UJI PENANAMAN PULAI DARAT DI WONOGIRI

Mashudi

Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

Jenis pulai darat atau Alstonia angustiloba Miq. termasuk anggota famili
Apocynaceae. Jenis ini memiliki sinonim Alstonia calophylla Miq., Alstonia iwahigensis Elmer dan Paladelpha angustiloba (Miq.) Pichon. Penyebaran jenis ini umunya tumbuh bercampur dengan jneis-jenis dipterocarpaceae di hutan dataran rendah atau bukit sampai dengan ketinggian > 700 m . Daerah sebarannya yaitu di Malaysia, Sumatra, Java, Borneo (Sarawak, Sabah and Brunei) and the Philippina. Kegunaan kayu pulai untuk bahan baku industri pencil , korek api, peti, plywood and kerajinan. Getahnya (latex) dapat digunakan dengan copper sulphate untul obat penyakit kulit.

Penelitian dilaksanakan pada plot uji keturunan F-1 pulai darat yang berlokasi di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Wonogiri, Jawa Tengah pada bulan Desember 2012. Lokasi uji terletak di Desa Sendangsari, Kec. Giriwono, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah. Jenis tanah lokasi studi adalah Mediteran, ketinggian tempat ± 141 m dpl, rata-rata curah hujan 1.878 mm/tahun, suhu udara maksimum berkisar 30º – 38ºC dan minimum berkisar 20º – 23ºC serta rata-rata kelembaban relatif 67,5% (BBPBPTH, 2011).


Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman pulai yang dikoleksi dari 4 populasi alami yaitu Carita, Pendopo, Lubuk Linggau dan Solok menunjukkan rata-rata persentase hidup tanaman pada umur 3 tahun sebesar 80,09%. Tanaman pulai darat asal populasi Carita (Banten) menghasilkan persen hidup terbaik yaitu sebesar 85,28% sedangkan populasi Solok (Sumatera Barat) menghasilkan persen hidup terendah yaitu sebesar 73,96%. Populasi Pendopo (Muara Enim) dan Carita (Banten) merupakan dua populasi terbaik dalam pertumbuhan tinggi tanaman, yaitu masing-masing sebesar 3,18 m dan 2,98 m. Populasi Pendopo (Muara Enim) merupakan populasi terbaik dalam pertumbuhan diameter batang yaitu sebesar 4,7 cm.

%d blogger menyukai ini: