Azadirachta indica

Memiliki sinonim:
Melia indica, Melia azadirachta termasuk kedalam familia Meliaceae

Nama umum : Neem, margosa-tree (English); mimba (Indonesia); tamaka (Myanmar); mambu, sadu (Malaysia); kwinin, sadao India ; sàu-dâu (Virtnam). var. siamensis: kadao, sadao, cha-tang (Thailand).


Kunci karakteristik: memiliki percabangan rendah ; bagian dalam kulit berwarna merah muda dan mengandung za astringent ; daun berbentuk pinnately majemuk ; tepi daun berombak ; bunga berukuran kecil, berwarna putih dan harum.

Keterangan : Tingginya sampai dengan 20 m, diameter batang dapat mencapai 1 m, dengan cabang-cabang yang rendah dan berbentuk mahkota bulat padat . Kulit batang coklat ketika muda , kemudian abu-abu dengan alur-alur yang dalam dan piring bersisik . Bagian dalam kulit berwarna pink (merah muda), mengandung  zat yang pahit bila dicicipi . Daun majemuk berbentuk pinnately  dan dapat gugur  selama musim kekeringan yang parah . Setiap daun memiliki 9-17 pasang yang berukuran panjang  4- 8 cm dan ujungnya melengkung  berbentuk tombak, bergerigi dan selebaran runcing . Bunganya banyak /melimpah , kecil , putih dan harum, yang timbul di sudut tangkai daun . Buah kecil , drupes elips halus , kuning atau kehijauan - kuning saat matang .
Kegunaan : penahan angin , naungan dan pohon pakan untuk ternak , perbaikan tanah dan gurun reklamasi . Kayu serangga repellant dan digunakan untuk konstruksi, mebel, pulp kertas, chipboard dan kayu bakar . Azadirachtin , senyawa insektisida dapat diekstrak dari biji dan daun .
Ekologi : Tumbuh subur di berbagai tanah , suhu dan pola curah hujan dan ditemukan pada tanah yang miskin dari permukaan laut sampai 1.500 m dpl masih hidup suhu dari bawah 0 ° C ke lebih dari 40 ° C dan curah hujan tahunan ke 130 mm . Lebih memilih tanah asam , suhu hangat dan dari 450 sampai 1.500 mm curah hujan .


Distribusi : jenis asli pada daerah kering (dry regions) dari subcontinent India sampai Myanmar, Thailand and Malaysia to Indonesia.

References: F/FRED (1992), Hensleigh & Holaway (1988), National Research Council (1980, 1992).

Diterjemahkan dari Jensen, M. 1999. TREES COMMONLY CULTIVATED IN SOUTH-EAST ASIA AN ILLUSTRATED FIELD GUIDE. RAP Publication: 1999/13. FAO


%d blogger menyukai ini: