PENELITIAN PEMULIAAN JENIS MERBAU (Instia bijuga)

Mahfudz

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

Koleksi Materi Genetik Merbau

Kegiatan pengumpulan materi genetik merbau berupa biji telah dilakukan di beberapa populasi alam di Papua yaitu Bintuni dan Manimeri, Sarmi (Jayapura), Babo, Manokwari, Nabire, Wasior, Sorong dan di Jawa (Carita) Jumlah materi genetik yang tekumpul sebanyak 150 famili. Diameter pohon induk di papua berkisar antara 80 – 200 cm dan tinggi pohon induk antara 26-40 m. Kegiatan koleksi materi genetik merbau dilakukan sejak tahun 2005 – 2006.

Tabel 1. Data kondisi pohon induk pada setiap populasi merbau

No

Populasi

Jumlah pohon induk

Rata-rata diameter (cm)

Rata-rata- tinggi (m)

1. Bintuni dan Manimeri

36

135,5

28,4

2.

Sarmi

29

115,7

24,7

3.

Babo

16

124,4

26,8

4.

Nabire/TandiaWasior

29

116,8

25,7

5.

Sorong

10

105,8

25,5

6

Manokwari

15

128,6

27,2

7.

Carita

15

64,2

23,6


Gambar 1. Seleksi pohon induk superior di hutan alam Papua

Teknologi Perbanyakan Tanaman

Telah dikuasai teknik perbanyakan tanaman merbau baik secara generatif maupun vegetatif. Penelitian teknik perbanyakan vegetatif yang dilakukan adalah sambungan dengan teknik top clept dan stek stek pucuk. Teknik pembiakan vegetatif dengn stek pucuk menunjukkan keberhasilan yang cukup tinggi dan bibit yang dihasilkan telah diuji tanam di dua lokasi (plot konservasi merbau) di Gunung Kidul dan Sobang-Banten.


Gambar 2. Bibit merbau di persemaian

Pembangunan Plot Uji Keturunan Merbau

Plot uji keturunan merbau di Sobang dibangun pada tahun 2007 dengan melibatkan 100 famili yang diuji. Penanaman disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RCBD) yang terdiri atas 6 blok yang pada masing-masing blok terdiri atas 4 treeplot, sehingga total unit pengamatan sebanyak 2.400 plot tanaman.

Hasil pengamatan pada umur 6 tahun menunjukkan persentase hidup tanaman rata-rata secara umum 56,63%. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa sampai dengan umur 4 tahun diketahui pertumbuhan tanaman uji keturunan merbau di Sobang adalah sebagai berikut: tinggi rata-rata bervariasi mulai 0,67 – 2,02 cm, diameter batang bervariasi dari 1,00 – 2,25 cm. Tinggi tanaman terbaik dapat mencapai 6,05 m dan diameter batang terbaik mencapai 9,74 cm. Besarnya variasi tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi lahan yang cukup bervariasi maupun oleh perbedaan provenan dan famili-famili yang digunakan.

Berdasarkan hasil penaksiran nilai heritabitas famili diperoleh bahwa untuk sifat tinggi diperoleh nilai heritabilitas 0,381 sedangkan untuk sifat diameter sebesar 0,426. Besaran nilai heritabilitas untuk sifat tinggi termasuk rendah dan untuk sifat diameter termasuk sedang (antara 0,4 – 0,6). Hal tersebut dimungkinkan karena adanya pengaruh interaksi yang cukup besar antara replikasi dengan famili yang diuji sehingga komponen varians interaksi cukup besar yang menyebabkan besarnya variasi pertumbuhan tanaman antar famili yang diuji.

Sumber

Laporan Hasil Penelitian Populasi Pemuliaan Jenis Kayu Pertuklangan Daur Panjang Tahun 2013. Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.

%d blogger menyukai ini: