Toonia sinensis Roem/ Surian

Toonia sinensis Roem/ Surian

  Tanaman surian adalah salah satu jenis tanaman kehutanan penghasil kayu yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tinggi pohon mencapai 35-40m dengan keliling batang yang besar dapat mencapai 2-3 m. Penyebaran alami suren mulai dari Nepal, India, Bhutan, Myanmar, Indo-cina, China Selatan, Thailan, Semenanjung Malaysia sampai Papua Nugini. Di Indonesia terdapat di Sumatera, Jawa, Sulawesi yang beriklim A-C menurut Schmidt dan Ferguson dengan rata-rata suhu tahunan 22oC. Suren banyak tumbuh di hutan-hutan primer maupun sekunder dan hutan rakyat yang memiliki ketinggian 0-2000 m dpl dan masih sering ditemukan pada ketinggian 1200-2700 m dpl (Martawi-jaya et al, 1989).

Pembibitan

Pembibitan suren dilakukan secara generatif menggunakan benih hasil koleksi dari pohon induk yang baik. Daya kecambah benih suren umumnya sangat baik yaitu dapat mencapai 86-100% (Jayusman dan Manik, 2005). Teknik perbanyakan vegetatif juga bisa dilakukan dengan cara stek cabang, stek pucuk dan kultur jaringan.

 

 Gambar 2. Pembibitan Toona spp dengan biji (generatif) dan stek cabang

 Pemanfaatan

Kayunya bernilai tinggi dan mudah digergaji serta memiliki sifat kayu yang baik, termasuk kelas awet IV-V dan kelas kuat IV (Martawijaya, 1981). Pemanfaatan kayu suren sering digunakan untuk tiang/balok rumah, dinding rumah, perahu, lemari, meubel, interior ruangan, panel dekoratif, kerajinan tangan, kotak cerutu, venir, peti kemas dan konstruksi. Beberapa bagian tanaman terutama kulit dan akar sering dimanfaatkan menjadi ramuan obat untuk menyembuhkan diare (Heyne, 1987; Djam’an dan Dharmawati, 2002). Daun suren termasuk edible vegetable, mempunyai flavor lezat, kaya nutrisi dan aroma. Di samping itu batang, buah, daun dan akar bernilai obat bagi manusia serta dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami (More & White, 2003 dan Rushforth, 1999 dalam Putri, 2010).

Bahan Bacaan

Djam’an dan Dharmawati. F. 2002. Informasi Singkat Benih. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan. Bogor.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia jilid II. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta.

Jayusman dan Manik, WS. 2005. Pengujian Nilai Perkecambahan Surian Berdasarkan Daerah Sumber Benih. Wana Benih vol.6 suplemen no.1, halaman 100-107. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman. Yogyakarta.

Martawijaya, A., Kartasujana, I., Kadir, K. dan Prawira, SA. 1989. Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Badan Litbang Kehutanan. Jakarta.

Putri, A.I. 2010. Pengembangan Teknik Pembiakan  Vegetatif  Mikro Suren (Toona sinensis Roem.). Laporan Hasil Penelitian Tahun 2010. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan.

 

 

%d blogger menyukai ini: