Anthocephalus cadamba / Jabon

 

 

Termasuk jenis cepat tumbuh (fast growing) dengan riap tinggi mencapai 3m/th dan riap diameter 7-10 cm/th). Batang lurus, silindris dengan batang bebas cabang yang tinggi. Jabon dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian tempat 0-1000 m dpl dengan curah hujan kurang dari 1.920 mm/tahun. Tumbuh pada tanah ringan, berdrainase baik. Toleran terhadap tanah asam dan berdrainase jelek tetapi bukan pada tanah tererosi. Sebaran tanaman jabon yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur, seluruh Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Irian Jaya (Nurhasybi dan Muharam, 2003). Pembibitan jabon di persemaian dapat dilakukan dengan cara generatif maupun stek pucuk (Setiaji, 2010).

 

Gambar. Pohon dan buah jabon

(sumber: Setyaji, 2010)

 

Biji disemaikan lebih dahulu di dalam bak kecambah, kemudian setelah tumbuh dan mencapai tinggi 3 cm dipindahkan ke bedeng penyapihan atau ke dalam polibag dan setelah mencapai tinggi 20-30 cm ditanam di lapangan pada permulaan musim hujan. Penanaman dapat pula dilakukan dengan cabutan atau stump. Pertumbuhan jabon termasuk cepat, sehingga pada umur 3 tahun harus dilakukan penjarangan pertama (Martawijaya et al, 1989). Permudaan secara alami banyak terdapat pada tempat-tempat terbuka seperti pada bekas tebangan, bekas jalan sarad atau bekas perladangan. Jabon termasuk jenis pionir yang dapat membentuk kelompok hutan alam murni pada tempat yang bebas persaingan cahaya.

 

Kegunaan

Kayunya berwarna putih kekuningan, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pulp, plywood, venir, meubel, peti, mainan anak-anak, korek api, papan, dan lain-lain.

 

Bahan Bacaan

Martawijaya, A., Iding, K., Kosasi, K. dan Suwanda A.P. 1981. Atlas Kayu Indonesia Jilid I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor

Nurhasybi dan Muharam, A. 2003. Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dalam: Atlas Benih Tanaman Indonesia. Publikasi Khusus Vol. 3 No.8, Desember 2003. Nurhasybi dkk. (eds.), Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Bogor, Bogor.

Setiaji, T. 2010. Populasi Pemuliaan Jenis Alternatif untuk Kayu Pulp. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2010. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

%d blogger menyukai ini: