Pulai (Alstonia scholaris R.BR.)

Pulai (Alstonia scholaris  R.BR.)

Oleh : Hamdan Adma Adinugraha, S.Hut,M.Sc

 

Pulai (Alstonia scholaris) merupakan salah satu jenis indegenous species dan tumbuh cepat (fast growing species) yang mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan untuk HTI. Jenis ini termasuk dalam famili Apocinaceae (bergetah putih). Daerah sebaran pulai sangat luas yaitu hampir di seluruh wilayah Indonesia. Wirjodarmodjo (1959) menyampaikan bahwa pulai tumbuh pada ketinggian   1m – 1.230 m dpl dan  tempat yang tidak pernah tergenang air. Pohon pulai dapat mencapai tinggi 40 m, batang bebas cabang 28 m dan diameter setinggi  dada mencapai 150 cm. Sampai saat ini pulai belum banyak dikembangkan dalam skala luas karena pohon ini masih mudah diperoleh di hutan belukar (Wawo, 1996 dalam Pratiwi, 2000).

Pembibitan

Sampai saat ini permintaan bibit pulai berkualitas untuk pembangunan hutan tanaman belum dapat dipenuhi mengingat ketersediaan sumber benih pulai belum ada. Oleh karena itu Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta telah melakukan upaya pemuliaannya untuk memperoleh benih unggul. Tanaman pulai juga dapat diperbanyak secara vegetatif dengan teknik cabang dan stek pucuk (Leksono, 2003; Mahfudz, et al, 2003; Mashudi et al, 2004).

 Pemanfaatan

Kayu pulai mempunyai kelas awet V dan kelas kuat IV-V yang biasa digunakan untuk pembuatan venir, peti, korek api, hak sepatu, barang kerajinan seperti wayang golek dan topeng, cetakan beton dan pulp (Samingan, 1980; Martawijaya, et al., 1981). Beberapa industri yang menggunakan bahan baku kayu pulai saat ini adalah industri pensil ”slate” di Sumatera Selatan, industri kerajinan topeng di Yogyakarta dan industri kerajinan ukiran di Bali (Mashudi, 2005).

 Bahan Bacaan

Leksono, B., 2003. Konservasi Ex-situ Pulai dari Beberapa Ekotipe Hutan. Laporan Litbang Pemuliaan Pulai (Alstonia spp.). Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Mahfudz, Hamdan, A.A. dan M. Anis F. 2003. Pengaruh Media dan Dosis Rootone-F terhadap Keberhasilan Stek Pucuk Pulai (Alstonia scholaris). Jurnal Penelitian Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Vol. 1 (1).

Martawijaya, A., I. Kartasujana, K. Kadir, dan S. A. Prawira. 1981. Atlas Kayu Indonesia. Jilid I. Badan Litbang Kehutanan. Bogor.

Pratiwi. 2000. Potensi dan Prospek Pengembangan Pohon Pulai untuk Hutan Tanaman. Buletin Kehutanan dan Perkebunan Vol. 1(1).

Samingan, T.,  1980. Dendrologi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wirjodarmodjo, H., 1959. Pohon-Pohon Terpenting di Indonesia. Pengumuman No. 71  Seri 1.  Lembaga Pusat Penyelidikan Kehutanan. Bogor.

Mashudi. 2005. Pulai Merupakan Jenis Potensial untuk Pengembangan Hutan Tanaman. Informasi Teknis Vol.3 No. 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Yogyakarta.

Mashudi, Hamdan AA dan Surip. 2004. Teknik Pembiakan Vegetatif Pulai. Informasi Teknis. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta

%d blogger menyukai ini: