Eucalyptus pellita F. Muell

Eucalyptus pellita F. Muell

Jenis Eucalyptus pellita yang termasuk famili Mirtaceae adalah salah satu jenis prioritas untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) karena sifatnya yang mudah menyesuaikan diri dan kayunya dapat digunakan untuk bahan baku pulp. Sebaran alami jenis ini terdapat di Australia, Papua Nugini dan Indonesia yaitu di Papua pada ketinggian tempat hingga di atas 800 meter dari permukaan laut dengan curah hujan 900-2.400 mm/tahun dan iklim kering yang jelas. Pengembangan jenis ini sebagai tanaman HTI terdapat di Kalimantan dan Sumatera yang telah menunjukkan pertumbuhan yang baik dari bentuk batang, kecepatan tumbuh dan kualitas kayu yang bagus serta memiliki kemampuan bertunas tinggi (Leksono, 2001).

Pembibitan

Pembibitan umumnya dilakukan secara generatif menggunakan benih namun sejalan dengan pengembangan hutan klon jenis ini, teknik stek pucuk (Pudjiono dan Kondo, 1996; Prastyono et al, 2003) dan stek pucuk mini (mini cuttings) seperti pada jenis Eucalyptus urograndis yang dikembangkan di Brazil. Untuk memperoleh tunas sebagai bahan stek pucuk dilakukan rejuvenasi dengan cara pemangkasan, perebahan pohon dan pelukaan batang bagian bawah/girdling (Pudjiono, 1996; Adinugraha dan Leksono, 2005) serta teknik perendaman cabang dalam air mengalir (Herawan dan Husnaeni, 1996). Penyambungan tanaman Eucalyptus  pellita dapat dilakukan dengan teknik sambung baji /top clept graft, teknik sambung sisi/veneer graft dan teknik sambung kulit/rind graft(Adinugraha dan Moko, 2006).

 Kegunaan

Penggunaan kayu umumnya untuk bahan baku pulp dan kertas, tapi juga dapat digunakan untuk konstruksi bangunan dan telah lama dipergunakan untuk industri arang di Brazil (Widyana et al., 2000).

 Bahan Bacaan

Adinugraha, A.dan Moko, H. 2006. Studi Penyambungan Jenis Eukaliptus Berasal dari Kebun Benih Wonogiri. Wana Benih Vol. 7 No. 1/Juli 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Yogyakarta.

Herawan, T. dan Husnaini, Y. 1996. Teknik Rejuvenasi Menggunakan Metoda Rendaman Cabang Dalam Air Pada Beberapa Jenis. Buleton Penelitian Pemuliaan Pohon. Vol. 1 No. 1/1996. Balai Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Benih Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Leksono, B. 2001. Potensi Eucalyptus pellita untuk Pembangunan Hutan tanaman Industri (HTI) dan pengembangan Program Pemuliaan Pohon. Makalah Simposium Nasional dan Kongres IV PERIPI. P3BPTH. Yogyakarta.

Prastyono, Adinuraha, H.A. dan Suwandi. 2003. Keberhasilan Pertumbuhan Stek Pucuk Eucaalyptus pellita pada Beberapa Media dan Hormon Perangsang Pertumbuhan. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. 1 No. 2. Agustus 2003.

Pudjiono, S. 1996. Dasar-dasar Umum Pembuatan Stek Pohon Hutan. Informasi Teknis No.1/1996. Balai Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Benih Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Widyana, Y., M. Na’iem, dan S. Danarto.  2000.  Studi Pendahuluan fenologi pembungaan Eucalyptus pelita F. Muell di Wanagama I Gunung Kidul, Yogyakarta.  Prosiding seminar nasional status silvikultur 1999.  E.B.  Hardiyanto (Ed.).  Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

 

6 Tanggapan

  1. Mohon info apakah saya dapat membeli benih eucalyptus, mohon info/sms ke 021 37120277.

    salam

    Darwin Saragih

    • kami juga bisa melayani pembelian eucalyptus. tapi bapak butuh eucalyptus apa dulu. apa eucalyptus pellita atau degluta dan uropilla yang kita punya cuma eucalyptus pellita. trimakasih

  2. Yang untuk pulp kertas yang mana tu pak??
    Klo pesan 500 bibit brp harganya???

    • kita tidak jual bibit tapi jual biji

  3. Perkenalkan Muh Kartika zuhala,,,,dr LSM QIBLAT,organisasi brgrk dlm lingk hdp & budidaya tanaman langka.kbtlan sy msh ad sisa sktr 1000bibitnya.CP;081328783119

  4. berapa harga bijinya per kilo ?

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: