PERTUMBUHAN TANAMAN MERBAU UMUR 6 TAHUN DI SOBANG BANTEN

Hamdan Adma Adinugraha

Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

Merbau tergolong pohon raksasa dengan tingi mencapai 40 m dan tinggi bebas cabang 30 m, serta berdiameter mencapai 200 cm. Bentuk batang agak tegak, tidak silindris sempurna, berakar papan yang rata-rata mencapai lebar 2 m dan tebal 10 cm. Bagian kulit batang yang mati setebal 0,5-1 mm berwarna kelabu sampai coklat muda. Sedangkan bagian kulit yang hidup setebal 5- 10 mm pada penampang melintang yang berwarna kuning sampai coklat. Bentuk tajuk tidak teratur dengan penampilan yang hampir mirip bila dilihat dari kejauhan. Kulit batang agak halus dan tidak gampang mengelupas atau pecah-pecah. Bentuk daun agak bulat dan ukurannya lebih kecil dari Instia palembanica (Untarto et al, 1996).

Plot uji keturunan merbau di Sobang dibangun pada tahun 2007 dengan melibatkan 100 famili yang diuji dengan rancangan acak kelompok (RCBD) yang terdiri atas 6 blok yang pada masing-masing blok terdiri atas 4 treeplot. Pertumbuhan tanaman uji keturunan merbau di Sobang sampai dengan umur 6 tahun sangat bervariasi dengan kisaran persentase hidup berkisar 8,33 – 91,7% dengan tinggi tanaman rata-rata 2,13 m dan diameter rata-rata 1,84 cm. Asal sumber benih dan famili yang digunakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman di lapangan. Pertumbuhan tanaman terbaik ditunjukkan oleh famili-famili dari Oransbari, Manimeri dan Tandiwasior (Adinugraha et al., 2013)

Gambar 1. Variasi persentase hidup antar populasi merbau sampai dengan umur 6 tahun

Berdasarkan hasil penaksiran nilai heritabitas famili diperoleh bahwa untuk sifat tinggi diperoleh nilai heritabilitas 0,381 sedangkan untuk sifat diameter sebesar 0,426. Besaran nilai heritabilitas untuk sifat tinggi termasuk rendah dan untuk sifat diameter termasuk sedang (antara 0,4 – 0,6). Hal tersebut dimungkinkan karena adanya pengaruh interaksi yang cukup besar antara replikasi dengan famili yang diuji sehingga komponen varians interaksi cukup besar yang menyebabkan besarnya variasi pertumbuhan tanaman antar famili yang diuji.

Sumber : Laporan Hasil Penelitian (LHP) Populasi Pemuliaan Jenis Kayu Pertukanagn Tahun 2013. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan

%d blogger menyukai ini: