KEMENYAN (Styracaceae Styrax spp)

 

Mendengar kuntitledata kemenyan, biasanya pikiran kita tertuju pada hal-hal yang berbau mistik. Tidak salah memang, karena kemenyan banyak digunakan sebagai pelengkap sesaji dalam ritual yang berhubungan dengan dunia gaib. Namun, sebenarnya masih banyak kegunaan kemenyan, tidak sekedar ritual beberapa suku tertentu saja. Di lingkungan masyarakat suku Jawa, kemenyan juga sering digunakan sebagai pengharum rokok kretek, mereka menyebutnya kelembak menyan.

Sedangkan di sektor industri, kemenyan dipergunakan sebagai bahan baku kosmetika dan bahan pengikat parfum agar keharumannya tidak cepat hilang. Kemenyan berguna pula sebagai bahan pengawet dan bahan baku farmasi/obat-obatan. Di samping itu kemenyan dapat dipakai pula sebagai bahan campuran dalam pembuatan keramik agar lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bahkan di negara-negara Eropa kemenyan digunakan sebagai bahan campuran pada pemanas ruangan.

Tanaman kemenyan termasuk dalam ordo Ebanales, famili Styracaceae dan genus Styrax spp. Terdapat dua jenis tanaman kemenyan yang diusahakan dan bernilai ekonomis yang tumbuh tersebar terutama di Tapanuli Utara. Masyarakat setempat menyebutnya Haminjon Toba (Styrax Sumatrana) dan Haminjon Durame (Styrax benzoin). Kemenyan tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 900-1200 meter di atas permukaan laut, bersuhu antara 28-30 derajat Celsius di tanah podsolik merah kuning dan latosol. Keasaman tanah antara 5,5 hingga 6,5 dengan kemiringan tanah maksimal 25 derajat.

Ada 20 jenis pohon kemenyan, tetapi yang banyak tumbuh di Sumut adalah kemenyan jenis durame (Styrax Benzoine) dan kemenyan toba (Styrax Sumatrana). Kemenyan durame lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan jenis toba. Durame bisa disadap sejak umur 6-7 tahun dengan warna getah cenderung hitam, sedangkan toba baru disadap umur 10-13 tahun dengan jenis getah putih. Getah-getah kemenyan itu bisa dikelompokkan sedikitnya dalam tujuh macam dari yang paling mahal hingga termurah, yakni dari mata kasar, kacang, jagung, besar, pasir kasar, pasir halus, hingga abu.

%d blogger menyukai ini: