EVALUASI PERTUMBUHAN TANAMAN NYAMPLUNG HASIL GRAFTING DI CILACAP, JAWA TENGAH

Hamdan Adma Adinugraha

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

Pertumbuhan Tanaman

Uji pertanaman nyamplung hasil perbanyakan vegetatif (teknik grafting) dibangun pada akhir tahun 2010-2011 dengan luas areal sekitar 2,7 ha. Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman menunjukkan variasi pertumbuhan yang cukup besar karena adanya variasi areal pertanaman yang meliputi : di bawah tegakan Acacia mangium, di sela tanaman pisang, lahan terbuka dengan vegetatsi alang-alang dan lahan pertanian/tumpangsari. Demikian pula dengan kemiringan lahan yang bervariasi 10 s/d 60%. Berdasarkan hasil pengamatan nampak sekali adanya variasi pertumbuhan tanaman nyanmplung yang ditanam. Pertumbuhan tinggi tanaman rata-rata mulai dari 30-425 cm dengan diameter rata-rata 1-7 cm. Secara umum tanaman menunjukkan kondisi pertumbuhan yang baik dan tidak mengalami gangguan yang berarti. Gejala kerusakan tanaman yang nampak berupa adanya keriting pada bagian pucuk yang diduga disebabkan oleh semut. Setiap tanaman yang menunjukkan keriting pucuk merupakan sarang semut.



Gambar 1. Pertumbuhan nyamplung hasil grafting umur 3 tahun di Cilacap

    Pada pengamatan ini ditemukan tanaman yang menunjukkan aktifnya pertumbuhan bagian generatif (awal pembungaan) di blok II sebanyak 2 tanaman. Dari laporan petugas lapangan dan petani penggarap di lahan tersebut, pernah ditemukan adanya tanaman yang sudah berbuah. Akan tetapi dari pengamatan selanjutnya buah sudah rontok (tidak ditemukan). Dari hasil pengukuran tinggi tanaman rata-rata bervariasi dari 50 s/d 324 cm dengan diameter batang bervariasi dari 0,78 s/d 4,50 cm. Tingkat pertumbuhan sebagian tanaman di blok I relatif terhambat karena adanya naungan dari pohon Acacia mangium, pisang dan sebagian lahan yang ditumbuhi alang-alang karena tidak digarap oleh petani, seperti disajikan pada gambar 1.

Tabel 1. Hasil pengukuran tinggi dan diameter batang umur 2 tahun

Sifat tanaman yang

diukur

Blok 1

Blok 2

Blok 3

Blok 4

Blok 5

Blok 6

Blok 7

Tinggi (cm)

188

165

99

87

95

50

53

Diameter (mm)

22,37

21,06

12,65

12,50

11,93

10,28

10,00

Dari hasil pengamatan menunjukkan adanya beberapa hal lainnya yang menyebabkan tingginya kematian tanaman, yaitu:

  1. Pemeliharaan tanaman yang tidak kontinyu yaang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak optimal bahkan banyak yang mati
  2. Peruntukan lahan yang tidak jelas dengan adanya peralihan lahan oleh bidang-bidang/Dinas terkait menyebabkan perubahan jenis tanaman keras. Pada saat pengamatan sedang dilakukan persiapan untuk penanaman pisang berdasarkan instruksi Dinas terkait, sehingga sebagian plot nyamplung berada pada posisi tanam yang sama atau berdekatan.
  3. Pengolahan lahan oleh masayarakat/pesanggem tanpa pengawasan yang baik sehingga dilakukan dengan pembakaran dan pengolahan lahan yang tidak memperhatikan tanaman pokok nyamplung yang sudah ditanam.

Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi pembukaan plastik pengikat bagian sambungan, pembersihan, pendangiran, pemberian pupuk NPK dan mulsa dan pengguludan. Beberapa tanaman masih belum dibuka bagian ikatan sambungannya sehingga mengganggu pertumbuhannya (mencekik tanaman). Kegiatan pendangiran, pemulsaaan dan pengguludan dilakukan terutama untuk tanaman yang relatif lambat tumbuhnnya. Diharapkan tanaman dapat terpacu pertumbuhannya dengan adanya suplai hara dari pupuk dan bahan organik yang diberikan.


Gambar. Kegiatan pemupukan, pemulsaan dan pengguludan tanaman

%d blogger menyukai ini: