Diospyros celebica (Bakh.)/ Eboni

 

Eboni dikenal dengan nama daerah kayu hitam dan termasuk kedalam famili Ebenaceae dengan daerah sebaran alami di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Tinggi pohon dapat mencapai 40 m dengan diameter batang mecapai 100 cm dan memiliki banir yang tingginya bisa 4 m. Ciri utama jenis ini kayu terasnya berwarna hitam dengan garis-garis coklat kemerah-merahan. Eboni tumbuh pada berbagai jenis tanah asalkan cukup sarang dan tidak terlalu asam. Pembibitan dilakukan secara generatif dengan menyemaikan biji/ benih atau panyapihan anakan alam. Musim buah eboni biasanya sekitar bulan September s/d Nopember dengan jumlah bijinya 1.100/kg (Martawijaya et al, 1981).

 

Musim berbunga Maret-Mei, buah masak Oktober-Desember. Pemanenan dengan cara dipanjat, hindari dari jatuhan karena rentan diserang jamur Peniulliopsis clavariaeformis. Ekstraksi benih setelah diperam 24 jam untuk memudahkan dalam pengupasan. Biji tua berwarna coklat kehitaman berbentuk bulat panjang 2-5 cm tebal 0,501,5 cm. Rata-rata dalam 1 kg terdapat 1100 biji. (Soerianegara, I. 1976).

 

Kegunaan

Pohon eboni memiliki kayu yang sangat keras termasuk kelas awet I dan kelas kuat I, yang dapat digunakan untuk venir mewah, kayu lapis, mebel mewah, kerajinan patung, ukiran, alat dekoratif, tongkat, gitar, piano, alat musik tiup dan lain-lain (Martawijaya et al, 1981).

 

Bahan Bacaan

Martawijaya, A., Kartasujana, I., Kadir, K. dan Prawira, S.A. 1981. Atlas Kayu Indinesia Jilid I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

Soerianegara, I. 1976. Pemuliaan Pohon Hutan. Institut Pertanian, Bogor.


 

%d blogger menyukai ini: