TANAMAN UJI KLON SUKUN (Artocarpus altilis)Produktivitas dan Potensi Pemanfaatannya

Oleh :

Hamdan Adma Adinugraha dan Noor Khomsah Kartikawati

A. Pendahuluan

Sukun adalah salah satu jenis tanaman serbaguna yang dapat ditanam di pekarangan, kebun, perindang jalan/taman dan rehabilitasi lahan. Buahnya merupakan sumber bahan pangan dan potensial untuk bahan makanan pokok. Kayunya dapat digunakan untuk konstruksi ringan, kerajinan, papan salancar/kano, serat dari bagian dalam kulit dapat dimanfaatkan untuk bahan tekstil dan daunnya berkhasiat untuk ramuan obat tradisional.

B. Pertumbuhan Tanaman Uji Klon Sukun

Tanaman uji klon sukun di Gunung Kidul Yogyakarta, pada umur 5 tahun memiliki tinggi rata-rata 4,8 m, dbh 10,4 cm dan sekitar 70% klon sudah berbuah dengan jumlah buah 2-25. Jumlah klon yang dapat tumbuh dari populasi Yogyakarta (60%), Bali (70%), Lampung (50%) dan Manokwari (66,7%). Kondisi iklim yang sangat kering menyebabkan tanaman mengalami cekaman air (water stress) yang mengakibatkan kematian tanaman muda dan kerontokan buah.


Gambar 1. Tanaman uji klon sukun umur 5 tahun di Gunung Kidul Yogyakarta

(Foto: Hamdan AA)

C. Variasi Morfologi Daun dan Buah

Klon-klon sukun menunjukkan adanya variasi berdasarkan bentuk daun, bentuk buah, ukuran buah dan kualitas rasanya. Secara umum dapat dibedakan menjadi daun berlekuk sedikit, belekuk agak dalam dan berlekuk dalam. Buah berukuran kecil sampai besar dengan bentuk bulat sampai lonjong.

Gambar 2. Variasi bentuk daun dan buah sukun dari Manokwari, Gunung Kidul,

Cilacap dan Sleman

Tabel 1. Hasil analisis kandungan gizi buah sukun pada plot uji klon di Gunung Kidul

Populasi Pati Serat Vit. C Ca Phosfor Morfologi buah
1. Bali 9.44 1.65 23.71 191.06 16.74 Buah bulat-lonjong, tidak berduri, ukuran sedang-besar
2. Lampung 9.65 1.63 23.82 213.77 13.47 Buah bulat-lonjong, tidak berduri, ukuran sedang-besar
3. Sleman 9.56 1.61 22.96 195.04 16.87 Buah bulat-lonjong, tidak berduri, ukuran sedang-besar
4. Cilacap 8.70 1.65 26.88 143.55 11.33 Buah bulat-lonjong, tidak berduri, ukuran sedang-besar
5. Manokwari 7.47 1.96 36.10 179.16 12.80 Buah lonjong, berduri, ukuran sedang sampai besar
6. Gunung Kidul 8.68 1.73 23.49 181.63 17.80 Buah bulat, berduri, kecil-sedang

D. Teknologi Perbaanyakan Klon

Dalam rangka penyediaan bibit sukun yang berkualitas, jumlahnya banyak dengan biaya relatif murah dapat dilakukan dengan kombinasi stek akar dan stek pucuk. Persentase hidup
stek akar rata-rata 80% dan persen hidup stek pucuk rata-rata mencapai 90%.


Gambar 3. Teknologi pembibitan dengan kombinasi stek akar dan stek pucuk

E. Potensi Sukun sebagai Sumber Bahan Pangan

Buah sukun memiliki kandungan gizi yang cukup sebagai sumber bahan pangan. Buah sukun dapat diolah menjadi berbagai macam makanan baik untuk makanan ringan/pendamping bahkan untuk makanan pokok. Buah sukun dapat dimanfaatkan dalam bentuk buah segar, gaplek, tepung maupun patinya (Pitojo, 1992; Ragone, 1997).

Gambar 4. Pengolahan buah sukun sebagai bahan pangan (berbagai sumber)

%d blogger menyukai ini: