JAMBU DERSONO MAWAR (Eugenia jambos Linn)


Tanaman pohon ini memiliki ketinggian hingga 10 m, selalu hijau, dan memiliki diameter batang 50 cm. Pohon jambu mawar bercabang rendah, dan tajuknya padat yang berbentuk galah, kadang-kagang bersegi empat ketika masih muda. Pangkal batang berpilin, dengan kulit batang berwarna coklat, beralur dan licin. Daun berhadapan, lonjong, berukuran 9-26 cm X 1,5-6 cm, pangkalnya berbentuk pasak, ujungnya lancip, lembaran atas hijau tua mengkilap dan bagian bawah daun hijau muda. Tangkai daun memanjang 5-13 mm, dan daun memiliki kelenjar berbintik samar-samar. Bunga pendek, bertipe payung menggarpu, muncul di ujung ranting atau di ketiak daun, panjangnya 5-10 cm, berbunga 4-10 kuntum, bunga berukuran besar, lebarnya 5-10 cm, berwarna putih kehijauan. Daun kelopak bunga bercuping empat, agak bulat, dengan ukuran 10 mm x 7 mm. Daun mahkota berjumlah 4 helai, dengan diameter 15-18 mm putih kehijauan. Buah bertipe buah batu, berbentuk bulat telur, dengan diameter 2,5-5 cm, bermahkota daun kelopak dan tangkai putik yang tidak rontok, kuning keputihan, terkadang merah jambu sampai merah, harum seperti air mawar. Bijinya berjumlah 1-4 butir, berbentuk agar bundar dengan diameter 1-1,6 cm, berwarna coklat, berkulit kasar, dan bersifat poliembrioni.

Pohon jambu mawar merupakan tumbuhan tropik dan saat ini juga menyebar ke daerah sub tropik. Tanaman ini memerlukan ketinggian sampai 1200 m dpl untuk tumbuh subur. Pada wilayah yang lebih tinggi, tanaman ini tidak mampu berbuah. Tanaman ini dapat beradaptasi pada suhu yang sangat rendah.

Buah dapat dikonsumsi langsung, tetapi rasanya agak sepat, dan juga dapat diawetkan. Tanaman ini menghasilkan minyak atsiri yang berwarna kuning, yang digunakan untk industri parfum, dan berasal dari daun yang disuling. Kayu dapat digunakan untuk konstruksi bahan bangunan. Tanaman ini juga banyak ditanaman di pinggir jalan untuk hiasan jalan. Beberapa bagian tanaman dapat digunakan untuk obat kuat atau peluruh kencing.

 

%d blogger menyukai ini: