KAPULASAN (Nephelium ramboutan-ake Blume)

 

Kapulasan, pulasan (Sunda), tenggaring (Kalimantan Tengah), tukou biawak (Kubu), Molaitomo (Gorontalo), mulitan (Toli-toli)

Deskripsi pohon kapulasan ini hampir sama dengan pohon rambutan karena masih dalam 1 marga. Tinggi pohon dapat mencapai 36 m. Bentuk dan percabangan daun sama dengan daun rambutan, hanya helaian daun tenggaring lebih kecil, panjangnya 4 kali lebarnya dan terdiri atas 1 – 7 per tangkai. Perbungaan tersusun malai terdapat di setiap ketiak atau agak ke ujung ranting. Buahnya tebal, bulunya yang keras, tegak, pendek dan tumpul. Kulit buah tebal berwarna kuning sampai merah tua. Bentuk buah seperti buah rambutan yaitu bundar telur serta daging buahnya manis yang bercampur sedikit asam. Tetapi untuk masyarakat di Kalimantan Tengah, buah tenggaring ini cukup manis dan enak, karena jarang atau boleh dikatakan tidak ada buah rambutan seperti yang ada di Jawa.

Distribusi atau penyebarannya terdapat di India, Burma, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan), Malaysia dan Filipina.

Habitat nya pada umumnya Kapulasan ini tumbuh liar di hutan-hutan dataran rendah di Kalimatan. Tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 200 – 350 m dpl. serta mempunyai curah hujan 3.000 mm per tahun, seringkali tumbuh di pinggir-pinggir sungai, biasanya di tanah berpasir atau berlempung.

Perbanyakan dapat dilakukan dengan dicangkok ataupun dengan sambungan. Secara ini macam tenggaring yang sudah terpilih mutunya dapat dipertahankan. Dari biji rasa yang diinginkan tidak terjamin, sebab bunga-bunga tenggaring mempunyai peluang untuk berkawin silang. Dari biji sampai tumbuhan menghasilkan buah memerlukan waktu antara 8 sampai 10 tahun.

Buahnya dapat dimakan. Pemanfaatan lain yaitu kayunya cukup keras dan oleh masyarakat setempat dipakai untuk peralatan rumah tangga. Biji tenggaring mengandung minyak nabati lebih banyak dari pada biji rambutan. Minyak ini umumnya digunakan dalam proses pembuatan lilin dan sabun.

Nama lainnya adalah Nephelium mutabile Bl., Nephelium intermedium Radlk., Nephelium philippense Monsalud et al.

%d blogger menyukai ini: