Fitografi

Fitografi adalah suatu ilmu yang terutama dipelajari di lapangan (dalam alam luas). Pelajar-pelajarnya terdiri dari orang-orang yang berhubungan dengan keahlianya berkepentingan sekali untuk memahami sifat-sifat penyebaran tumbuh-tumbuhan di permukaan bumi.
A. Bagian daun
B. Susunan daun
C. Bentuk daun
D. Ujung daun
E. Pangkal daun
F. Bentuk tepi daun
G. Struktur bunga
H. Susunan bunga
I. Bentuk buah
J. Perakaran mangrove
K. Struktur perbungaan pada Ficus
Refrensi:
Buku Panduan Lapangan Jenis-jenis tumbuhan Restorasi 2014 (Kementerian LHK, Jica, LIPI)
http://ilmunyageografi.blogspot.co.id/2017/06/pengertian-fitografi.html diunduh tgl 23 Januari 2018

 

 

 

Iklan

Tujuh Polisi Hutan dan Petugas Disandera Usai Segel Lahan, Pemerintah Kini Incar PT APSL

– Tujuh polisi hutan dan penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dilaporkan disandera sekelompok orang saat menyegel lahan yang terbakar.

Dikutip dari Harian Kompas yang terbit hari ini, Senin (5/9/2016), sekelompok orang yang menyandera itu diduga dikerahkan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL).

Hal ini pun menyulut respons keras Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

“Itu melawan hukum dan merendahkan kewibawaan negara, apalagi diduga perusahaan terlibat,” ujar Siti Nurbaya di Jakarta, Minggu (4/9/2016).

Sebelum disandera, polisi hutan dan penyidik dari Balai Penegakan Hukum KLH sedang menyegel dan mengumpulkan barang bukti kebakaran hutan, Jumat (2/9/2016).

Namun dalam perjalanan, mereka dicegat massa, kemudian dipaksa untuk mencabut segel serta menghapus foto dan video yang direkam.

Polisi hutan dan penyidik KLH itu menemukan indikasi kuat bahwa PT APSL memakai modus pembentukan tiga kelompok tani untuk mengelola kebun sawit. Adapun anggota kelompok tani itu adalah pekerja PT APSL.

Cara itu selama ini diketahui sebagai modus umum perambahan. Aparat pun menemukan lokasi kebun sawit yang terbakar amat luas dan berasap, dan ada di hutan produksi.

“Semua aktivitas di lokasi itu ilegal,” kata Siti, untuk lebih komplit bisa dibaca di http://nasional.kompas.com/read/2016/09/05/08453791/tujuh.polisi.hutan.dan.petugas.disandera.usai.segel.lahan.pemerintah.kini.incar.pt.apsl

Penjelasan Menteri LHK Terkait Penyanderaan di Rohul

PENEGAKAN Hukum yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mendapat perlawanan dari pelaku kebakaran hutan/lahan dan perambah kawasan hutan. Tujuh pegawai KLHK, terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut) disandera di Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Penyanderaan ini dilakukan segerombolan massa yang diindikasi kuat dikerahkan oleh perusahaan PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL) pada Jumat (2/9/2016) saat penyidik KLHK selesai menjalankan tugas menyegel kawasan hutan/lahan yang terbakar yang berada dalam penguasaan PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL). Kejadian penyanderaan ini merupakan tindakan melawan hukum yang merendahkan kewibawaan Negara apalagi diindikasikan adanya keterlibatan pihak perusahaan. Penyidik KLHK dan Polhut merupakan aparat penegakan hukum berdasarkan UU mempunyai kewenangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kebakaran hutan dan lahan.

Tim KLHK awalnya turun ke lokasi, guna menindaklanjuti arahan Menteri LHK untuk melakukan penyelidikan penyebab meluasnya titik api di Riau beberapa waktu lalu yang telah mengganggu masyarakat. Sekaligus menyelidiki laporan mengenai masyarakat yang dikabarkan mengungsi karena asap.

Dari penginderaan satelit terlihat, sumber titik api penyebab asap sampai ke daerah lainnya di Riau itu, salah satunya berasal dari kawasan yang dikuasai oleh perusahaan tersebut.cukup menarik penjelasan dari bu menteri untuk lebih jelasnya dapat dibaca di website resmi menteri LHK http://www.sitinurbaya.com/kegiatan-menteri-lhk/595-penjelasan-menteri-lhk-terkait-penyanderaan-di-rohul

Warga Aceh Tamiang Gugat Sang Bupati karena Masalah Ini

ITK. Gugatan warga yang diwakili oleh Ngatino, Sutiadi, dan M. Menen telah terdaftar di PTUN Banda Aceh dengan Nomor: 27/G/2016.PTUN-BNA. Mereka didampingi oleh lima kuasa hukum yang tergabung dalam Public Interest Lawyer-Network (PIL-Net) yang berbasis di Pejaten Barat -Jakarta. Alasan gugatan adalah Surat Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor 541 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Industri Semen Kapasitas Produksi 10.000 Ton/Hari Klinker, dapat mengancam kehidupan warga setempat.

Ngatino mengatakan, gugatan dilakukan karena jika parbik semen berdiri, udara akan tercemar debu serta akan mengerinkan sumber-sumber mata air akibat kegiatan penambangan. “Saya sangat tidak rela jika kampung saya hancur.”

Sementara Sutiadi menuturkan, selain tidak ingin membebaskan lahan perkebunan karetnya untuk kegiatan penambangan bahan baku dan industri semen, dia juga khawatir dampak kegiatan tersebut. “Perbukitan Karang Putih yang akan dijadikan lokasi tambang, merupakan benteng dari angin yang bisa menerpa ke permukiman kami.”

Begitu juga M. Menen yang merasa adanya penambangan akan mengundang bencana ke kampungnya. “Kondisi hutan di sekitar perbukitan Karang Putih sudah rusak akibat pembukaan lahan. Jika tambang beroperasi, kerusakan hutan bakal bertambah dan bajir bakal terjadi.” lebih lengkapnya di http://www.mongabay.co.id/2016/08/11/warga-aceh-tamiang-gugat-sang-bupati-karena-masalah-ini/

Kasus Suap Alih Fungsi Lahan di Riau, Edison Dijebloskan ke Rutan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan.
Ia diduga terlibat kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada 2014 di Kementerian Kehutanan.
Edison keluar dari Gedung KPK usai diperiksa, sekitar pukul 17.54 WIB. Edison yang mengenakan rompi tahanan oranye tak banyak bicara, langsung masuk ke mobil tahanan.
Direktur Utama PT Citra Hokiana Triutama ini ditahan di Rumah Tahanan Polres Jakarta Pusat untuk 20 hari pertama dan dapat diperpanjang untuk kepentingan penyidikan.
Kutut Layung Pambudi, pengacara Edison, mengatakan pada pemeriksaan hari ini kliennya dicecar soal pesan singkat. Salah satunya, soal percakapan Edison dengan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Provinsi Riau Gulat Medali Emas Manurung.
“Konfirmasi masalah bahasa-bahasa (saat) chatting di WhatsApp, di SMS. Bahasanya bahasa Batak. Jadi langsung konfirmasi ke Edison,” kata Ketut di Gedung KPK, Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2016). selengkapnya dapat dibaca pada situs http://riausky.com/mobile/detailberita/10180/kasus-suap-alih-fungsi-lahan-di-riau,-edison-dijebloskan-ke-rutan.html

Punica granatum atau Delima (Punicaceae)


Nama-nama umum (Common names): Pomegranate (English); totum (Cambodia); delima (Indonesia, Malaysia); phiilaa (Laos); salebin, talebin, thale (Myanmar); granada (Phillipna); thapthim (C.Thailand); phila (N.E. Tha); bakoh (N.Tha); lu’u, thap lu’u (Vietnam).

Kunci karakteristik : jenis semak atau pohon kecil ; bercabang dari dasar ; masing-masing cabang berakhir di tulang belakang ; kadang-kadang memiliki duri keras pada ranting ; duduk daun sebagian besar berlawanan
Keterangan : merupakan jenis  semak atau pohon kecil hingga 6 -10 m,  Sering kaya bercabang dari dasar , masing-masing cabang yang berakhir dengan tulang belakang . Sering juga berduri keras dari sudut daun . Duduk daun aun kebanyakan berlawanan , kadang-kadang sub - berlawanan atau berkerumun , lonjong - lanset , panjang 1-9 cm dan lebar 0,5-2,5 cm dengan basis akut atau tumpul , seluruh margin dan tip tumpul atau emarginate . Bunga 1-5 bersama-sama di atas ranting , lilin , panjangnya 4-5 cm dan lebar dengan warna  merah  sedangkan untuk kelopak putih . Buahnya 6-12 cm , sangat bervariasi dalam warna , dengan kulit kasar . Interior buah dipisahkan oleh dinding membran dan jaringan spons putih ke kompartemen dikemas dengan berbagai kantung transparan kecil yang diisi dengan cairan yang manis dan benih .
Kegunaan : Buah dimakan segar atau dibuat menjadi jus atau sirup . Hampir setiap bagian dari tanaman memiliki tradisi panjang penggunaan obat dan tinta dapat dibuat dari kulit buah .
Ekologi : jenis di daerah  subtropis Hardy yang toleransi dengan suhu musim dingin yang  rendah , kekeringan dan berbagai kondisi tanah . Di Asia Tenggara ditemukan hingga 1.600 m dpl . Di daerah dengan hijau curah hujan tinggi dengan musim berbuah berkepanjangan tetapi kualitas buah yang lebih rendah .
Distribusi : Dari asal-usulnya di Asia Tengah , sekarang telah menyebar ke sebagian besar negara subtropis dan tropis , termasuk semua negara yang dicakup oleh panduan bidang ini .
Referensi : Verheij & Coronel ( 1992) .

Diterjemahkan dari Jensen, M. 1999. TREES COMMONLY CULTIVATED IN SOUTH-EAST ASIA AN ILLUSTRATED FIELD GUIDE. RAP Publication: 1999/13. FAO


Azadirachta indica

Memiliki sinonim:
Melia indica, Melia azadirachta termasuk kedalam familia Meliaceae

Nama umum : Neem, margosa-tree (English); mimba (Indonesia); tamaka (Myanmar); mambu, sadu (Malaysia); kwinin, sadao India ; sàu-dâu (Virtnam). var. siamensis: kadao, sadao, cha-tang (Thailand).


Kunci karakteristik: memiliki percabangan rendah ; bagian dalam kulit berwarna merah muda dan mengandung za astringent ; daun berbentuk pinnately majemuk ; tepi daun berombak ; bunga berukuran kecil, berwarna putih dan harum.

Keterangan : Tingginya sampai dengan 20 m, diameter batang dapat mencapai 1 m, dengan cabang-cabang yang rendah dan berbentuk mahkota bulat padat . Kulit batang coklat ketika muda , kemudian abu-abu dengan alur-alur yang dalam dan piring bersisik . Bagian dalam kulit berwarna pink (merah muda), mengandung  zat yang pahit bila dicicipi . Daun majemuk berbentuk pinnately  dan dapat gugur  selama musim kekeringan yang parah . Setiap daun memiliki 9-17 pasang yang berukuran panjang  4- 8 cm dan ujungnya melengkung  berbentuk tombak, bergerigi dan selebaran runcing . Bunganya banyak /melimpah , kecil , putih dan harum, yang timbul di sudut tangkai daun . Buah kecil , drupes elips halus , kuning atau kehijauan - kuning saat matang .
Kegunaan : penahan angin , naungan dan pohon pakan untuk ternak , perbaikan tanah dan gurun reklamasi . Kayu serangga repellant dan digunakan untuk konstruksi, mebel, pulp kertas, chipboard dan kayu bakar . Azadirachtin , senyawa insektisida dapat diekstrak dari biji dan daun .
Ekologi : Tumbuh subur di berbagai tanah , suhu dan pola curah hujan dan ditemukan pada tanah yang miskin dari permukaan laut sampai 1.500 m dpl masih hidup suhu dari bawah 0 ° C ke lebih dari 40 ° C dan curah hujan tahunan ke 130 mm . Lebih memilih tanah asam , suhu hangat dan dari 450 sampai 1.500 mm curah hujan .


Distribusi : jenis asli pada daerah kering (dry regions) dari subcontinent India sampai Myanmar, Thailand and Malaysia to Indonesia.

References: F/FRED (1992), Hensleigh & Holaway (1988), National Research Council (1980, 1992).

Diterjemahkan dari Jensen, M. 1999. TREES COMMONLY CULTIVATED IN SOUTH-EAST ASIA AN ILLUSTRATED FIELD GUIDE. RAP Publication: 1999/13. FAO