Peneliti Litbang Kehutanan Menerima Apresiasi Iptek “19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa”

FORDA (Jakarta, 11/08/2014)_Badan Litbang Kehutanan kembali menerima apresiasi terkait hasil litbangnya. Senin (11/8) di Gedung II Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, dua peneliti Badan Litbang Kehutanan, Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA dan Prof. Riset. Dr. Gustan Pari, M.Si mewakili timnya menerima apresiasi Iptek berupa plakat dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) setelah hasil litbangnya terpilih sebagai 19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa.

Penyerahan apresiasi Iptek oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, MS kepada 19 inovator dari berbagai institusi litbang tersebut diberikan menyusul penyerahan Buku Sumber Inspirasi Indonesia “19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa” oleh Menristek kepada Wakil Presiden, Prof. Dr. H. Boediono pada puncak acara memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-19 tahun 2014, Senin (11/8) di Auditorium BPPT, Jakarta.

Kedua hasil litbang kehutanan yang ditampilkan pada Buku Sumber Inspirasi Indonesia “19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa” tersebut yaitu bidang pangan: Pengelolaan Koleksi dan Pengembangan Database  Mikroba Hutan Tropika Indonesia (INTROF CC-Indonesian Tropical Forest Culture Collections) dan bidang material maju: Carbon Sphere Nano-Porous untuk Baterai Lithium Mobil Listrik dari Pati/Selulosa.

Pengelolaan Koleksi dan Pengembangan Database Mikroba Hutan Tropica Indonesia (INTROF CC – Indonesian Tropical Forest Culture Collection) karya Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA, dkk, Peneliti Pusitbang Konservasi dan Rehabilitasi ini merupakan upaya mengkonservasi mikroba-mikroba potensial dari hutan tropis Indonesia ke dalam wadah bank mikroba yang berguna untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi dan lingkungan seperti di bidang pangan, obat-obatan dan bahan kimia, pupuk dan pembenahan tanah, pendegradasi limbah, perbaikan lingkungan dan bioenergi.

Karya lainnya, Carbon Sphere Nano-Porous untuk Baterai Lithium Mobil Listrik dari Pati/Selulosa dari Singkong Racun oleh Prof. Riset. Dr. Gustan Pari, M.Si dan Saptadi Darmawan, S.Hut. M.Si, Peneliti Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan merupakan paket teknologi yang akan digunakan sebagai bahan aktif baterai lithium dalam proyek pembuatan Mobil Listrik Nasional (konsorsium nasional riset baterai lithium).

19 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa 2014 ini merupakan hasil seleksi dari 800 karya unggulan dari berbagai institusi litbang Kementerian/Non Kementerian, pusat atau daerah, perguruan tinggi, BUMN, dan industri. Kriteria penilaian dalam seleksi ini berdasarkan academic excellent, economic benefit dan social impact.

Penyusunan buku “19 Karya Unggulan Iptek Anak Bangsa” oleh Kemenristek merupakan suatu upaya untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada pengiat Iptek untuk terus memajukan Iptek dan meningkatkan kualitas penguasaan dan pemanfaatan Iptek sekaligus menunjukkan kepada masyarakat nasional maupun internasional bahwa bangsa Indonesia mampu menciptakan karya  yang unggul.

Dalam sambutannya, Menristek, Gusti Muhammad Hatta mengemukakan bahwa setiap tahun teknologi yang dihasilkan anak bangsa terus bertambah. Untuk itu, Gusti berharap Kemenristek tetap mendorong supaya hasil karya anak bangsa yang terus berkembang ini bisa diproduksi secara massal.

“Tugas kita bersama adalah bagaimana hasil-hasil teknologi bisa diproduksi secara massal. Ini yang penting, sebab tanpa ke sana, belum bisa dirasakan di masyarakat. Itu yang ingin kita dorong terus,” harap Gusti.

Oleh karena itu, Gusti mengajak seluruh masyarakat Indonesia tidak ragu-ragu mencintai hasil karya anak bangsa. “Bagaimana bangsa kita meyakinkan industri kita untuk menerapkan hasil karya anak bangsa,” kata Gusti di akhir sambutannya.

Pada acara tersebut juga diberikan apresiasi Iptek kepada pemerintah provinsi pemrakarsa penguatan SIDA (Sistem Inovasi Daerah) dan kepada pemenang lomba penulisan dan foto iptek untuk kategori wartawan dan umum. Selain itu juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara industri nasional dengan Kemenristek.***

Sumber: http://www.forda-mof.org/index.php/berita/post/17883352

%d blogger menyukai ini: