Kayu Afrika (Maesopsis eminii Engl.)

Gambar. Kayu Afrika atau Meisopsis eminii (Sumber: Google image)

Maesopsis eminii Engl. atau dikenal dengan nama local kayu afrika adalah salah satu jenis kayu yang termasuk kedalam family Rhamnaceae. Pohon ini tergolong jenis cepat tumbuh dengan sebaran alami di daerah tropika. Di Indonesia termasuk jenis introduksi pertama kali di Jawa Barat yang dapat tumbuh baik pada ketinggian 100-1500 m dpl dengan curah hujan 1.400-3.600 mm/tahun. Tumbuh baik pada solum tanah yang dalam, subur dan bebas genangan air, toleran terhadap tanah tidak subur, tanah berpasir dan keasaman.

Pembibitan dilakukan secara generatif dengan menyemaikan benih/buahnya di persemaian atau dengan menggunakan cabutan/permudaan alami. Di Malaysia pohon ini berbunga sekitar bulan Februari-Mei dan Agustus-September, sedangkan di Jawa Barat musim buah masak biasanya sekitar bulan Juli-Agustus. Buah masak dicirikan oleh warna buah ungu kehitaman. Pengumpulan benih dilakukan dengan memanjat atau memungut buah yang jatuh, kemudian buah dikumpulkan dalam kantong kain dan diberi label yang bertuliskan lokasi dan tanggal pengunduhan. Ekstraksi buah dilakukan dengan cara merendam buah selama 1 hari kemudian dibersihkan daging buahnya sampai tidak ada yang menempel. Benih kemudian disimpan pada ruangan dengan temperature rendah (4-8oC) dengan wadah simpan agak kedap.

Penyemaiam benih dilakukan dengan cara member perlakukan pendahuluan (skarifikasi) dengan merendam benih pada larutan H2SO4 (20 N) selama 20 menit untuk meningkatkan daya kecambahnya. Benih disemaikan pada media campuran pasir dan tanah dengan perbandingan 1:1 yang te;ah disterilkan terlebih dahulu. Penyapihan samai dilakukan apabila semai telah tumbuh dan memiliki sepasang daun secara hati-hati. Semai disapih pada media campuran tanah, pasir dan kompos (7:2:1) dalam polibag ukuran 10 x 15 cm. hal-hal yang perlu diperhatikan padsa waktu penyapihan antara lain : akar tidak boleh terlipat, semai yang disapih adalah semai yang sehat dan penyapihan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. untuk memacu pertumbuhan bibit dilakukan pemupukan NPK (5 gram/liter air) yang dilakukan stelah bibit berumur 3 minggu. Dosis pemberian pupuk yaitu 1 sendok per bibit sebanyak 1-2 kali setiap 2 minggu.

Sumber : Departemen Kehutanan. 2003. Teknik Pembibitan dan Konservasi Tanah. Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Buku I.

3 Tanggapan

  1. kayu ini cocok buat apa yah

  2. Artikel menarik, akan lebih menarik lagi jika ditambah analisis usaha dan foto-foto perkembangan tanaman di lapangan

    • thankyou/maturnuwun masukannya

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: