Gemor

Ciri umum:

  • Pohon berukuran cukup besardan dapat mencapai ketinggian15-20 m dengan diameter 45 cmatau lebih
  • Kulit batang berwarna kecoklatan,bercelah, dan cukup tebal (kirakira 1-2 cm)
  • Biasanya, pohon memiliki banir
  • Tidak bergetah, akan tetapi jikakulit pohon terendam air akanmengeluarkan gumpalanBerlendir seperti jeliberwarna putih
  • Buah sangat jarang ditemukan
  • Buah berbentuk seperti jarimemanjang dengan panjangrata-rata 5 cm
  • Biji bulat, sedikit memanjangdengan ukuran mencapai 3 cm.Dalam satu buah terdapat 1 biji.
  • Komposisi daun tunggal dantata daun berhadapan

POHON

PANCANG

DAUN

BUAH

Sumber : Thomas, A. 2014. Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan

Garunggang Merah

(Hypericaceae) Cratoxylum glaucum Korth.

Ciri-ciri umum:

  • Pohon berukuran sedang dapat mencapai tinggi 20 matau lebih
  • Kulit batang bercelah garis-garis berwarna kecoklatansampai keputihan
  • Getah berwarna kuning lembut
  • Buah berbentuk kapsul yang di dalamnya terdapat bijiberukuran kecil dan dikelilingi sayap kecil
  • Buah berwarna merah
  • Daun berbentuk kecil dan bertekstur keras

POHON

KUNCUP BUNGA 

Sumber : Thomas, A. 2014. Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan

Garunggang/Nipa

(Hypericaceae) Cratoxylum arborescens (Vahl) Blume

Ciri-ciri umum:
• Pohon berukuran kecil sampai besar dengan ketinggian rata-rata 15-20 m
• Kulit luar batang bercelah-celah dan berwarna kemerahan hingga coklat
• Getah berwarna kuning lembut
• Buah berbentuk kapsul pecah dengan panjang 8 mm
• Bentuk biji tipis dan dikelilingi oleh sayap dengan panjang biji 4,5 mm
• Daun berhadapan sederhana

Pohon

Daun

Bunga, Buah, Biji dan Semai

Sumber : Thomas, A. 2014. Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan

Gandis/Aci

(Clusiaceae) Garcinia sp.1

Ciri-ciri umum:

  • Pohon berukuran kecil hingga sedang, dengan tinggi rata-rata 15 m
  • Getah berwarna kuning dan akan menggumpal jika keluar
  • Buah berbentuk bulat dan berdaging, didalamnya biasanya terdapat 4-6 biji
  • Buah berwarna kuning muda jika masak
  • Daging buah berwarna putih sedikit kuning dan teksturnya lembut jika masak
  • Tata daun berhadapan sederhana

Pohon

Kulit Batang

Daun

Sumber : Thomas, A. 2014. Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan

Galam

(Myrtaceae) Melaleuca leucadendra (L.) L.

Ciri-ciri umum:

  • Pohon berukuran sedang dengan tinggi 15-20 m
  • Terkadang memiliki banir kecil
  • Kulit pohon tebal berlapis-lapis seperti kertas dan tidak bergetah
  • Buah berbentuk kapsul, berwarna coklat dan keras, sedangkan biji berukuran kecil-kecil
  • Bunga berwarna putih, tumbuh pada pucuk-pucuk ranting
  • Posisi daun berseberangan, dengan diameter buah berkisar antara 2-6 mm
  • Daun jika di gosokkan bersama akan berbau minyak kayu putih

Melaleuca leucadendra (syn. Melaleuca leucadendron) sangat mirip dengan Melaleuca cajuputi. Untuk membedakan kedua jenis ini; daun leucadendra halus, termasuk daun baru, sedangkan M. cajuputi mempunyai bulu padat pada daun muda yang tahan cukup lama. Bentuk daun M. cajuputi lebih melebar sedangkan daun leucadendra lebih kurus. (Info dari T. Bean, Brisbane Botanic Gardens)

Pohon

Bunga, Daun, Kulit, Buah dan Anakan

Sumber : Thomas, A. 2014. Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan

GANDARIA (Bouea macrophylla Griffith)

Gandaria (Bouea macrophylla Griffith)atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand. Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Bauh Gandaria berbentuk bulat lonjong, berukuran kecil. Buah yang telah masak berwarnaa kuning atau merah muda. Daging buahnya tebal, berair, rasanya ada yang asam dan ada pula yang manis. Buah Gandaria yang telah masak , setelah dikupas dapat dimakan dalam keadaan segar. Dapat juga sebagai bahan pembuatan sirup, dan sari buah-buahan. Buah yang masih muda dapat digunakan unutk rujak dan asinan. Dapat juga dipakai sebagai pengganti jeruk nipis atau asam.

Tanaman berupa pohon dengan ketinggian hingga 27 m dengan tajuk rapat. Daunnya tunggal, berbentuk bundar telur-lonjong sampai bentuk lanset atau jorong. Waktu muda berwarna putih, kemudia berangsur ungu tua, lalu menjadi hijau tua. Perbungaannya malai, muncul di ketiak daun, Buahnya bertipe buah batu, berbentuk agak bulat, berdiameter 2,5-5 cm, berwarna kuning sampai jingga, daging buahnya mengeluarkan cairan kental; buahnya tidak berbulu, rasanya asam sampai manis, dengan bau yang khas agak mendekati bau terpentin. Keping biji berwarna lembayung. Tanaman Gandaria berbunga pada bulan Agustus September. Dan buahnya akan masak pada bulan Desember Januari.

Gandaria adalah tumbuhan tropik basah dan dapat tumbuh pada tanah yang ringan dan subur. Tumbuh liar di hutan dataran rendah di bawah 300 m dpl., tetapi dalam pembudidayaan telah berhasil ditanam pada ketinggian sekitar 850 m dpl. Gandaria (Bouea macrophylla Griff), termasuk salah satu anggota Anacardiaceae.

Tanaman Gandaria dapat diperbanyak dengan menanam biji atau mencangkok. Kayu tanaman ini dapat digunakan untuk sarung keris dan untuk bahan bangunan. Gandaria merupakan tanaman buah yang patut dilestarikan

GAYAM (Inocarpus fagiferus (Parkinson) Fosberg)

 Nama Inggris tanaman ini adalah Otaheite chestnut, Polynesian chestnut, Tahiti chestnut, nama Lokalnya gayam (Jawa), bosua (Menado), bosua (Ternate)

Deskripsi : Pohon, tinggi mencapai 30 m dengan garis tengah batang 65 cm. Batang sering kali beralur tidak teratur, kadang-kadang berakar banir, percabangan merunduk, kulit batang bagian dalam mengandung cairan merah. Daun berseling, tunggal, kaku menyerupai kulit, lonjong, berdaun penumpu kecil, daun muda berwarna pink. Perbungaan aksiler, majemuk bulir, panjang sampai 17 cm, bunga kecil dan berbau wangi. Tabung kelopak dengan 2 – 5 gigi-gigi, daun mahkota 5 dan berwarna kekuningan, benang sari 10. Buah polong dengan 1 biji yang gepeng, berbentuk ginjal dan tidak pecah. Biji mencapai panjang 8 cm, kulit biji keras dengan endosperm putih.

Distribusi/Penyebaran :     Gayam merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Malesia bagian timur khususnya dari Indonesia. Tanaman ini dibawa oleh imigran-imigran dari Malaya Polenisia ke Micronesia, Melanesia dan Polenisia. Tanaman ini telah tersebar luas dan ditanam di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya.

Habitatnya Gayam di habitat alaminya tumbuh di daerah yang berawa-rawa atau di paya-paya dan di pinggir-pinggir sungai. Buah bisa mengapung lebih dari satu bulan di atas air laut tetapi viabilitas biji cepat hilang. Tumbuh mulai dari ketinggian 0 – 500 m dpl.

Perbanyakannya pada umumnya diperbanyak dengan mengecambahkan bijinya.

Manfaat tumbuhan :     Buahnya yang mendekati masak apabila direbus atau dibakar maka enak dimakan. Kayunya yang keras dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tempat tidur. Pohon Gayam yang bertajuk rindang ini sangat bagus sebagai tanaman peneduh.

Tanaman gayam melambangkan rasa ayem ‘tenteram, tenang’. Sama halnya dengan asem, kata gayam digunakan potongan kata atau suku kata terakhirnya yakni yam untuk menyimbolisasikan rasa ayem ‘tenteram, tenang’. Di samping itu, pohon gayam juga dipercaya sebagai pohon yang dapat menyimpan/mendekatkan air ke permukaan tanah sehingga air jernih mudah didapatkan di sekitar pohon tersebut. Ketersediaan air berarti juga ketenangan dan kesejahteraan bagi manusia. Untuk itulah pohon gayam digunakan sebagai simbol rasa keayeman. Di samping tentu saja, daunnya yang selalu lebat memberikan rasa teduh dan suasana tenang di sekitarnya.