Sauraulia bracteosa DC.

Sauraulia bracteosa DC.

ACTINIACEAE

Nama lokal : kileho,kileho bentang (sunda)

Perawakan : pohon,berukuran sedang,tinggi sampai 7 meter ,diameter sampai 10 cm

Daun : Tunggal,spiral,melonjong,pangkal rata samapi tumpul,ujung lancip,tepi bergerigi halus,permkaan atas hijau,permukaan bawah hujau.

Perbungaan : payung manggarpu di ketiak daun,berbunga pada bulan April-Agustus.selundang berukuran besar mirip daun.

Bunga : putih.daun kelopak sangat pendek dari pada daun mahkota,bagian luar bersisik; daun mahkota bartautan di pangkal,panjang 1,5-2 cm,benang sari kuning

Buah : bumi,membulat,berdaging,satu buah sampai 100 biji

Distribusi : Asli indonesia (jawa, bali).Ditemukan di TNGM pada ketinggian 1,400-2.000 m dpl.

Informasi lai : merupkan jenis endemik indonesia dengan status rentan berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species 2006.secara ekologi merupakan jenis klimaks.

Sumber : Buku Panduan Lapangan Jenis-jenis Tumbuhan Restorasi Departemen kehutanan, Jica dan Lipi 2014

Iklan

Sauraulia bracteosa DC.

ACTINIACEAE

Nama lokal : kileho,kileho bentang (sunda)

Perawakan : pohon,berukuran sedang,tinggi sampai 7 meter ,diameter sampai 10 cm

Daun           : Tunggal,spiral,melonjong,pangkal rata samapi tumpul,ujung lancip,tepi bergerigi halus,permkaan

atas hijau,permukaan bawah hujau.

Perbungaan : payung manggarpu di ketiak daun,berbunga pada bulan April-Agustus.selundang berukuran

besar mirip daun.

Bunga : putih.daun kelopak sangat pendek dari pada daun mahkota,bagian luar bersisik; daun mahkota

bartautan di pangkal,panjang 1,5-2 cm,benang sari kuning

Buah : bumi,membulat,berdaging,satu buah sampai 100 biji

Distribusi : Asli indonesia (jawa, bali).Ditemukan di TNGM pada ketinggian 1,400-2.000 m dpl.

Informasi lai : merupkan jenis endemik indonesia dengan status rentan berdasarkan IUCN Red List of

Threatened Species 2006. secara ekologi merupakan jenis klimaks.

Sumber : Buku Panduan Lapangan Jenis-jenis Tumbuhan Restorasi Departemen kehutanan, Jica dan Lipi 2014

Avicennia officinalis L

ACANTHACEAE

Sinonim                : Avicennia abovata Giff., Avicennia oepata Buch, ham

Nama Lokal         : Api-api (indonesia), mentigi (TNS)

Perawakan          : pohonn, tinggi sampai 12 m. kulit halus kelabu hingga cokelat, memiliki lentisel.

Daun                     : tunggal, berseling, menjorong sampai bundar telur sungsang, pangkal melancip, ujung

membundar, tepi rata, permukaan atas hijau, permukaan bawah hujau kekuningan,

daun memiliki kelenjar garam.

Perbugaan          : malai di ujung ranting atau di ketiak daun, berbunga sepanjang tahun.

Bunga                   : tangkai sangat pendekmahkota 4 kuning, kelopak 5, benang sari 4, ukuran

bunga 1-1,5 cm

Buah                      : Berbentuk hati, mimiliki paruh pendek di ujung, kuning kehijauan.

Perakaran            : Akar nafas berbentuk seperti pensil.

Distribusi             : seluruh indonesia, india selatan sampai malaysia, papua nigini dan autralia bagian timur,

Di lima taman nasional ujicoba restorasi ditemuklan di TNS

Informasi Lai      : Media berlumpur atau tepi sungai yang dipengaruhi pasang surut dan toleran terhadap

salinitas sangat tinggi

Sumber : Buku Panduan Lapangan Jenis-jenis Tumbuhan Restorasi Departemen kehutanan, Jica dan Lipi 2014

AVICENNIA MARINA (FORSSK.) VIERH

ACANTHACEAE

Sinonim: sceura marina forssk., Avicennia intermedia Griff., Avicennia mindanaense Elmer

Nama Lokal: Api-Api (Indonesia), lempupu (TNS)

Perawakan: Pohon, tinggi sampai 25m.

Daun: Tunggal, berseling, menjorong, pangkal melancip, ujung lancip, tepi rata, permukaan atas hijau, permukaan bahwa putihkeabu-abuan, daun memiliki kelenjar garam.

Perbungaan: Malai di ketiak daun atau di ujung ranting, berbunga sepanjang tahun.

Bunga: Tangkai sangat pendek, mahkota 4, kunung-jingga, kelopak 5, benand sari 4.

Buah: bulat dengan ujung seperti paruh pendek, hujau, ukuran buah 1,5 cm x (1,5-2) cm

Perakaran: akar nafas berbentuk seperti pensil.

Distribusi: seluruh indonesia, Afrika, Asia, Amerika serikat, Autralia, Polynesia dan selandia baru. Di lima Taman nasional ujicoba restorasi ditemukan di TNS.

Informasi Lain: Media berlumpur atau tepi sungai yang dipengaruhin pasang surut dan toleran terhadap salinitas sangat tinggi, dibedakan dari A. alba karena ukuran buah yang lebih kecil

Sumber : Buku Panduan Lapangan Jenis-jenis Tumbuhan Restorasi Departemen kehutanan, Jica dan Lipi 2014

Alau atau Cemara

(Podocarpaceae) Dacrydium pectnatum de Laub. Ciri-ciri umum:
  • Pohon berukuran sedang dengan tnggi berkisar antara 20-45 m atau lebih
  • Kulit luar pohon berwarna kecoklatan dan bagian dalam kemerahan
  • Kulit pohon cukup tebal kira-kira 1 cm bercelah-celah
  • Getah cair dan berwarna kemerahan
  • Bunga dan buah terdapat pada ujung daun
  • Daun sepert jarum terbagi-bagi
Kulit dan Daun
 Daun
 Pohon
   Sumber : Thomas, A. 2014. Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan

Avicennia alba Blume

ACANTHACEAE

Sinonim : Avicennia spicata Kuntze. Avicennia marina var alba (Blume) Bakh.

Nama Lokal : Api-api (TNS).

Perawakan : Pohon berukuran sedang, tinggi sampai 25. Diameter sampai 60 cm.

Daun : Tunggal, berseling, melanset-menjorong, pangkal melancip. Ujung lancip, tepi rata, permukaan atas hijau mengkilap. Permukaan bawah hijau pucat keputihan. Daun memiliki kelenjar garam.

Perbungaan :  Malai diketiak daun atau di ujung ranting. Berbunga sepanjang tahun.

Bunga : Tangkai sangat pendek, mahkota kuning-jingga kelopak 5 benangsari 4.

Buah : Seperti cabe hijau kekuningan

Perakaran : Akar nafas berbentuk seperti pensil.

Distribusi : Seluruh Indonesia, India, Indo Cina, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Australia tropis. Di lima taman nasional ujicoba restorasiditemukan di TNS.

Informasi lain :  Media berlumpur atau tepi sungaiyang dipengaruhi pasang surutdan toleran terhadap salinitas sangat tinggi. Dibedakan dari A. marina karena ukuran buah yang lebih besar serta warna buanya.

Sumber : Buku Panduan Lapangan Jenis-jenis Tumbuhan Restorasi Departemen kehutanan, Jica dan Lipi 2014

 

Abiu (Pouteria caimito)

Pohon buah Abiu memiliki banyak kesamaan dengan sawo duren (Chrysophyllum cainito). Dari ukuran, bentuk, dan tekstur daging buah abiu, memang mirip kenitu-sebutan sawo duren di Jawa. Dagingnya sama-sama berwarna putih susu dan kulitnya mengkilap. Perbedaannya antara lain dari bentuk tajuk. Abiu bertajuk piramid sedangkan sawo duren membulat.

Abiu masuk kerabat sawo-sawoan, pohon ini memiliki karakter yang mirip dengan para kerabatnya. Pohon berkayu itu mampu mencapai tinggi 15 meter. Buahnya yang berbentuk lonjong sampai membulat berukuran panjang 6-12 cm dengan bobot 300-700 g. Buah abiu ada yang ujungnya bulat, ada pula yang lancip membentuk nipple.

Buah Abiu adaptif di iklim tropis dan subtropis itu tumbuh subur mulai dari dataran rendah seperti Jakarta sampai dataran tinggi. Cepat berbuah adalah salah satu keistimewaan utama abiu dibanding keluarga Sapotaceae lainnya. Umur 2 tahun, tanaman asal biji mulai bebunga. Dua bulan kemudian, bunga menjadi buah berwarna hijau dan berangsur kuning cerah kala masak.

Rasanya segar dan manis membuat orang yang mencecapnya tak cepat puas. Jika digambarkan rasanya seperti krim lembut paduan susu dan karamel dengan aroma segar. Karena daging buahnya yang lembek, abiu biasa dimakan dengan dibelah melintang maupun membujur, lalu daging buahnya disendok.

Kabarnya pohon ini dari Australia, tetapi sekarang ini mudah mendapatkannya. Datang saja ke taman buah Mekarsari. Di counter tanaman buah buah ini bisa dibeli.

Selamat menanam dan tunggu 2 atau 3 tahun Insya Allah akan berbuah. Tidak usah harus menunggu cucu yg menikmati, kita yang menanamnya Insya Allah juga bisa menikmatinya.