CARA MUDAH DAN MURAH MEMPRODUKSI BIBIT JATI BERKUALITAS

CARA MUDAH DAN MURAH MEMPRODUKSI BIBIT JATI BERKUALITAS

Oleh :  Mahfudz dan  M. Anis Fauzi

Tulisan 1. Pembuatan Kebun Pangkas Jati

Pendahuluan

Jati (Tectona grandis) adalah tanaman  yang sangat bagus dan bernilai ekonomi tinggi.  Karena  sifatnya  menguntungkan  dan penanamannya yang  relatif mudah, jenis tanaman  ini telah banyak  dikembangkan  oleh masyarakat. Namun  yang menjadi permasalahan di masyarakat  saat ini antara lain  adalah terkait dengan ketersediaan bibit yang baik dengan harga yang terjangkau dan dapat tersedia secara terus menerus.  Bagaimana   memperoleh  bibit jati  yang mudah , murah dan berkulitas ?. Untuk mengakomodasi animo masyarakat tersebut, maka Puslitbang  Bioteknologi dan Pemuliaan  Tanaman Hutan di Yogyakarta  telah mengembangkan  perbanyakan vegetatif   melalui berbagai cara  dari pohon induk  yang diketahui  identitasnya dengan  membuat kebun pangkas.  Perbanyakan dengan cara ini  mempunyai banyak  keuntungan  antara lain mudah dilaksanakan, biaya relatif  murah dengan kualitas bibit yang lebih baik karena diketahui identitasnya. selanjutnya teknik produksi bibit jati ini disajikan dalam 3 tulisan sebagai berikut:

  1. Pembuatan kebun pangkas jati
  2. Pembuatan stek pucuk jati
  3. Pembuatan okulasi jati

 Kebun  pangkas merupakan  kebun  yang dibangun untuk  menghasikan  tunas  dari ateri tanaman jati yang akan diperbanyak.  Model  dari kebun pangkas jati  ini  dapat dibedakan atas kebun pangkas  dalam  bedengan/lapangan, kebun pangkas dalam polibag  dan kebun pangkas di dalam sungkup.  Dari ketiga model kebun pangkas tersebut   kebun pangkas lapangan  yang paling banyak digunakan karena  dapat memproduksi  tunas dalam skala  besar yang dapat mencapai  35-40 tunas  pertanaman pada satu periode panen (1,5 bulan).  Sedangkan kebun pangkas  dalam sungkup memberikan  keberhasilan tertinggi terhadap  persen jadi stek apabila  dibanding kedua jenis kebun pangkas lainnya.

 Kebun pangkas di lapangan  dapat dibuat dengan jarak tanam  1 x 1m dengan  sistim jalur tanaman  dan dapat menggunakan guludan sebagaimana  bila menanam cabe guna menghindarkan adanya  genangan di musim penghujan sebagaimana  terlihat pada gambar 1.  Lokasi kebun pangkas akan lebih baik  bila berada di dekat persemaian untuk membantu dan memperlancar  serta mempermudah jalannya  perbanyakan vegetatif.  Hal ini untuk menjamin agar bahan yang akan diperbanyak tetap dalam keadaan segar setelah diambil dari kebun pangkas.  Bibit yang digunakan  untuk kebun pangkas  dapat digunakan bibit yang berasal dari okulasi maupun hasil perbanyakan  dengan kultur jaringan  dari pohon induk yang  jelas identitasnya.  Kegiatan penting  di kebun pangkas ini  mencakup  kegiatan pemupukan, penyiangan, penyiraman, pemangkasan, penanggulangan hama dan penyakit serta beberapa kegiatan lainnya.

 Beberapa  contoh model kebun pangkas adalah  sebagai berkut:

Gambar 1. Kebun pangkas lapangan, kebun pangkas dalam polibag dan  kebun pangkas dalam  sungkup

Adapun secara rinci pembuatan kebun pangkas  adalah  :

A. Tahapan persiapan

Beberapa  kegiatan yang dilakukan dalam tahapan persiapan adalah pemilihan lokasi dan pembuatan bedeng  untuk kebun pengkas. Lokasi kebun pangkas dipersyaratkan pada lahan datar  sampai agak miring , tidak tergenang air, dan mendapat cahaya  sepanjang hari, juga  mempunyai tanah yang subur dan gembur, serta lapisan tanahnya  agak dalam dan lokasinya  sebaiknya berada di dekat persemaian.  Sedangkan pembuatan bedeng   dibuat dengan  arah Utara- Selatan (membujur arah U – S) , tanah   dicampur pupuk kandang kompos yang digundukkan, ukuran bedeng  dapat disesuaikan  dengan kebutuhan bibit dan jenis tanaman, sekeliling  bedeng dibuat parit(selebar 50 cm), Jarak antar tanaman  adalah 1 x 1 meter atau 1 ½ x 1 ½ m dan jarak antara bedeng yang dapat digunakan  adalah berkisar antara 20-30 cm. Sebaiknya  setiap 10 bedeng  dibuatkan  jalan  angkutan dan jalan pemeriksaan.

B.  Pengadaan Bibit  Bahan Dasar Kebun Pangkas

1.  Materi Kebun pangkas

Materi yang  dapat digunakan   dalam kebun pangkas supaya lebih baik adalah menggunakan materi  stek,  kultur jaringan  maupun grafting  dari hasil pengumpulan  pohon induk yang terpilih atau   pohon  plus hasil seleksi yang  diketahui identitasnya. Selanjutnya  stek yang dihasilkan dari kebun pangkas  dapat juga digunakan kembali  sebagai bahan dasar kebun pangkas.  Kelebihan kebun pangkas adalah materi yang digunakan sebagai biakan vegetatif menjadi lebih muda (rejuvenasi). Berdasar penelitian jaringan yang muda memiliki prosentase keberhasilan yang tinggi untuk pembiakan vegetatif dibandingkan sumber yang lebih tua.

2.  Ukuran bibit dan  waktu penyiapan bibit

Pada umumnya  ukuran bibit yang digunakan dalam kebun pangkas  adalah  bibit dengan jumlah daun  2 sampai  5 helai. Bibit sebagai materi kebun pangkas hendaknya  sudah dipersiapkan  1 sampai 2  bulan  sebelum pembuatan kebun pangkas.

C.  Penanaman Bibit di Kebun Pangkas

1. Seleksi bibit

Seleksi dilakukan dengan  memilih bibit yang  mempunyai  pertumbuhan seragam,   baik diameter, tinggi dan jumlah daun yang relatif sama.

2. Pembuatan jarak tanam

Untuk kebun pangkas jati jarak yang biasa  digunakan   adalah  1 x 1 m atau 11/2 m antar scion, 1 m antar tanaman dalam guludan).

3. Pembuatan lubang tanam

Pembuatan  lubang tanam lebih mudah karena  bedeng telah diisi  terlebih dahulu dengan  tanah gembur 20 –30 cm.   Lubang tanam   dapat berukuran  20 x 20 x 30 cm  ,  30 x 30 x 30 cm , atau  disesuaikan dengan ukuran kantong sapihan.

4.  Penanaman

Penanaman dilakukan dengan  membuka  kantong (polybag) secara  hati-hati agar  akar bibit tidak terganggu, kemudian  bibit dimasukkan  ke dalam lubang tanam   dengan posisi yang tegak lurus. Setelah berumur 5 – 6 bulan di lapangan, dipangkas setinggi 50 cm, kemudian dibiarkan bertunas sampai ketinggian tertentu kemudian dirundukkan. Fungsi dari perundukkan untuk menghasilkan stek yang pertumbuhannya ke arah apikal (ke atas, bukan mendatar).

D. Pemeliharaan

  1. Penyiraman yang dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari untuk mempertahankan temperatur dan kelembaban  tanah.
  2. Pembersihan kebun pangkas dilakukan dengan  pembebasan  dari  tanaman  pengganggu  dan daun-daun kering yang jatuh di dalam bedeng.
  3. Pemupukan : Jenis pupuk yang   yang biasa digunakan  adalah pupuk NPK  dengan dosis yang disesuaikan dengan  keadaan  tanah. Umumnya  pupuk yang digunakan  berkisar antara  20 – 50 gram pertanaman
  4. Pemberantasan hama dapat dilakukan dengan menggunakan  insektisida yang bersifat sistemik mematikan fungsi pada serangga, misalnya menyerang sistem pencernaan /pernafasan/saraf .

Daftar Bacaan

Hartmann, H.T., D.E Kester and Davies, F.T,  1990.  Plant Propagatio  Principle and  Paractice.  Prentice Hall. Inc. ,  Englewood Cliffs.  New Jersey

Kaosa-ard, A., V. Suangtho and E.d Kjaer. 1998.  Experience From Tree Improvement of  Teak (Tectona grandis) in Thailand.  Danida Forest Tree Seed Centre .

Leksono, B.,  2001.   Pentingnya Benih Unggul  Dalam Program Penanaman Jati  dan strategi Pencapaiannya.  Makalah dalam Workshop Nasional Jati 2001 tanggal 4-6 September 2001.  Universitas Sumatera Utara.  Medan

Mahfudz,   2003.   Sekilas  Tentang Jati.   Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.  Yogyakarta.

Na,iem,  M. 2003.  Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Jati  Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.  Makalah dalm Ekspose Hasil-Hasil Penelitian P3BPTH ,  Yogyakarta.

               , M., 2003.  Pembiakan Vegetatif dan Implementasinya  dalam Skala Operasional  di Kehutanan.  Diskusi Hasil-Hasil Litbang Pusat Penelitian dan Konservasi Alam.  Bogor.

Wudianto,  1995.  Membuat Stek, Cangkok dan Okulasi.  Penebar Swadaya, Jakarta

Zobel, B.J. and J. Talbert, 1984.  Aplied Forest Tree Improvement.  John Wiley and  Sons, New York.

%d blogger menyukai ini: