MARI MENANAM POHON

MARI  MENANAM  POHON

Oleh : Hamdan AA.

 ”Mari menanam pohon”, seruan yang sudah biasa terdengar, bahkan mungkin ada yang menganggap seruan yanag sudah basi. Tapi bila direnungkan lagi, ajakan ini bukanlah sesuatu yang usang, melainkan harus didengungkan terus. Mengapa? Fakta pada saat ini, banyak hutan yang berubah jadi pemukiman dan tambang, bukit dan pegunungan jadi kebun sayuran dan villa-villa mewah serta hutan mangrove jadi tambak. Konversi kawasan hutan seolah menjadi hal yang lazim bahkan suatu keharusan, bahkan hutan lindung pun yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, banyak yang rusak dan tidak bisa menjalankan fungsinya. Banjir, longsor, pendangkalan sungai dan bumi yang kian panas adalah senantiasa seiring dengan rusaknya hutan.

Mari menanam pohon”, sebuah himbaun bagi setiap rimbawan dan siapa saja yang peduli hutan. Sebagai rimbawan sejati, tentu ada perasaan sedih, melihat hutan kita  yang kian rusak. Tugas mengelola hutan bukanlah mutlak menjadi tanggung jawab seorang rimbawan.  Namun dengan ilmu yang dipelajarinya, rimbawanlah yang dianggap paling mengerti bagaimana membangun dan mengelola hutan, sehingga harus siap berada di garis depan. Sesungguhnya upaya membangun dan menjaga kelestarian hutan merupakan tugas bersama bagi rimbawan dan masyarakat.

Mari menanam pohon”, maka kita akan memperoleh hasilnya. Pepatah “siapa menanam pasti memanen”, hendaknya menjadi perhatian untuk dibuktikan dengan tindakan nyata. Menanam pohon adalah investasi. Kalau kita menanam maka akan memperoleh hasil dari yang ditanam tersebut. Kalau petani menanam padi, maka rimbawan ya…menaman pohon. Bahkan petani yang berpikiran jauh, disamping menanam padi juga akan menanam pohon di sekitar sawah atau ladangnya. Banyak manfaat yang bisa dipetik seperti  dipanen kayunya, buahnya, daunnya sebagai pakan ternak, cabang dan rantingnya untuk kayu bakar, kulit batang untuk ramuan obat, sebagai tanaman perindang dan lain-lain.

 “Mari menanam pohon”, karena akan menjadi solusi untuk menjaga kelestarian sumberdaya tanah dan air. Tuhan menciptakan pohon dan tumbuhan lain dengan kemampuan menyerap dan menyimpan air dalam tanah serta mengurangi aliran air di permukaan tanah, membentuk suatu keseimbangan. Adanya pembukaan lahan hutan tentu akan merubah keseimbangan tersebut. Telah terbukti!!!, kejadian bencana alam yang banyak terjadi pada saat ini seperti banjir dan longsor tidak lepas dari adanya kerusakan hutan disekitarnya.

Mari menanam pohon,” banyak manfaat yang akan diperoleh. Kita mulai dari hal-hal yang kecil, walaupun sekedar menanam bunga atau tanaman lain di sekitar rumah kita. Menanam pohon berarti menyukseskan gerakan nasional menyelamatkan hutan Indonesia. Tahun 2003 kita dicanangkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan/GN-RHL, sekarang kita mengenal program One Man One Tree (OMOT) dan sekarang semakin digiatkan menjadi program ”Satu Milyar Pohon” atau One Billion Indonesian Trees for the World.

Mari menanam pohon”, merupakan amal kebajikan karena menyediakan tempat tinggal bagi burung-burung dan hewan lain, menghasilkan buah untuk bahan makanan, tempat berteduh bagi yang kepanasan serta menghasilkan oksigen yang dapat secara gratis kita hirup. Berlomba menanam pohon, adalah bagian dari berlomba dalam kebaikan. Suatu yang layak kita tiru…………….

  • Seorang dosen yang dengan semboyannya “satu hari – satu tanaman”  dia hijaukan rumah, pekarangan dan kampungya  sehingga banyak memberi manfaat bagi warga sekitarnya.
  • Adat menanam pohon bagi setiap keluarga yang baru saja mendapatkan anak
  • Adat yang mengharuskan menanam pohon bagi seorang laki-laki yang mau menikah
  • Artis penyanyi yang siap manggung asalkan diadakan kegiatan penanaman pohon

 

 

%d blogger menyukai ini: