CONTOH RENCANA USAHA PEMBIBITAN TANAMAN SENGON

RENCANA USAHA

  1. UMUM
  1. Produk

Pada rencana usaha yang dibuat ini rencananya produk yang akan di jual ke pasar yaitu berupa bibit sengon yang unggul dari bibit sengon yang telah dijual kebanyakan pengusaha bibit sengon lainnya. Di sini dijelaskan secara umum keunggulan bibit yang nanti akan kami jual yaitu bibit setelah 6 bulan tinggi sekitar 70-125 cm dengan harga terjangkau oleh para petani.

Keunggulan lain dari bibit sengon dari pembibitan yang kami kelola yaitu bibit lurus, bebas dari hama dan penyakit dan subur, dengan memberi bibit label dengan tulisan bibit unggul, ini juga merupakan suatu usaha kami buat mengungguli pesaing yang menjual bibit sengon juga

  1. Nama Usaha

Usaha ini kami beri nama “Pembibitan Tanaman Sengon ” Mengapa kami memilih usaha pembibitan tanaman sengon, karena kami melihat potensi usaha ini khususnya di kota Yogyakarta ini cukup bagus, sebab kebutuhan akan bibit sengon cukup tinggi karena kebutuhan akan kayu sengon juga meningkat dikarenakan kayu sengon cepat besar rata-rata pada umur 5 tahun sudah bisa di panen.

  1. Lokasi Usaha

Usaha pembibitan tanaman sengon ini berlokasi di Jl. Palagan tentara Pelajar Km 15, Purwobinangun, Pakem Sleman, alasan memilih lokasi tersebut lumayan strategis dekat dari tempat tinggal penggagas usaha, banyak sumber air.


  1. Layout Fasilitas fisik
A
A
B
D
D

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

A                             Areal Penyemaian Biji

B                             Areal Penyapihan bibit

C                             Jl. Utama

D                            Jl. Cabang

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam usaha ini adalah :

  • Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan perekonomian di sektor riil.
  • Memperkenalkan bibit unggul baru tanaman sengon, kepada masyarakat umum.
  1. Proyeksi pasar

Kutub pertama dari model lingkungan bisnis adalah aspek pasar. Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan barang/jasa yang dihasilkan bisnis tersebut. Oleh karena itu, kami melakukan survei kecil untuk melihat potensi dari usaha kami.

Dari hasil survei kecil yang kami lakukan di sekitar lokasi usaha yang rencananya akan dijalankan, menunjukan sekitar 50,05% permintaan akan bibit sengon. Jadi kami berkesimpulan bahwa besarnya pasar usaha pembibitan sengon ini adalah ±50,05% itu.

  1. Aspek Manajemen

Usaha pembibitan tanaman sengon ini dimiliki bersama dengan sistem modal bersama, dan keuntungan serta kerugian dibagi dan ditanggung bersama.

  1. RENCANA PEMASARAN DAN PROMOSI
  1. Pemasaran
  1. Target Pembeli

Sasaran yang akan dibidik secara langsung adalah para petani dan pengusaha bibit tanaman hutan kelas menengah. Yang beraktivitas di Yogyakarta dan sekitarnya. Alasan pemilihan ini adalah karena Petani dan pengusaha bibit tanaman hutan kelas menengah merupakan konsumen paling potensial bagi usaha kami. Untuk kategori kedua, kami akan menargetkan kelompok/organisasi. Alasan pemilihan kelompok adalah untuk pengembangan kelanjutan usaha. Cara yang nantinya akan kami tempuh untuk menjaring kelompok/organisasi adalah dengan memberikan diskon ataupun potongan harga.

  1. Target penjualan

Dalam usaha pembibitan tanaman sengon ini kita mencoba mentargetkan penjualan bibit bisa terlaksana pada bulan ke-6 setelah penyemaian biji, dengan perkiraan bibit terjual pada pada bulan ke-6 s/d 12 rata-rata sekitar 22.667 bibit perbulan (cashflow terlampir)

  1. Promosi

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mempromosikan usaha pembibitan tanaman sengon ini yaitu melalui pembuatan leaflet, media massa serta dari mulut ke mulut artinya dari konsumen memberitahu ke konsumen yang lain.

 

  1. Aspek pembiayaan

 

  1. Rencana biaya usaha

Pada kegiatan usaha pembibitan tanaman sengon ini diperkirakan memerlukan biaya untuk 1 (satu) tahun kedepan sebesar Rp. 28.180.000, dengan asumsi pada bulan pertama/diawal usaha dimulai biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 20.590.000, untuk biaya produksi dan peralatan, dan biaya selanjutnya adalah sebesar Rp. 7.590.000, buat biaya operasional lainnya, untuk detailnya bisa dilihat pada data analisa usaha pembibitan tanaman sengon terlampir.

  1. Laporan Laba rugi

Dalam menjalankan usaha Pembibitan Tanaman Sengon memiliki prospek yang bagus hal itu terlihat dari rencana laporan laba rugi rata-rata per tahun yang di gambarkan dalam 1 (satu) tahun kedepan.

Laporan Rugi Laba Pembibitan Tanaman Sengon

Dalam 1 (satu) Tahun Ke depan

 

No. Uraian 1 Tahun ke depan
1 Pendapatan Rp. 68.000.000,-
2 Pengeluaran

  1. Biaya Produksi dan Peralatan
  2. Penyusutan
  3. Biaya operasional
 

Rp. 16.420.000,-

Rp. 4.170.000,-

Rp. 7.590.000,-

  JUMLAH Rp. 28. 180.000,-
  LABA Rp. 39.820.000,-

 

Dan untuk melihat data rugi laba lebih detail dapat di lihat pada lampiran II (CashFlow)

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan nilai

  1. BEP
  • BEP untuk volume Produksi = 56.360 bibit maka titik balik modal usaha produksi pembibitan bila jumlah produksi nya sekitar: 56.360 bibit
  • BEP untuk harga produksi Produksi = Rp. 207 maka titik balik modal usaha produksi pembibitan sengon bila harga produksi cukup dengan harga Rp 207.

 

 

  1. Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio) = Rp 2,4

Dari biaya yang di keluarkan sebesar Rp 28.180.000 akan diperoleh hasil penjualan 2 kali lipat,

  1. NPV (Net Present Value)

 

Dengan asumsi bunga bank 13% pertahun, penerimaan yang akan diperoleh 12 bulan yang akan datang senilai Rp 59.752.246

  1. IRR (Internal Rate of Return)

 

Sama seperti NPV metode tingkat pengembalian internal atau IRR juga merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang. Pada metode NPV tingkat bunga yang diinginkan telah ditetapkan sebelumnya, sedangkan pada metode IRR, kita justru akan menghitung tingkat bunga tersebut.

Tingkat bunga yang akan dihitung ini merupakan tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari tiap-tiap cash inflow yang didiskontokan dengan tingkat bunga tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cash outflow atau nilai usaha. Dengan kata lain tingkat bunga ini adalah merupakan tingkat bunga persis usaha bernilai impas, yaitu tidak menguntungkan dan juga tidak merugikan.

Pada usaha pembibitan sengon ini IRRnya adalah sebesar 13% yang berarti usaha ini akan menghasilkan keuntungan pada tingkat bunga 13%

  1. ROI (Return Of Investment)

Pada Usaha ini nilai ROI nya adalah 0,413059 atau 41.31%, ini berarti usaha pembibitan sengon ini dapat dilaksanakan, karena usaha ini akan memberikan keuntungan sebesar 41.31% dari total biaya investasinya.

  1. Payback Period Method

Pengembalian modal awal usaha pembibitan sengon ini dalam jangka 8 bulan 5 hari, jadi tidak sampai 1 tahun modal sudah bisa di kembalikan. Artinya usaha ini cukup bagus prospek kedepannya

%d blogger menyukai ini: