SAWO BLUDRU (Chrysopyllum cainito)


Sawo Beludru (Lat : Chrysopyllum cainito) juga termasuk suku Sapotaceae tinggi mencapai 20 m, daun mengkilap, permukaan atas berwarna hijau sedangkan bawah berwarna coklat seperti beludru sehingga dengan demikian orang jawa menamakannya Sawo Beludru. Umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman buah, tanaman hias dan tanaman peneduh. Daging buah dimakan segar atau dibuat selai manisan.

Buahnya bulat, mengkilat, berwarna ungu, ketika dibelah terdapat daging buah berwarna putih dan banyak getahnya. Orang Jawa bilang itulah yang disebut Sawo Beludru.

Konon orangtua saya banyak menemui buah semacam itu di halaman keraton Yogyakarta. Memang buah ini termasuk buah langka, anak-anak muda jaman sekarang banyak yang tidak tahu buah semacam itu. Terbukti pohon sawo yang ada di depan rumah saya buahnya utuh, tidak ada yang dicuri, padahal pohon lain setiap kali berbuah pasti tidak menyisakan bagi pemiliknya karena sudah didahului oleh anak-anak yang iseng mengambilnya.

Selain Sawo Beludru orang Indonesia juga sering menyebutnya sebagai buah Kenitu, Apel Jawa, Sawo Duren, atau Sawo hijau. Dalam bahasa asing disebut juga Cainito, Caimito, Star apple, Golden leaf tree, Abiaba, Pomme du lait, Estrella, Milk fruit, dan Aguay. Yang jelas buah tersebut punya nama ilmiah Chrysophyllum cainito.

Menurut Eksiklopedi Wikipedia, sawo beludru merupakan tanaman tropis dari keluarga Sapotaceae atau sawo-sawoan. Buah ini berasal dari Amerika tengah dan India Barat, pohonnya dapat tumbuh sampai 20 m. Daunnya berwarna hijau tua bagian atasnya, sedangkan bagian bawah berbulu halus dan berwarna keemasan, maka sering disebut juga Golden leaf tree.

Rata-rata orang mengenal sawo beludru ini berwarna hijau dengan daging buah putih, tetapi sebetulnya ada dua macam warna yaitu yang berkulit hijau kemerahan, dan yang berkulit ungu tua. Kulitnya mengkilat, daging buahnya yang tua berwarna putih kemerahan atau putih keunguan dengan biji berwarna hitam dan keras. Bila dibelah melintang daging buahnya berbentuk seperti bintang, maka sering disebut juga Star Apple.

Buah ini mempunyai banyak getah atau lateks di dalamnya, sehingga kita harus memilih yang benar-benar tua untuk memakannya supaya tidak terlalu banyak getahnya. Cara memakannya tidak dikupas, melainkan dengan sendok untuk mengambil daging buahnya. Rasanya manis, mungkin yang tidak biasa akan risih dengan getahnya, sebaiknya setelah dipetik disimpan 1-2 hari supaya getahnya berkurang. Konon daunnya bisa dimanfaatkan untuk obat diabetes dan rematik, sedang kulit batang bisa dijadikan tonik dan stimulant. Pohon sawo beludru akan berbuah setelah 5-6 tahun dan biasanya dipetik pada musim kemarau.

%d blogger menyukai ini: