman Penanaman Sukun (Arthocarpus altilis Fosberg). Informasi Teknis No. 42. Pusat Penelitian Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor

Ragone, D. 2006. Artocarpus camansi (Breadnut). Species profiles for Pacific Island Aroforestry (WWW. Traditionaltree.org) diakses 19 Nopember 2008.

Pitojo. S. 1992. Budidaya Sukun. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Ditulis dalam Tanaman Kategori K. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

CARA MUDAH DAN MURAH MEMBUAT BIBIT SUKUN

 

Oleh: Hamdan AA. dan Suwandi

 

 

       Gambar 1. Buah sukun gundul

Tanaman sukun adalah salah satu jenis tanaman kehutanan yang menghasilkan buah dengan kandungan gizi yang tinggi. Selain menghasilkan kalori (karbohidrat) yang cukup, buah sukun juga mengandung vitamin C, kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Oleh karena itu jenis ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bahan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman sukun adalah pengadaan bibit yang baik, karena jenis sukun tidak menghasilkan biji sehingga pembibitannya dilakukan secara vegetatif. Teknik pembiakan vegetatif yang dapat dilakukan antara lain pencangkokan, pemindahan tunas alami, stek akar dan stek pucuk. Akan tetapi teknik yang sudah biasa dilakukan adalah stek akar dan stek pucuk, karena dengan cara ini akan diperoleh bibit dengan jumlah yang mmadai.

 

Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 

  1. Pemilihan  pohon induk yang baik dengan ciri-ciri sehat /tidak terserang hama/penyakit, produktivitas buah tinggi dan rasa buah enak
  2. Pengambilan akar dipilih yang  menjalar dekat dengan permukaan tanah dengan diameter 1-3 cm
  3. Pembuatab persemaian : akar dipotong-potong sepanjang 10-15 cm, kemudian dicuci dengan air yang telah diberi zat pengatur tumbuh akar. Stek ditanam dengan posisi tegak pada media pasir di dalam bedengan yang diberi sungkup dari plastik untuk menjaga kelembaban sampai dengan 90%. Penyiraman dapat dilakukan 1-2 kali sehari (pagi dan sore hari). Dengan memelihara kelembaban yang baik maka keberhasilan stek akar rata-rata mencapai 80-95%.
  4. Penyapihan dan pemeliharaan bibit : setelah stek akar yang tumbuh berumur 3 bulan dilakukan penyapihan ke media tanah + pupuk kompos (3:1). Bibit dipelihara di persemaian yang di naungi paranet dengan intensitas cahaya 50%. Bibit sudah siap tanam setelah berumur 6 bulan

  Gambar 2. Tahapan pembibitan sukun dengan stek akar

 Tahapan pebibitan sukun dengan stek pucuk:

 

  1. Pembuatan stek pucuk dari trubusan stek akar : biasanya pada stek akar tumbuh 2-5 tunas, untuk mendapatkan pertumbuhan bibit stek akar yang baik hanya dibiarkab satu buah tunas, sisanya dipangkas. Tunas-tunas yang tidak dimanfaatkan tersebut dapat ditanam sebagai stek pucuk dengan persen hidup rata-rata 90-100%.
  2. Pembuatan stek pucuk dari kebun pangkas : selain itu dapat pengambilan tunas dapat dilakukan dari tanaman sukun yang dipangkas. Pembuatan kebun pangkas dapat dilakukan di persemaian atau di lapangan. Tanaman sukun yang dipangkas setinggi 50 cm. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dari kebun pangkas mencapai 64,50%.

    Gambar 3. Tahapan pembibitan sukun dengan stek pucuk

  Pembuatan stek pucuk dilakukan dengan memotong tunas sepanjang 10 cm, memiliki 2-3 daun. Satu buah tunas dapat dibuat menjadi 2 stek pucuk (potongan ujung dan bagian pangkal). Penanaman stek dilkukan pada media pasir sungai di dalam bedengan bersungkup. Stek pucuk dapat disapih ke media tanah + kompos (3:1) setelah berumur 2-3 bulan. Bibit dipelihara di persemaian dengan naungan paranet 50% sampai siap tanam. Keberhasilan tumbuh stek pucuk dapat mencapai 88,83%.

 Bahan bacaan

 Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K. dan Suwandi. 2004.Penggunaan Trubusan Stek Akar Tanaman Sukun Sebagai Bahan Stek Pucuk. Jurnal Penelitian Hutan tanaman vol. 1 no. 1, April 2004,   halaman 21-28. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Adinugraha, H.A., Kartikawati, N.K dan Ismail, B. 2004. Pengaruh Ukuran Stek Posisi dan Kedalaman Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Akar Sukun. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 1 No. 2, Agustus 2004,   halaman 79-86. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemu-liaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Setiadi, D. Dan Adinugraha, H.A. 2005Pengaruh Tinggi Pangkasan Induk Terhadap Kemampuan Bertunas Tanaman Sukun Pada Kebun Pangkas. Jurnal Penelitian Hutan tanaman Vol. 2  No. 2, Agustus 2005,   halaman 13-20. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

Ditulis dalam Artikel. Tag: , , , , . 7 Comments »

Abiu (Pouteria caimito)

Pohon buah Abiu memiliki banyak kesamaan dengan sawo duren (Chrysophyllum cainito). Dari ukuran, bentuk, dan tekstur daging buah abiu, memang mirip kenitu-sebutan sawo duren di Jawa. Dagingnya sama-sama berwarna putih susu dan kulitnya mengkilap. Perbedaannya antara lain dari bentuk tajuk. Abiu bertajuk piramid sedangkan sawo duren membulat.

Abiu masuk kerabat sawo-sawoan, pohon ini memiliki karakter yang mirip dengan para kerabatnya. Pohon berkayu itu mampu mencapai tinggi 15 meter. Buahnya yang berbentuk lonjong sampai membulat berukuran panjang 6-12 cm dengan bobot 300-700 g. Buah abiu ada yang ujungnya bulat, ada pula yang lancip membentuk nipple.

Buah Abiu adaptif di iklim tropis dan subtropis itu tumbuh subur mulai dari dataran rendah seperti Jakarta sampai dataran tinggi. Cepat berbuah adalah salah satu keistimewaan utama abiu dibanding keluarga Sapotaceae lainnya. Umur 2 tahun, tanaman asal biji mulai bebunga. Dua bulan kemudian, bunga menjadi buah berwarna hijau dan berangsur kuning cerah kala masak.

Rasanya segar dan manis membuat orang yang mencecapnya tak cepat puas. Jika digambarkan rasanya seperti krim lembut paduan susu dan karamel dengan aroma segar. Karena daging buahnya yang lembek, abiu biasa dimakan dengan dibelah melintang maupun membujur, lalu daging buahnya disendok.

Kabarnya pohon ini dari Australia, tetapi sekarang ini mudah mendapatkannya. Datang saja ke taman buah Mekarsari. Di counter tanaman buah buah ini bisa dibeli.

Selamat menanam dan tunggu 2 atau 3 tahun Insya Allah akan berbuah. Tidak usah harus menunggu cucu yg menikmati, kita yang menanamnya Insya Allah juga bisa menikmatinya.

Herliyan Ingatkan Sekolah Berwawasan Lingkungan

27a5d4934e2f3c1598695b20b19eca08Kerusakan lingkungan saat ini sudah semakin mengancam kehidupan. Sebagai contoh, tingkat kadar CO2 di atmosfir akibat pencemaran udara, sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam keutuhan bumi.

”Kesadaran akan perlunya memelihara dan menyelamatkan lingkungan harus ditanamkan sejak dini pada setiap orang. Cara yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Baik itu pendidikan formal, non formal maupun informal,” ujar Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh dalam Sosialisasi Menuju Sekolah Adiwiyata Berkelanjutan. Pembukaan kegiatan yang ditaja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis itu di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut Bengkalis, Rabu (10/12/14).

Kepada BLH dan Dinas Pendidikan, Herliyan berharap agar dapat menyusun langkah-langkah strategis, konkrit dan mudah diterapkan. Sehingga sekolah-sekolah di daerah ini, baik negeri maupun swasta, sekolah umum maupun kejuruan, menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan. Seluruhnya mengikuti program adiwiyata.

”Tujuan program adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, semakin banyak sekolah yang mengikuti program adiwiyata semakin baik,” paparnya.

Adapun sekolah yang dinilai sukses melaksanakan program adiwiyata tingkat Kabupaten Bengkalis 2014 untuk tingkat SD sederajat, sekolah yang menerima penghargaan tersebut adalah SD Negeri 54 dan  SD Negeri 74 Balai Makam Kecamatan Mandau, serta SDN 20 Kecamatan Pinggir.

Untuk tingkat SMP sederajat, penghargaan itu diberikan kepada SMP Negeri 1 Bengkals, SMP Negeri 1 Kecamatan Siak Kecil dan SMP Negeri 1 Kecamatan Bantan. Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat diterima SMA Negeri 1 Kecamatan Bantan, SMA Negeri 2 Bengkalis dan SMA Negeri 1 Kecamatan Pinggir. [**grc]

http://metroterkini.com/berita-11868-herliyan-ingatkan-sekolah-berwawasan-lingkungan.html

Ditulis dalam Kabar-kabari. Tag: , , . Komentar Dimatikan

BNPB Riau Sosialisasi Pergub No27/2014 Pengendalian Karhutla di Kota Dumai

riaugreen_BNPBSesuai dengan peraturan Gubernur Riau No. 27 tahun 2014, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau menggelar sosialisasi Prosedur Tetap (Protap) mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tahun 2014.

Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Dumai, Selasa (9/12/14) dan secara langsung dihadiri Wakil Walikota Dumai Agus Widayat.

Dalam sambutannya Agus Widayat, mengatakan musibah kebakaran hutan dan lahan hampir setiap tahun terjadi di Kota Dumai dan Provinsi Riau pada umumnya, terutama pada saat musim kemarau.

Peristiwa ini merupakan isu lingkungan strategis sehingga sangat perlu untuk dilakukan pencegahan dan pengendaliannya. Dengan adanya peraturan Gubernur Riau No. 27 tahun 2014, maka peraturan ini akan dilaksanakan dan diterapkan dengan sebaik-baiknya.

Ditambahkannya, dampak negatif akibat kebakaran hutan dan lahan terutama pada lahan gambut sangatlah besar. Misalnya kerusakan ekologis, menurunnya nilai estetika, berkurangnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, serta menurunkan keanekaragaman hayati dan ekosistem.

“Setelah dibakar seharusnya perlu dilakukan rehabilitasi dengan cara menanam kembali pepohonan, agar ekosistemnya tidak rusak. Sebab selama ini yang terjadi, setelah dibakar langsung di tanam sawit dan dijadikan perkebunan,” ungkapnya.

Selain itu, asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada masyarakat, sektor transportasi, sektor pendidikan dan melumpuhkan roda perekonomian.

Serta, asap yang ditimbulkan juga dapat melintas pada batas negara dan menjadi masalah serius di tingkat Regional maupun Internasional. Sejauh ini, untuk mencegah adanya kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Kota Dumai gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang ancaman hukuman, maupun himbauan agar tidak membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Selain itu Pemko Dumai juga akan mengikut sertakan seluruh stakeholder untuk bersama-sama dalam berupaya melakukan pencegahan atas terjadinya Karhutla,” terangnya.

Terakhir dikatakannya, kendala yang selama ini dihadapi ketika dilapangan adalah selain akses ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, juga dikarenakan pasokan sumber air yang terbatas bahkan tidak ada karena kekeringan sehingga membuat petugas mengalami kesulitan.

“Ditambah lagi dengan kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung membuka lahan dengan cara membakar, sehingga menambah jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan di daerah ini,” tutupnya. (dok)

 

Ditulis dalam Kabar-kabari. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

Wawako Agus Widayat Dukung KLH Tutup PT IBP

riaugreen_WawakoWakil Wali Kota Dumai, Agus Widayat sebelumnya sudah menyatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan jika Kantor Lingkungan Hidup (KLH) dalam menindaklanjuti tumpahan minyak di perairan dengan menutup sementara operasional perusahaan.

“Keputusan diambil KLH dinilai tindakan spontan tapi bijak dan tepat karena akibat tumpahan bisa mencemarkan lingkungan perairan setempat dan badan jalan menjadi licin yang sangat membahayakan pengendara,” katanya kepada pers belum lama ini.

Dia menyebutkan, penghentian sementara operasional perusahaan merupakan peringatan sebagai penegasan dan terapi kejut dari pemerintah untuk perbaikan di masa mendatang.

Apalagi diketahuinya PT Inti Benua Perkasatama (IBP) telah beberapa kali terjadi insiden menimbulkan kegaduhan dalam industri kerja, seperti tumpahan minyak dan kejadian kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian pekerja.

“KLH diminta untuk memproses insiden ini sesuai prosedur dan mekanisme tetap agar ke depan tidak terulang lagi serta menimbulkan efek jera bagi perusahaan lain yang beroperasi di Dumai,” tegasnya.

Dia juga mengimbau pelaku bisnis dan industri yang menjalankan kegiatan pembangunan pabrik di wilayah operasi agar tertib dalam pelaporan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta selalu memperhatikan faktor keselamatan kerja.

Menurutnya, pemerintah menyambut baik dan membuka diri bagi kepentingan masuknya investasi ke daerah karena selain berdampak positif bagi kemajuan pembangunan, juga meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi masyarakat tempatan.

“Silahkan berinvestasi di Dumai karena pemerintah akan memudahkan seluruh kepentingan perizinan, namun diharapkan terus menjaga faktor lingkungan dan keselamatan kerja supaya tercipta rasa aman dan nyaman,” kata dia.

Sementara, Kepala KLH Dumai Bambang Suriyanto menyatakan, penghentian sementara operasional perusahaan saat ini masih diberlakukan hingga keluarnya kesimpulan hasil penyelidikan uji sampel minyak tumpah oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau.

“Hasil uji sampel BLH Riau belum ada, dan status penghentian sementara operasional perusahaan masih diterapkan hingga keluar kesimpulan resmi,” ungkapnya.(red)

http://riaugreen.com/view/Lingkungan/6166/Wawako-Agus-Widayat-Dukung-KLH-Tutup-PT-IBP.html

Ditulis dalam Kabar-kabari. Tag: , , , , . Komentar Dimatikan

Kasus pengajuan revisi Alih fungsi Hutan, Romahurmuziy dipanggil KPK

romahurmuziy-dipanggilKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan ketua Komisi IV DPR RI asal PPP Muchammad Romahurmuziy alias Romi.

Romi dipanggil untuk diperiksa dalam perkara dugaan dugaan tindak pidana korupsi terkait Pengajuan Revisi Alih fungsi Hutan Riau tahun 2014 kepada Kementerian Kehutanan dengan tersangka pengusaha Gulat Medali Emas Manurung.

Baca juga: DPP PPP: Langkah Menkumham berikan kepastian hukum dan PPP kubu Suryadharma Ali minta polisi segera periksa Romahurmuziy

“Romahurmuziy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka GM (Gulat Manurung),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Romahurmuziy yang biasa dipanggil Rommy tersebut sudah pernah dipanggil KPK dalam kasus yang sama pada 18 November 2011 yang lalu, namun ia tidak memenuhi panggilan karena mengaku menghadiri rapat di DPR.

“Saya minta dijadwalkan kembali karena pemanggilan baru saya terima kemarin sore jam 15.00 WIB, sementara hari ini sudah terjadwal momen krusial di DPR yang harus saya hadiri, yaitu Rapat Paripurna pertama pascarekonsiliasi KMP-KIH (Koaliasi Merah Putih-Koalisi Indonesia Hebat). Rapat ini perdamaian skala nasional, harus betul- betul terkawal, agar DPR segera dapat bekerja untuk rakyat,” kata Rommy melalui pesang singkat mengenai ketidakhadirannya pada 18 November 2014 lalu.

Rommy adalah Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan versi Muktamar Surabaya pada Oktober 2014, namun hingga saat ini ia belum tiba di gedung KPK.

Dalam perkara ini, KPK juga memeriksa Gubernur Riau Annas Maamun sebagai saksi dan Gulat Manurung sebagai tersangka.

Selain Gulat, KPK juga menetapkan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai tersangka dalam perkara ini.

KPK menyangkakan Annas dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut mengatur mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk melakukan atau tidak melakukan terkait jabatannya.

Bila terbukti melanggar pasal tersebut dapat dipidana penjara seumur hidup atau penjara 4-20 tahun kurungan ditambah denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau yang diduga menyuap Annas Gulat Medali Emas Manurung disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengenai orang yang memberikan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait dengan jabatan penyelenggara negara tersebut.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan pada 25 September dan didapatkan barang bukti berupa uang sebanyak 150 ribu dolar Singapura dan Rp500 juta sehingga bila dijumlahkan total uangnya adalah sekitar Rp2 miliar.

Pemberian dilakukan Gulat agar kebun kelapa sawit miliknya seluas 140 hektare yang masuk dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam Area Peruntukan Lainnya (APL).

Kebun kelapa sawit itu berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

KPK juga menduga uang itu digunakan sebagai ijon proyek-proyek lain di Riau karena saat penangkapan dan pemeriksaan kita temukan daftar beberapa proyek yang nanti akan dilaksanakan di provinsi Riau.

http://www.lensaindonesia.com/2014/11/28/kasus-pengajuan-revisi-alih-fungsi-hutan-romahurmuziy-dipanggil-kpk.html

Ditulis dalam Kabar-kabari. Tag: , , , . Komentar Dimatikan

Dua Tersangka Kasus Hutan Riau Rekonstruksi Perkara di Pekanbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan rekonstruksi kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 di Kementerian Kehutanan. Rekonstruksi di beberapa lokasi di Pekanbaru, Riau, Selasa (25/11/2014) siang.

“Terkait tindak pidana korupsi suap alih fungsi hutan Riau, penyidik melakukan rekonstruksi di Pekanbaru,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Selasa.

Priharsa mengatakan, penyidik membawa dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Gubernur nonaktif Riau Annas Maamun dan pengusaha bernama Gulat Medali Emas Manurung, untuk melakukan rekonstruksi. Tempat yang dijadikan lokasi rekonstruksi adalah rumah dinas Gubernur Riau dan kantor Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Penyidik KPK juga telah melakukan rekonstruksi di lokasi tangkap tangan Annas dan Gulat di Perumahan Citra Gran Blok RC 3 Nomor 2, RT 05 RW 11, Cibubur, Jakarta Timur (baca: KPK Rekonstruksi Tangkap Tangan Gubernur Riau di Cibubur). Rekonstruksi tersebut melibatkan Annas dan Gulat yang diduga memberi dan menerima suap beserta keluarga dan sopir Annas yang turut dijaring dalam tangkap tangan pada 25 September silam.

Dalam kasus ini, Annas diduga menerima suap dari Gulat agar status hutan tanaman industri (HTI) seluas 140 hektar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, diubah menjadi area peruntukan lainnya. Dalam operasi tangkap tangan, KPK menyita uang 156.000 dollar Singapura dan Rp 500 juta yang diduga diberikan Gulat kepada Annas. Jika dikonversi ke dalam rupiah, jumlahnya sekitar Rp 2 miliar.

Selain itu, KPK mengamankan uang 30.000 dollar AS dalam operasi tangkap tangan yang sama. Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Annas mengaku bahwa uang 30.000 dollar AS ini miliknya dan bukan pemberian Gulat.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2014/11/25/14360591/Dua.Tersangka.Kasus.Hutan.Riau.Rekonstruksi.Perkara.di.Pekanbaru

 

Ditulis dalam Kabar-kabari. Tag: , , , . Komentar Dimatikan
Just My Word

:selalu belajar untuk menjadi baik dan lebih baik.

senirupapura

Just another WordPress.com site

wordsilicious

Just another WordPress.com site

Freshly Pressed: Editors' Picks

Just another Wordpress.com weblog

para entrepreneur dunia

paraentrepreneurdunia.WordPress.com site

b a a s r

belajar adab-adab sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

infobogor

Just another WordPress.com site

Jejak Hidayat Nur Wahid

Manusia biasa dihadapan-Nya

Jokowi Centre

Pusat Informasi Posko Jokowi Centre Jl. Ki Mangunsarkoro No. 69 Menteng, Jakarta Pusat

Achmad Zakaria

Catatan Perjalanan

Wahyu Susilo

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 623 pengikut lainnya.