ETIKA DI DALAM HUTAN

Oleh : Hamdan AA dan Suwandi

 

  • Berdoa pada saat masuk hutan dan bersyukur ketika keluar dari hutan

    Dalam melakukan suatu perbuatan kita dianjurkan berdoa untuk mendapatkan perlindungan-Nya dan memohon diberikan kemudahan dalam melaksanakannya. Selanjutnya kita wajib bersyukur apabila pekerjaan kita telah selesai dikerjakan dengan baik. Termasuk ketika kita akan memasuki hutan apalagi hutan alam yang masih rapat, kita harus berdoa mohon keselamatan dan bersyukur ketika keluar dari hutan tersebut dengan selamat.

     

  • Bersyukur ketika melihat panorama yang indah

    Di hutan akan banyak ditemukan banyak panorama alam yang menakjubkan, oleh karena itu kita harus banyak bersyukur karena Tuhan telah menciptakan alam yang indah bagi kita sebagai makhluk-Nya.

     

  • Masuk hutan sebaiknya tidak sendirian

    Sebaiknya ketika melakukan pekerjaan di hutan tidak sendirian, karena apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan bisa saling membantu

     

  • Membawa peralatan yang diperlukan dan bekal yang cukup

    Memasuki hutan apalagi untuk waktu yang relatif lama seperti melakukan survei potensi hutan (cruising) maka kita harus membawa peralatan dan perbekalan yang cukup dan dierhitungkan secara matang.

     

  • Tidak banyak melamun

    Ketika berada di dalam hutan kita jangan banyak melamun, banyaklah berdzikir atau melakukan aktifitas yang bermanfaat sesuai dengan tujuan semula.

     

  • Tidak berkata atau berbuat sombong

    Banyak cerita atau kejadian aneh/kecelakaan di masyarakat sekitar hutan yang bermula dari kesombongan seseorang ketika berada di dalam hutan. Seharusnya kita tetap rendah hati dan selalu memohon perlindungan Tuhan selama di dalam hutan.

     

  • Tidak membuang puntung rokok yang masih menyala

    Hutan terbakar dapat terjadi karena kelalaian membuang puntung rokok yang masih menyala. Seresah yang kering dan menumpuk di lantai hutan merupakan bahan bakar yang sangat mudah menyala ketika ada bara api. Oleh sebab itu, harus kita perhatikan betul-betul puntung rokok yang kita buang apakah sudah mati atau belum.

     

  • Tidak membuat kerusakan

    Hutan adalah salah satu karunia Tuhan yang harus dijaga dan dikelola dengaan bijaksana. Pemanfaatan yang bijak tidak akan berbuah pada kerusakan hutan yang menyisakan lahan-lahan kritis yang sulit ditanami dan memacu kerusakan lainnya seperti longsor dan banjir.

     

  • Tidak membunuh binatang kecuali untuk menyelamatkan diri dari gangguannya

    Membunuh atau berburu binatang tanpa ada keperluan/sebab atau hanya sebagai hiburan atau olah raga tentu seharusnya dihindarkan karena hanya menyakiti binatang. Apalagi perburuan terhadap binatang-binatang yang diindungi, akan mempercepat punahnya spesies binatang tersebut. Untuk kebutuhan makan kita dibolehkan membunuh/menyembelih binatang yang halal, atau membunuh binatang buas dalam rangka melindungi atau menyelamatkan diri dari gangguannya.

     

  • Tidak meninggalkan api unggun yang masih ada nyala

    Membuat api unggun di hutan, harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman dari kebakaran. Ketika meninggalkan api unggun harus diperhatikan betul kondisi api telah benar-benar mati dan disiram dengan air.

 

  • Menanami lahan-lahan yang kosong

    Menanam pohon pada lahan-lahan yang kosong dalam rangka reboisasi/ rehabilitas hutan seharusnya terus digalakan. Hutan yang tumbuh subur adalah penghasil oksigen dan peresapan air yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

     

  • Tidak buang air kecil/besar sembarangan

    Ketika ingin buang air besar/kecil sebaiknya tidak di sembarang tempat, seperti ditempat yang dipakai orang-orang berkumpul atau di sumber air yang biasa dimanfaatkan airnya. Kita dianjurkan untuk mencari tempat yang tersebunyi, tidak menghadap ke arah qiblat dan beristinja sehabis buang air.

 

  • Tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan perbuatan syirik

Bagi seorang muslim, kita harus menghindarkan perbuatan-perbuatan yang dilakukan dalam rangka memohon keselamatan ketika berada dalam hutan namun menjerumuskan pada perbuatan syirik seperti memberikan sesaji pada pohon-pohon atau batu besar yang ada di hutan.

%d blogger menyukai ini: